Seni Rupa 2 Dimensi
Seni Rupa 2 Dimensi – Manusia hidup membutuhkan
suatu seni agar tidak terasa hambar dan monoton sehingga
merasa cepat bosan. Sebuah karya seni yang indah tentu bisa membuat perasaan
senang dan merubah mood seseorang yang tadinya bosan jadi bersemangat.
Sebagai contohnya adalah hasil-hasil
karya seni rupa 2 dimensi yang mempunyai nilai artistik yang sangat tinggi.
Pengertian dari seni rupa 2 dimensi sendiri adalah sebuah karya seni rupa yang
hanya memiliki dua sisi saja yaitu sisi lebar dan sisi panjang.
Sehingga seni rupa jenis ini tidak
memiliki ruang karena tidak adanya unsur ketebalan. Jadi hasil karya seni yang
ini hanya bisa dinikmati melalui satu sisi saja. Membahas serta mengapresiasi
suatu karya seni rupa tentu tidak lepas dari hal-hal penting yang menjadi
prinsip dasarnya.
Karena seni rupa termasuk salah satu
dari berbagai cabang seni yang hasil karyanya bisa dinikmati oleh indera
penglihatan dan perabaan. Karya seni rupa biasa juga disebut visual art yaitu
karya seni yang dapat dilihat dan mempunyai wujud nyata.
DAFTAR ISI ARTIKEL
·
Teknik-Teknik Seni Rupa 2 Dimensi
·
Penutup
Teknik-Teknik Seni Rupa 2 Dimensi
Karya seni rupa memiliki fungsi guna
menunjang kebutuhan hidup sehari-hari manusia. Oleh karena itu dalam proses
pembuatannya jenis seni rupa yang satu ini membutuhkan teknik-teknik khusus.
Berikut adalah beberapa teknik yang dapat digunakan dalam rangka pembuatan seni
rupa 2 dimensi:
1. Teknik Plakat
Jenis teknik yang satu ini adalah
yang paling sering digunakan pada saat melukis. Teknik plakat ini
biasanya menggunakan cat poster dan cat minyak akrelik dengan cara
digoreskan agak tebal. Sehingga warna yang dihasilkan benar-benar bagus sangat
padat dan pekat.
2. Teknik Kolase
Merupakan teknik melukis yaitu
caranya dengan memotong kertas kemudian kertas tersebut ditempelkan pada obyek
tertentu sehingga membentuk lukisan. Dengan teknik ini dapat menghasilkan
lukisan yang abstrak atau realis dari potongan kertas yang tadi ditempelkan.
Hasil dari karya seni rupa yang memakai teknik ini sering disebut dengan
mozaik.
3. Teknik Transparan
Teknik transparan ini adalah teknik
yang seringkali dipakai pada saat melukis atau menggambar. Pada teknik ini
biasanya menggunakan cat air namun hanya digoreskan secara tipis-tipis saja
jadi menghasilkan tekstur yang begitu transparan.
4. Teknik Melipat, Menggunting, Dan Merekat (3 M)
Teknik yang satu ini merupakan
teknik manipulasi beberapa lembaran kertas yang dirangkai sedemikian rupa
hingga membentuk sebuah karya seni rupa 2 dimensi.
Jadi untuk menghasilkan sebuah karya
seni yang indah dan disukai banyak orang pasti membutuhkan keahlian dan
teknik-teknik khusus. Sebuah karya seni tidak akan berarti apa-apa jika
didalamnya tidak mengandung nilai yang artistik. Karena itu sebelum membuat
sebuah karya seni hendaknya terlebih dulu memperhatikan teknik-tekniknya.
Contoh Seni Rupa 2 Dimensi
Hasil karya seni rupa sekarang ini
dengan mudah dan banyak sekali bisa kita jumpai dimana-mana. Hasil karya
tangan-tangan yang penuh kreatif dan imajinatif ini bisa dijadikan sebagai
lahan guna menambah penghasilan. Berikut ini beberapa contoh hasil karya seni
rupa 2 dimensi yang mempunyai nilai seni yang sangat tinggi, yaitu:
1. Gambar
Perwujudan dari gambar sendiri lebih
menekankan pada unsur bentuk, garis, dan aspek kegunaan tanpa menggunakan
ekspresi. Jadi hasil karya seni rupa dalam wujud gambar ini kelihatan lebih
nyata untuk dinikmati. Sebagai contohnya adalah seperti gambar arsitektur,
gambar ilustrasi, dekorasi, desain dan lain sebagainya.
2. Lukisan
Merupakan karya seni rupa 2 dimensi
yang dibuat dengan menggunakan media seperti kain kanvas, dinding hingga
kertas. Proses pembuatan dari lukisan itu sendiri yaitu dengan memoleskan cat
dengan menggunakan pisau palet, kuas lukis, serta peralatan jenis lain. Semua
itu dilakukan di atas media lukis hingga membentuk sebuah gambar yang
diinginkan.
Satu hal yang menarik dari sebuah
lukisan adalah nilai yang terkandung didalam lukisan tersebut. Maka dalam
pembuatannya dibutuhkan imaginasiyang tinggi serta skill (keahlian)
yang mumpuni agar menelurkan lukisan yang luar biasa.
3. Seni Grafis
Seni grafis sendiri termasuk salah
satu cabang seni rupa yang mana dalam proses pembuatannya membutuhkan alat
bantu. Sebagai contohnya adalah seni fotografi karena dalam pengerjaannya
fotografi membutuhkan alat bantu kamera. Dengan kamera ini akan menghasilkan
foto-foto yang sangat bagus sama persis dengan obyeknya.
4. Kaligrafi
Termasuk sebuah karya seni artistik
dalam bahasa arab dengan menggunakan berbagai media seperti kertas, kain
kanvas, kayu, dinding maupun kuningan. Dalam pembuatannya seni kaligrafi ini
merupakan bentuk ekspresi dalam hal keagamaan serta budaya Islam. Hasil karya
seni kaligrafi ini sering kita jumpai di masjid-masjid dan yang paling terkenal
yaitu kaligrafi sufi.
5. Seni Fotografi
Fotografi ini termasuk kedalam seni
grafis yang mana dalam perkembangannya semakin banyak diminati orang. Hal ini
tentu saja karena semakin canggih dan semakin mudahnya alat bantu yang dipakai
yaitu kamera. Apalagi sekarang ini hampir semua handphone sudah dilengkapi
dengan fitur kamera yang canggih.
Sehingga dimanapun dan kapanpun
orang bisa mengekspresikan diri dengan memakai kamera tersebut. Dengan tidak
sadar mereka itu sudah menghasilkan sebuah karya seni yakni seni fotografi.
6. Seni Mozaik
Merupakan jenis karya seni rupa yang
pembuatannya dengan cara menyusun suatu benda hingga membentuk wujud tertentu.
Wujud benda ini tentu saja mempunyai nilai estetis tinggi serta membutuhkan
bahan-bahan tertentu. Sebagai bahan utama bisa menggunakan kulit telur, pecahan
kaca, keramik, dan serpihan kayu.
7. Poster
Pembuatan poster ini biasanya diatas
kertas dan membentuk suatu wujud yang mampu memberikan suatu informasi.
Informasi yang diberikan ini bisa berupa suatu ajakan ataupun pesan propaganda.
Poster termasuk seni rupa 2 dimensi yang sangat efektif sebagai iklan dalam
mempromosikan suatu produk.
Tokoh Seni Rupa 2 Dimensi
Jika dilihat secara keseluruhan ada
banyak tokoh seni rupa yang telah menghasilkan karya-karya seni yang sangat
indah. Tokoh-tokoh itu ada yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri.
Namun ada 2 tokoh lokal dan internasional yang hingga saat ini paling terkenal
dan disegani, yaitu:
a. Raden Saleh Sjarif Boestaman
Merupakan tokoh seni rupa yang lahir
di Semarang tahun 1807 lalu meninggal tahun 1880 di Bogor Jawa Barat. Bakatnya
sudah terlihat semenjak beliau masih kecil hingga kemudian bakatnya diasah
serta didampingi pelukis keturunan Belgia, A.A.J. Payen. Dibawah asuhan
gurunya ini kemampuan melukis Raden Saleh semakin meningkat.
b. Vincent Van Gogh
Termasuk salah satu pelukis terbesar
di dalam sejarah kesenian bangsa Eropa. Vincent ini lahir pada 30 Maret 1853
dan meninggal pada 29 Juli 1890. Banyak dari hasil karyanya yang bagus-bagus
dan dikenal luas di daratan Eropa
Dengan adanya 2 tokoh seni rupa yang
berdedikasi tinggi dalam kesenian ini membuat seni rupa tidak dipandang sebelah
mata. Karena hasil karya seni rupa sudah terbukti memiliki pengaruh yang sangat
penting dalam sendi-sendi kehidupan manusia. Dengan adanya karya seni rupa
hidup manusia jadi lebih berarti dan bermakna.
Penutup
Seiring dengan perkembangan jaman
yang semakin modern pertumbuhan seni rupa 2 dimensi sekarang ini mengalami
kemajuan. Apalagi dengan dukungan teknologi canggih yang menghasilkan alat-alat
bantu modern membuat perkembangan seni rupa jauh lebih mudah. Hal ini tentu
sangat menggembirakan sekali terutama bagi pecinta seni (seniman).
Sesederhana apapun bentuk dari karya
seni rupa pasti memiliki nilai estetis sendiri. Oleh karena itu menjadi
kewajiban kita untuk terus melestarikan dan mengembangkan seni rupa itu
sendiri. Baik itu karya seni rupa lokal maupun internasional harus sama-sama
kita lestarikan keberadaannya.
Mengidentifikasi 10 Jenis
Karya Seni Rupa 2 Dimensi
1. Sketsa
Sketsa adalah rancangan yang
kasar dari suatu komposisi atau sebagian komposisi dibuat demi kepuasan
pribadi.
Pribadi
seniman ada beberapa hal yaitu skala, perbandingan, komposisi, penyinaran dan
lain sebagainya.
2. Fotografi
Fotografi adalah sebuah
kegiatan atau proses menghasilkan suatu seni gambar/foto melalui media cahaya
dengan alat yang disebut kamera dengan maksud dan tujuan tertentu.
3. Lukisan
Lukisan adalah karya seni
yang proses pembuatannya dilakukan dengan memulaskan cat dengan alat kuas
lukis, pisau palet atau peralatan lain, yaitu memulaskan berbagai warna dan
nuansa gradasi warna, dengan kedalaman warna tertentu juga komposisi warna
tertentu dari bahan warna pigmen warna dalam pelarut
(atau medium) dan gen pengikat (lem) untuk pengencer air, gen pegikat berupa minyak linen
untuk cat minyak dengan pengencer terpenthin, pada permukaan (penyangga)
seperti kertas, kanvas atau dinding.
4. Poster
Poster adalah karya seni atau desain grafis
yang memuat komposisi gambar dan huruf di
atas kertas berukuran besar. Pengaplikasiannya dengan ditempel di dinding atau
permukaan datar lainnya dengan sifat mencari perhatian mata sekuat mungkin.
Karena itu poster biasanya dibuat dengan warna-warna kontras dan kuat.
5. Seni Grafis
Seni grafis adalah cabang seni
rupa yang proses pembuatan karyanya menggunakan teknik cetak, biasanya di atas kertas.
6. Batik
Batik adalah kain bergambar yang
pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudian
pengolahannya diproses dengan cara tertentu yang memiliki kekhasan.
7. Mozaik
Mozaik adalah seni dekorasi dari kepingan bahan keras
yang disusun dan ditempelkan dengan pelekat atau bisa disebut dengan kegiatan
menata pecahan menjadi bentuk tertentu dengan berdasarkan warna.
8. Kaligrafi
Kaligrafi adalah suatu corak atau bentuk seni
menulis indah dan merupakan suatu bentuk keterampilan tangan serta dipadukan
dengan rasa seni yang terkandung dalam hati setiap penciptanya.
9. Ilustrasi
Ilustrasi adalah hasil
visualisasi dari suatu tulisan dengan teknik drawing, lukisan, fotografi, atau teknik seni rupa lainnya yang
lebih menekankan hubungan subjek dengan tulisan yang dimaksud daripada bentuk.
10. Logo
Logo adalah grafis tanda atau lambang yang digunakan
oleh perusahaan komersial, organisasi, dan bahkan individu untuk membantu dan
mempromosikan pengakuan public instant.
B. Membandingkan 10
Jenis Karya Seni Rupa 2 Dimensi
1. Sketsa
Karya diatas merupakan karya
seni rupa murni. Tekniknya adalah menggambar. Medianya adalah kertas dan
alat-alatnya pensil, spidol, penggaris, dsb. Sketsa ini biasanya menggambar
hanya bagian dasarnya saja sebagai acuan untuk menggambar yang sebenarnya.
Nilai estetis dalam karya ini adalah keindahan atau keanehan pada setiap
sketsa.
2. Fotografi
Tema dari hasil fotografi ini
adalah alam. Tekniknya adalah menggambar dengan cahaya. Medianya jika dicetak
adalah kertas foto dan tinta, sedangkan alat untuk mengambil foto adalah
kamera. Seni ini termasuk seni rupa kontemporer. Keindahan terlihat pada
hijaunya sawah dengan perpaduan para petani yang berjalan. Hal ini menggambarkan bahwa
para petani yang berjalan menuju sawah mereka untuk berladang.
3. Lukisan
Dari lukisan diatas dapat kita
ketahui ragam yang terdapat dalam karya seni tersebut. Karya seni rupa ini
termasuk kedalam karya seni rupa murni. Berdasarkan tekniknya karya ini
termasuk kedalam karya seni lukis. Dan berdasarkan perkembangannya termasuk kedalam
seni rupa zaman baru/modern. Dapat dilihat dari segi temanya adalah segerombolan kuda. Nilai estetis yang dapat kita lihat adalah
pemandangan yang indah dengan perpaduan warna yang sesuai dengan aslinya.
Medium/media untuk lukisan ini biasanya seperti kertas atau kanvas. Alat-alat
yang digunakan pun juga sederhana seperti pensil, kuas, cat warna, pena,
pastel/crayon. Dan tekniknya adalah melukis.
4. Poster
Berdasarkan tekniknya karya
seni poster biasanya adalah melukis ataupun menggambar. Seni rupa ini termasuk
seni rupa terapan. Medianya adalah kertas , dan alat-alatnya biasanya adalah
cat, tinta. Biasanya bisa langsung di media kertas dengan digambar langsung
ataupun digambar di computer terlebih dahulu. Karya seni ini merupakan karya
seni rupa modern. Nilai estetisnya bisa dilihat dari keindahan gambar yang
dibuat yang menyimbolkan sesuatu karena poster bersifat untuk mengajak
seseorang agar seseorang tahu apa yang dimaksud poster biasanya ditambahkan
tulisan ataupun gambar yang mendukung.
5. Seni Grafis
Dari contoh seni
grafis diatas, kita dapat mengetahui bahwa karya seni grafis termasuk dalam
karya seni rupa kontemporer atau modern. Karena manusia bisa membuat sesuatu
yang berlebihan sesuai dengan ide dalam pikirannya dan memperkembangkan suatu
karya sesuatu maka dari itu disebut kontemporer. Tekniknya biasanya lukis
ataupun menggambar. Termasuk seni rupa murni. Temanya adalah tumbuhan. Karya tersebut memiliki
nilai estetis tersendiri. Medianya biasanya
hanya diperlihatkan melalu media social, tetapi kadang juga dicetak di media
kertas.
6. Batik
Karya seni batik
merupakan seni rupa terapan. Menurut tekniknya adalah membatik. Medianya adalah
kain dan alat-alatnya adalah kompor, canting, wajan, timba, pensil. Bahannya
adalah berpa malam yang dipanaskan kemudian dituangkan ke kain sesuai pola.
Seni ini termasuk seni rupa modern/kontemporer. Simbol dan nilai estetis tergantung
pada batik, karena setiap daerah mempunyai symbol/desain batik yang
berbeda-beda.
7. Mozaik

Karya seni mozaik ini adalah karya seni rupa terapan. Teniknya adalah menempel. Medianya bisa bermacam-macam, seperti kain, kertas, kanvas, dll. Alat-alatnya adalah pensil, pena, lem, kepingan kecil. Karya seni ini adalah karya seni kontemporee. Adapun keindahan dalam mozaik diatas adalah uniknya gambar burung. Itulah yang disimbolkan dari karya seni rupa mozaik.
8. Kaligrafi
Dari karya
kaligrafi diatas tekniknya adalah melukis atau menggoreskan pensil agar
membentuk goresan kasar pada media yang digunakan. Merupakan seni rupa murni.
Medianya pun bisa beragam seperti kertas, kanvas, kain, dsb. Karya seni ini
termasuk dalam karya seni rupa modern. Nilai estetisnya adalah keindahan
tulisan Al-Quran tersebut yang dimodifikasi dengan sangat indah dan bisa
menyentuh kerohanian seseorang. Biasanya juga dibuat symbol sebuah pesantren
atau yang lainnya yang berbau islamiyah.
9. Ilustrasi
Karya seni ini termasuk karya
seni rupa terapan. Tekniknya adalah menggambar. Medianya jika dicetak adalah
kertas, bisa juga hanya digambar di komputer saja. Karya seni ini termasuk
karya seni rupa modern/kontemporer. Keindahannya adalah terkadang ilustrasi
dapat bergerak jika dibuat komik/kartun. Dan ilustrasi bertujuan mengajak para
pembaca/penikmat.
10. Logo
Karya seni ini
merupakan seni rupa terapan. Dan termasuk seni rupa modern. Tekniknya adalah
menggambar/mendesain. Mediumnya bisa dibuat dikomputer agar lebih indah.
Biasanya logo ini menyimbolkan suatu organisasi tertentu dan setiap organisasi
mempunyai simbol yang berbeda-beda. Seperti logo SMAN 1 Genteng menyimbolkan bahwa logo ini milik SMAN 1 Genteng.
C. Mengidentifikasikan Fungsi 10 Karya Seni Rupa 2 Dimensi
1. Sketsa
Memberi gambaran
terhadap tema, mempertajam pengamatan, meningkatkan kemampuan.
2. Fotografi
Mengabadikan
moment tertentu, hiasan dinding, dan dokumentasi acara.
3. Lukisan
Memperjelas
pengungkapan, ide, pikiran, perasaan dan lain-lain dan sebagai pajangan
di dinding rumah atau tempat lainnya.
4. Poster
Mengiklankan
barang/lainnya, media informasi, dekorasi interior, media propaganda.
5. Seni Grafis
Produksi media informasi
dan komunikasi, produksi media promosi, apresiasi seni dan kreativitas,
pekerjaan atau hobi, menambahkan nilai estetika.
6. Batik
Dekorasi interior,
untuk busana ataupun pakaian.
7. Mozaik
Hiasan dinding,
dekorasi interior, mengembangkan daya piker, ide dan kreativitas.
8. Kaligrafi
Media kerohanian, informasi penghubung masyarakat yang merupakan bagian dari sarana peralihan kebudayaan dan
peradaban.
9. Ilustrasi
Memberikan bayangan setiap karakter di dalam cerita, memberikan bayangan bentuk
alat-alat yang digunakan di dalam tulisan ilmiah, memberikan bayangan langkah
kerja, mengkomunikasikan cerita, menghubungkan tulisan dengan kreativitas dan
individualitas manusia, memberikan humor-humor tertentu untuk mengurangi rasa
bosan, dapat menerangkan konsep yang disampaikan.
10. Logo
Penanda sebuah
bisnis/lembaga, sebagai perbedaan dengan yang lain, sebagai
keunggulan dengan yang lain.
D. Membedakan Fungsi 10 Karya Seni Rupa 2 Dimensi
1. Sketsa
Seni rupa murni
2. Fotografi
Seni rupa murni
3. Lukisan
Seni rupa murni
4. Poster
Seni rupa terapan
5. Seni Grafis
Seni rupa murni
6. Batik
Seni rupa terapan
7. Mozaik
Seni rupa murni
8. Kaligrafi
Seni rupa murni
9. Ilustrasi
Seni rupa terapan
10. Logo
Seni rupa terapan
Seni rupa terapan
Seni Rupa Murni Mancanegara
Asia
Membuat karya dua dimensi yang dikembangkan dari beragam unsur seni rupa
Nusantara dan mancanegara dan diluar Asia teknik seni rupa Nusantara dan
mancanegara diluar Asia 102
seni rupa gambar karya 2 dimensi gambar karya seni rupa mancanegara gambar karya seni rupa murni gambar karya seni rupa nusantara
Memasukkan dan Memodifikasi Gambar karya seni rupa gambar karya 2 dimensi seni rupa mancanegara gambar karya seni rupa murni gambar karya seni rupa nusantara
seni rupa gambar karya 2 dimensi gambar karya seni rupa mancanegara gambar karya seni rupa murni gambar karya seni rupa nusantara
Memasukkan dan Memodifikasi Gambar karya seni rupa gambar karya 2 dimensi seni rupa mancanegara gambar karya seni rupa murni gambar karya seni rupa nusantara
Ragam Karya Seni Rupa Mancanegara
I. PERKEMBANGAN SENI
Perkembangan kesenian di seluruh dunia
tidak terlepas dari pengaruh kebudayaan masyarakatnya, tidak terkecuali dengan
bentuk kesenian yang tumbuh dan berkembang di Indonesia. Tema-tema yang
menjiwai hasil karya seni maupun gaya penyajiannya, selalu berubah dan
berkembang sesuai dengan perubahan yang terjadi di masyarakat dan kondisi
lingkungannya.
Bentuk karya seni rupa, aliran-aliran seni
rupa dan gaya penciptaan seniman terus berkembang. Munculnya aliran
romantisme (menonjolkan khayalan yang indah-indah saja) disebabkan karena
kekecewaan masyarakat terhadap Napoleon. Penemuan listrik dan teknologi
mesin memunculkan banyak bentuk karya seni seperti aliran abstak, seni cetak
sablon, desain komputer grafis dan sebagainya. Jika ditinjau dari
perkembangannya sejarah bentuk seni sekarang ini dapat dikelompokkan menjadi :
a. Perkembangan ilmu pengetahuan
-
Ditemukan atom dan nuklir
-
Orang mulai berpikir tentang konsep abstrak
-
Seniman berlomba-lomba menemukan sesuatu yang baru
b. Perkembangan kebebasan pribadi
-
Tercetusnya asas-asas demokrasi menambah kebebasan berekspresi seniman
-
Seniman mulai berani melakukan eksperimen terhadap bahan, media dan teknik
c. Perkembangan industri dan teknologi
-
Ditemukan mesin yang dapat menggandakan karya
-
Seniman dengan kreatifitas tinggi mendapat kedudukan tinggi di perusahaan untuk
membuat desain
-
Kreatifitas seniman secara perseorangan menjadi ciri utama masa ini
-
Mengapresiasi karya mulai menggunakan media foto, televisi.
-
Pameran dan galeri seni mulai banyak bermunculan
d. Perkembangan tingkat apresiasi
-
Muncul kesepakatan tentang pengertian apresiasi
-
Karya seni tradisional (primitif) mendapat tempat yang baik karena dianggap
sebagai karya seni dengan ekspresi yang murni
-
Muncul aliran seni rupa yang terinspirasi dari bentuk karya seni primitif
seperti aliran kubisme
e. Reaksi masyarakat terhadap keadaan
sekitarnya
-
Seniman mulai tidak merasa puas dengan ciptaannya dan terus mencari yang baru.
-
Karya yang diciptakan mulai meninggalkan aturan-aturan yang berlaku.
-
Kritikus seni mulai muncul dengan sikap pro dan kontra terhadap penyimpangan
seniman dalam berkarya.
-
Seniman yang tahan terhadap kritikan menjadi lebih terkenal.
II. SENI RUPA INDONESIA
Seni rupa Indonesia sudah ada sejak jaman
nenek moyang. Tema, bentuk, media dan teknik yang digunakan terus
berkembang. Perkembangan seni rupa di Indonesia secara garis besar
dapat dikelompokkan menjadi :
a. Masa Prasejarah dan Tradisional
Tema-tema yang diambil biasanya
hewan-hewan buruan, cerita pemburuan dan sebagainya dengan warna-warna sederhana
yang diperoleh dari darah, bubuk tulang atau lumpur tanah. Karya yang
dibuat masih “anonim” yaitu tidak mewakili perseorangan.
Dengan masuknya Hindu-Budha, pola yang
dibuat berkembang menjadi cerita-cerita keagamaan. Kalian dapat melihat
relief yang terdapat di sekeliling candi Borobudur. Sedangkan pengaruh
masuknya agama Islam adalah dikenalkannya bentuk wayang kulit sebagai bagian
kebudayaan Indonesia.
b. Perintisan Modern Pertama
Masa ini dimulai sejak tahun 1800 an
ketika seniman tradisi Indonesia mulai meninggalkan bentuk-bentuk lama.
Mereka mulai kreatif mencipta karya seni yang lepas dari kepercayaan.
Raden Saleh Syarif Bustaman (1807-1880)
dianggap seniman Indonesia pertama yang berkesempatan belajar teknik modern
dalam berkarya seni khususnya seni lukis.
c. Perintisan Modern Kedua
Masa ini dikenal dengan masa Indonesia
Molek (Mooi Indie) karena tema-tema yang dibuat menampilkan suasana Indonesia
yang digambarkan sangat indah, elok, hijau subur, makmur. Bentuk-bentuk
gunung, sawah, pohon kelapa dengan sungai yang jernih menjadi ciri khas masa
ini.
d. Masa Pembaharuan Dasar (Kemerdekaan)
Muncul semangat Nasionalisme yang banyak
berpengaruh pada tema dan gaya seniman waktu itu. Karya-karya seni yang
muncul sering digunakan sebagai alat atau sarana untuk memompa semangat juang
para gerilya.
e. Masa Pendudukan Jepang
Pemerintah Jepang menyediakan lembaga
untuk menampung kegiatan para seni-man. Karena mereka ingin karya seniman
Indonesia menjadi alat propaganda yang efektif dan membantu pemerintah dalam
kekuasaannya. Kelompok kesenian yang terkenal masa ini adalah Keimin
Bhunka Sidhoso yang diketuai oleh Agus Jaya.
III. SENI RUPA BARAT
Seni rupa Barat sangat besar pengaruhnya
bagi perkembangan seni rupa di Indonesia, karena sejak lama seniman dari luar
negeri datang ke Indonesia. Mereka datang berkarya lalu menetap,
berkeluarga dengan gadis Indonesia. Sehingga perlu juga kita mmepelajari
perkembangan seni rupa Barat yang diawali dengan :
a. Seni Rupa Klasik
Tema-tema yang diambil biasanya bentuk
dewa-dewa Yunani yang dibuat patungnya dengan proporsi yang sempurna.
Begitu juga dengan seni dua dimensinya, semua bentuk realis mirip dengan
aslinya menjadi sesuatu yang wajib bagi seniman. Namun jaman ini mulai
surut sejak Kristen masuk Eropa.
b. Seni Rupa Klasik Baru
Dikenal dengan jaman Renaisance dengan
tema agama yang sangat menonjol dan bentuk-bentuknya yang sangat realis. Pada
jaman ini pulalah tercipta lukisan yang sangat terkenal yaitu Monalisa karya
pelukis Leonardo Da Vinci.
c. Seni Rupa Barok
Berlaku aturan yang pasti mengenai karya
seni yang baik dan tidak baik. Jika sebuah karya menyimpang, maka
dikatakan tidak artistik. Masa Barok ini dikenal juga dengan nama masa
Klasik Akademik karena banyak bermunculkan tempat-tempat pendidikan para calon
seniman. Tema yang banyak dipilih adalah tema keagamaan, kerajaan dan
keluarganya.
IV. ALIRAN-ALIRAN SENI RUPA
Perkembangan serta gejolak yang terjadi di
masyarakat secara sosial maupun politik mem-punyai pengaruh yang besar bagi
seniman dalam berkarya. Karena me-reka berkarya dengan
mengungkapkan apa yang dipikirkan dan dirasakan. Sehingga dari waktu ke
waktu konsep dan bentuk karya seni rupa yang diciptakan selalu be-rubah dan
berkembang. Berikut ini bebe-rapa aliran seni rupa dengan para tokoh atau
pe-nganut alirannya :
a. Romantisme
Aliran yang memunculkan kisah-kisah
dramatis kepahlawanan. Tokohnya antaralain Delacroix (Perancis) dan Raden Saleh
(Indonesia).
b. Realisme
Aliran yang menampilkan karya dengan tema
apa adanya sesuai dengan kenyataan dan bertolak dari perilaku manusia.
Merupakan bentuk ketidaksetujuan dengan aliran Romantisme. Tokohnya antaralain
Gustave Coubert, Dullah dan Hendra (Indonesia).
c. Naturalisme
Hampir sama dengan aliran Realisme yang
menggambarkan bentuk-bentuk alam nyata, bedanya aliran ini lebih menampilkan
kenyataan yang indah-indah saja. Tokohnya Wahdi Sumanta, Basuki Abdullah dari
Indonesia.
d. Impresionisme
Dikenal dengan paham lukisan cepat.
Karena aliran ini menangkap keindahan yang ada pada saat tertentu yang harus
segera dipindahkan menjadi karya seni. Setiap waktu berubah, maka keadaan
ikut berubah dan keindahan yang tertangkap oleh penglihatan ikut berubah
juga. Sehingga paham ini tidak mementingkan detil melainkan kesan
sesaat. Tokohnya Monet dan Pissaro.
e. Pointilisme
Mengikuti aliran yang sudah ada yaitu
impresionisme, tetapi dengan teknik yang berbeda yaitu dengan menggunakan
titik-titik untuk menampilkan kesan yang dilihat mata. Tokoh dalam
aliran ini G. Seurat.
f. Ekspresionisme
Ungkapan kebebasan dan keberanian
berekspresi terhadap bentuk, warna sangat kuat dalam aliran ini. Tokohnya
Affandi (Indonesia), Vincent Van Gogh.
g. Kubisme
Benda-benda yang menjadi obyek karyanya
dibuat menjadi bentuk sederhana mirip bentuk-bentuk kubus. Dibedakan menjadi
kubisme analisis (obyek dipecah-pecah menjadi bentuk geometris) dan kubisme
sintetik (bentuk geometris disusun menjadi obyek). Tokohnyanya Pablo
Picasso.
h. Surealisme
Paham adanya sesuatu yang nyata dan tidak
nyata melatarbelakangi aliran ini yang menyukai gambaran alam mimpi yang
imajinatif dan kadang menakjubkan. Tokohnya Salvador Dali.
SEJARAH PERKEMBANGAN SENI RUPA
PENDAHULUAN
Kata Art (Bahasa Inggris) sering diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia
sebagai seni. Seni rupa adalah salah satu cabang seni yang diciptakan manusia
dengan menggunakan rupa sebagai medium penggungkapan gagasan seni. Yang
termasuk ke dalam seni rupa adalah garis, bidang, bentuk, huruf, angka, warn,
bahkan cahaya. Karena perbedaan rupa yang dijadikan medium inilah kemudian
dikenal cabang-cabang seni rupa seperti seni lukis, seni patung, seni grafis,
seni desain, dan sebagainya.
Sebagai karya seni, seni rupa dapat dikelompokkan dalam berbagai
kepentingan. Berdasarkan bentuknya dineal adanya karya seni rupa dua dimensi
(dwimatra) dan karya seni rupa tiga dimensi (trimatra). Karya seni rupa dua
dimensi adalah karya seni rupa yang diterakan pada bidang datar seperti gambar,
lukisan, dan sejenisnya. Sedangkan karya seni rupa tiga dimensi dalah karya
seni rupa yang menggunakan bentu-bentuk yang memiliki tiga ukuran (panjang,
lebar, tinggi) sebagai mediumnya, seperti patung, karya kriya, dan sejenisnya.
Selain penggolongan berdasarkan bentuknya, karya seni rupa juga dapat
dikelompokkan berdasarkan fungsi kegunaannya dalam konteks kehidupan manusia.
Berdasarkan kegunaannya dikenal adanya seni rupa murini (pure art/fine art) dan
seni rupa pakai (applied art) yang sering disebut dengan seni kriya.
Seni rupa murni atau seni murni adalah karya seni yang dimaksudkan untuk
penikmatan semata dan tidak memiliki kegunaan praktis dalam kehidupan
sehari-hari. Karya seni murni dapat kita temukan dalam bentuk lukisan, patung,
dan sejenisnya. Sedangkan seni rupa pakai atau seni pakai adalah karya seni
rupa yang selain sebagai karya seni rupa juga memiliki fungsi atau kegunaan
praktis dalam kehidupan s ehari-hari. Oleh karena itu, seni rupa pakai biasa
dikenal sebagai seni kriya (craft).
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kriya berarti kerajinan tangan. Jadi
dalam pengertian terbatas seni kriya dapat diartikan sebagai kerajinan tangan.
SEJARAH SENI RUPA
Perkembangan seni rupa dapat dirunut sejak zaman purbakala hingga era
modern. Secara garis besar, sejarah seni rupa terbagi dalam beberapa periode
sebagai berikut:
·
Seni Rupa Zaman
Prasejarah
Seni rupa dapat dikatakan sebagai bagian budaya yang tua. Dalam batas-batas
tertentu, seni rupa telah ada sejak manusia mengenal peradaban. Karya-karya
yang dimaksud ditemukan dalam bentuk gerabah yang diberi ornament hias
tertentu, patung-patung leluhur masyarakat prasejarah, serta catatan-catatan
(dalam bentuk gambar) yang digoreskan pada dinding-dinding goa.
Pada akhir abad ke-19 dan permulaan abad ke-20, ditemukan pada beberapa
tempat hasil seni yang dianggap orang paling tua hingga saat ini. Penemuan
tersebut merupakan lukisan-lukisan pada dinding gua-gua yang terdapat di
Perancis Selatan dan Spanyol Utara seperti di Combaralles, Font de Gaume,
Altamira, dan Alpera.
Lukisan-lukisan yang dibuat pada dinding-dinding dan langit-langit gua
tersebut dibuat dengan digurat atau dicukil dengan batu tajam. Cukilan ini
diberi warna memakai batu dangklik) dicampur dengan lemak binatang sebagai
perekatnya. Kebanyakan terdapat gambar-gambar binatang bison atau sapi hutan.
Ada juga beruang, rusa kutub, kuda liar, dan babi hutan.
·
Peradaban
Bangsa-bangsa Kuno
Bangsa-bangsa timur yang mendiami daerah Timur Tengah dan Asia Kecil serta
daerah Mesir dikenal sebagai bangsa-bangsa yang memiliki peradaban tinggi. Di
mesir kita dapat menyaksikan sisa-sisa peradaban tinggi dalam bentuk karya seni
arsitektur, patung, serta lukisan dinding yang bernilai tinggi seperti
piramida, spinx serta relief-relief dan lukisan pada dinding bagian dalamnya.
Selain bangsa Mesir, bangsa Babilonia, Asiria, dan Persia merupakan
bangsa-bangsa yang memiliki kebudayaan yang tinggi.
Bangsa Yunani dan Romawi sering dijadikan titik awal perkembangan seni rupa
di dunia. Lukisan-lukisan karya pelukis Yunani kuno menampilkan bentuk-bentuk
geometris yang diterakan pada permukaan keramik, jambangan, serta benda-benda
kerajinan tangan lainnya. Sementara itu, bangsa Romawi karyanya dapat kita
saksikan di dalam rumah-rumah bangsawan di kota Pompei.
·
Seni Rupa Zaman
Abad Pertengahan
Periode ini berlangsung mulai tahun 476 Masehi yakni pada awal perkembngan
agama Nasrani di Romawi, dan berakhir pada tahun 1492, yakni pada saat
ditemukannya benua Amerika. Karya-karya seni rupa abad pertengahan banyak
dipengaruhi oleh corak budaya Yuani Purba dan Romawi yang menganut kepercayaan
politheisme (menyembah banyak dewa) dan dicampur dengan ajaran-ajaran Nasrani.
Pada zaman ini gereja memiliki pengaruh yang sangat besar.
·
Seni Rupa Zaman
Renaissance
Zaman renaissance merupakan zaman perubahan besar-besaran dalam berbagai
bidang keilmuan dan seni budaya. Kemapanan gereja mulai terusik oleh berbagai
pertentangan serta penemuan dalam bidang-bidang
keilmuan. Penemuan-penemuan baru dalam bidang geografi, fisika,
astronomi telah dianggap sebagai hal yang menentang keberaddan da kemapanan
agama. Galileo (1564-1642), seorang ahli fisika, ahli astronomi dan juga
filsuf, ditangkap dan dipenjara dengan tanpa ditentukan batas waktunya karena
penemuannya bertentangan dengan hokum-hukum yang dipercayai gereja.
Tokoh-tokoh seni rupa yang terkenal pada periode ini adalah Leonardo da
Vinci, Michelangelo, dan Rafael Santi. Karya-karya penting pada masa ini
terdapat pada bentuk-bentuk bangunan gereja, lukisan-lukisan dinding, relief
pada pintu-pintu rumah dan bangunan gereja, serta patung-patung perunggu yang
menghiasi hampir seluruh gereja di Italia serta seluruh Eropa Barat dan Eropa
Timur.
·
Seni Rupa Zaman
Barok dan Rokoko
Kata Barok (baroque) berasal dari bahasa Romawi yang berarti “tidak
beraturan” atau “menyimpang”. Michelangelo dan Palladio dianggap sebagai
pelopor dari gerakan ini. Zaman Barok terlahir pada pertengahan abad ke-16
sebagai awal mula pengaruh seni Italia ke seluruh daratan Eropa.
Jika misi renaissance adalah melepaskan diri dari cara berpikir zaman
pertengahan dan dipenuhi pola pikir gereja, maka barok melepaskan diri dari
keterikatan tema-tema serta nuasnsa-nuansa yang terkandung pada masa
renaissance. Lukisan-lukisan pada zaman barok terkesan berlebihan dari keadaan
sebenarnya. Peter Paul Rubens (1577-1640), seorang seniman Belanda, melukiskan
tubuh-tubuh orang penuh dengan otot-otot serta tokoh-tokoh perkasa.
Rococo diambil dari kata “rocaile” yang berarti seni kulit kerang, sejenis
kesenian yang sangat digemari pada saat itu di Italia. Pada zaman inilah
bentuk-bentuk penyelewengan kaidah seni tampil meluas. Lukisan-lukisan dibuat
menjadi lebih indah dari aslinya, lebih hebat, dan menyimpang dari sebenarnya.
Karya seni menjadi barang pesanan kaum bangsawan dan saudagar yang memiliki
banyak uang. Pada zaman ini kkary seni diperjualbelikan secara salah dan
menjadi komoditas yang tidak berharga.
·
Seni Rupa Abad
ke-19
Penggalian kembali corak-corak lama, seperti yang terdapat pada gaya-gaya
Yunani Purba dan Romawi telah melahirkan aliran-aliran baru yang dikenal dengan
alisan klasik dan neo klasisme dalam seni lukis dan seni patung.
Beberapa catatan penting yang dapat disajikan dalam perkembangan seni rupa
pada abad ke-19 ini adalah sebagai berikut:
1.
Munculnya
berbagai aliran seni rupa seperti romaantisme, impresionisme, realism,
simbolisme, munumentalisme, dll.
2.
Terlepasnya
pengaruh agama, terutama gereja, dari corak, gaya serta nafas kesenian secara
umum.
3.
Para pelukis
semakin berani melakukan percobaan dengan berbagai penggunaan warna cerah
sebagai pencurahan emosi dan pemikiran.
4.
Seniman bukan
lagi dari kalangan bangsawan atau memiliki status social tinggi, melainkan juga
banyak yang berasal dari kalangan bawah.
Beberapa tokoh seniman yang terlahir pada abad ke-19 dan mewakili
aliran-aliran yang dianutnya adalah sebagai berikut:
Klasisisme : arsitek Bartholome Vignon (1762-1846), pelukis Jacques Louis David (1748-1825)
Romantisme : Raden Saleh Sjarif Bastaman, Ludwig Richter, Kasper Friederich.
Impresionisme : Jean Claude Monet, Eduard Manet dll
Neo Impresioniesme : Paul Cezanne, Paul Gauguin, dll.
Realisme : George Hendrik Breitner, Auguste Rodin, dll.
Simbolisme dan Monumentalisme : Willian Blake, Pierre Puvis de Chavannes, dll
Ekspresionisme : Vincent van Gogh, Eduard Munch, dll.
·
Seni Rupa Abad
ke-20
Dengan pecahnya Perang Dunia I, timbullah berbagai gerakan perbaikan dalam
bidang seni rupa yang meliputi fisik,
material, mental, dan spiritual. Berdirinya Negara-negara baru sebagai hasil
perjuangan negeri-negeri jajahan bangsa Eropa, telah membangkitkan semangat
baru dalam bidang seni rupa.
Aliran-aliran yang bermunculan pada abad ke-20 ini antara lain fauvism yang
dimotori oleh Henri Matisse, dll. Kubisme menampilkan pelukis Pablo Picasso,
Leo Getel, dll. Futurisme menampilkan tokoh-tokoh peuis Carlo Carra dan Buido
Severini. Absolutisme menampilakn pelukis Wassily Kadinsky.
Klasifikasi
Karya Seni Rupa
Posted
on October 10, 2009 by mazgun
Jika kita melihat karya-karya seni rupa yang berkembang pesat
dan kian beraneka ragam jenisnya terkadang membuat kita kesulitan menggolongkan
karya-karya seni rupa tersebut. Begitupun dalam menyebut atau memberi nama
sebuah karya seni rupa seringkali masih kurang tepat, bahkan jauh dari
pengertian yang sesungguhnya. Hal tersebut lebih dikacaukan lagi dengan tidak
adanya batasan dan fungsi yang pasti dalam proses pembuatannya. Sebagai contoh
karya-karya seni terapan yang pada kenyataannya tidak memiliki fungsi secara
praktis terhadap kebutuhan fisik manusia, namun hanya sekedar bertujuan
dekoratif atau menghias saja. Demikian pula pada sebagian karya seni murni yang
ternyata tidak sekedar memenuhi kebutuhan estetik semata, namun dapat berfungsi
menopang kebutuhan hidup manusia secara fisik, atau dengan kata lain memiliki
nilai pakai.
Kenyataan seperti di atas memang dapat terjadi pada sebagian
karya seni rupa. Namun, jika kita lihat pendekatan secara umum kita dapat
menggolongkan karya-karya seni rupa sebagai berikut:
1. Karya Seni Rupa Murni (fine art)
Karya seni rupa murni merupakan jenis karya seni rupa yang
dibuat dengan tujuan memenuhi kebutuhan estetik atau nilai-nilai keindahan
semata, terlepas dari fungsi praktis. Karya semacam ini dibuat untuk
kepentingan mengekspresikan emosi atau perasaan penciptanya. Yang tergolong
karya seni murni yaitu seni lukis, seni patung, dan seni grafis. Seni lukis
merupakan karya yang umumnya berbentuk dua dimensi dan dibuat di atas permukaan
kertas, kanvas, dinding, kaca dan bahan lain yang memungkinkan untuk itu. Bahan
pewarna yang digunakan dpat menggunakan cat, tinta, arang, pensil dan
lain-lain. Ada pula karya seni lukis yang dibuat pada tubuh manusia yang lazim
disebut body painting. Teknik melukis dapat beragam. Secara konvensional dengan
menyapukan bahan pewarna menggunakan alat berupa kuas, namun ada pula teknik
melukis yang memanfaatkan plototan cat dari tubenya, atau bahkan dengan sapuan
jari-jari tangan senimannya. Seni patung merupakan karya seni rupa yang
berbentuk tiga dimensi (dapat dinikmati dari beberapa arah pandang) dibuat
dengan menggunakan berbagai media seperti, kayu, batu, semen, fiber, lilin,
tanah liat atau bahkan es. Teknik membuat patung menyesuaikan dengan bahan yang
dipakai, dengan cara membentuk dengan tangan, membutsir, memahat, ataupun
dengan teknik cetak. Corak seni patung juga bermacam-macam, ada patung
naturalis yang menggambarkan benda seperti wujud asli yang ada di alam, ada
pula yang bercorak abstrak sehingga sulit dikenali bentuknya. Sedangkan seni
grafis merupakan jenis karya seni rupa yang dibuat dengan teknik cetak seperti
teknik cukil, lithografi, cap, cetak sablon dan lain-lain. Seperti halnya seni
lukis, seni grafis dibuat untuk tujuan mengekspresikan emosi dan gagasan senimannya.
2. Seni Rupa Terapan (applied-art)
Berbeda dengan seni rupa murni, seni rupa terapan dibuat dengan
mengutamakan tujuan praktis, dengan kata lain dimanfaatkan fungsi pakainya
untuk memenuhi kebutuhan fisik manusia. Namun demikian karya seni rupa
terapan diupayakan memilki nilai artistik pula. Membuat karya seni rupa terapan
tidak sebebas membuat karya seni rupa murni karena di dalamnya harus
mempertimbangkan persyaratan-persyaratan tertentu, seperti syarat keamanan
(security), kenyamanan (comfortable), dan keluwesan dalam penggunaan
(flexibility).
Mengingat banyaknya jenis karya tersebut, maka karya seni rupa
terapan dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu desain dan kriya. Desain
merupakan karya seni yang dibuat berdasarkan pesanan atau permintaan clien
(pemesan). Yang termasuk dalam karya desain yaitu; desain grafis (desain
komunikasi visual), desain arsitektur (rancang bangun), dan desain produk.
Karya desain grafis adalah karya yang dibuat untuk mengkomunikasikan pesan
tertentu kepada publik atau khalayak umum seperti poster, iklan, baliho,
selebaran, pamflet, banner, kartu ucapan, desain undangan dan lain-lain. Desain
arsitektur adalah karya seni rupa yang bertujuan memenuhi kebutuhan akan hunian
atau tempat tinggal dan fasilitas umum seperti rumah, gedung, tempat ibadah,
jembatan dan lain-lain. Sedangkan desain produk merupakan karya seni rupa yang
berupaya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari seerti perabot rumah tangga, alat
elektronik, alat komunikasi, alat transportasi, aksesoris, busana, dan
lain-lain.
Ketiga jenis desain di atas umumnya dibuat dengan menggunakan
alat-alat berteknologi modern dan mamanfaatkan bahan-bahan sintetis atau bahan
buatan. Karena dibuat dengan menggunakan mesin, maka produksinya dapat dibuat
dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang relatif singkat, namun unsur ekspresi
tidak tersampaikan secara bebas karena prosesnya tidak melibatkan sentuhan
tangan langsung dari penciptanya.
Seni kriya atau seni kerajinan memilki perbedaan dengan desain.
Kebanyakan karya seni kriya dibuat secara tradisional dengan keterampilan
tangan pembuatnya dan banyak memanfaatkan bahan-bahan alam seperti kayu, bambu,
batu, logam, tanah liat, kulit binatang, dan lain-lain. Karya seni kriya kini
banyak digemari karena unsur keasliannya, tak heran orang-orang banyak yang
merasa bangga mengoleksi barang-barang kriya daripada barang-barang buatan
pabrik. Yang termasuk dalam golongan karya seni kriya diantaranya; keramik
(gerabah), ukir kayu, kerajinan kulit, anyaman, batik, dan kerajinan logam.
Pada perkembangannya jenis seni kriya jauh lebih banyak
mengeksplorasi bahan-bahan alam seperti kulit kerang, batu-batuan, bahkan
tumbuhan. Banyak pula sebagian bahan limbah dan bahan sintetis yang kemudian
dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan seperti limbah plastik, kertas, karet, dan
lain-lain. Sekalipun memanfaatkan bahan buatan, namun karya-karya semacam ini
tetap digolongkan dalam seni kriya. Barangkali orang-orang lebih banyak
melihatnya dari segi proses membuatnya yang mengandalkan kreativitas dan
keterampilan tangan ketimbang dari segi bahan. Kini seni kriya tumbuh makin
pesat di Indonesia. Banyak daerah-daerah yang kemudian menjadi sentra-sentra
kerajinan. Kondisi geografis dan demorafi Indonesia merupakan faktor pendukung
menjamurnya seni kerajinan Nusantara.
Di bawah ini contoh beberapa karya seni rupa yang disebutkan
dalam klasifikasi karya seni rupa di atas:
Karya seni lukis

Karya seni grafis

Karya seni patung

Desain arsitektur

Desain produk

Desain grafis / desain komunikasi visual

Kriya keramik

Kriya batik

Kriya ukir kayu

Kriya logam

Kriya anyam

Kriya kulit

Kriya dengan memanfaatkan bahan limbah

Seni merupakan sebuah karya manusia yang
mengandung unsur-unsur keindahan. Seni sendiri memiliki banyak cabang, mulai
dari seni musik, seni tari, seni sastra, seni teater, hingga seni rupa.
Pembahasan
Dalam karya seni rupa, secara garis besar karya seni berdasarkan bentuk
dibagi menjadi 2, yaitu karya seni rupa 2 dimensi dan karya seni rupa 3
dimensi.
Karya seni 2 dimensi merupakan sebuah karya yang hanya memiliki batas dua
sisi, dimana karya ini hanya memiliki ukuran panjang dan lebar serta tidak
memiliki ruang. Selain itu karya ini memiliki ciri hanya bisa dinikmati dari 1
arah, medium pembuatannya berupa bidang datar, serta memiliki dimensi luas.
Contoh karya 2 dimensi seperti lukisan, karikatur, mozaik, logo, foto, dan
banner.
Karya seni 3 dimensi merupakan sebuah karya yang tidak sekedar memiliki ukuran
panjang dan lebar, namun juga memiliki ukuran volume. Selain itu karya ini
memiliki ciri dapat dinikmati dari segala arah dan menempati ruang. Contoh
karya seni 3 dimensi seperti topeng, patung, miniatur, kriya, dan guci.
Kesimpulan
5
Contoh karya seni rupa 2 dimensi, antara lain seperti :
Seni Rupa 2 Dimensi – Manusia hidup membutuhkan
suatu seni agar tidak terasa hambar dan monoton sehingga
merasa cepat bosan. Sebuah karya seni yang indah tentu bisa membuat perasaan
senang dan merubah mood seseorang yang tadinya bosan jadi bersemangat.
Sebagai contohnya adalah hasil-hasil
karya seni rupa 2 dimensi yang mempunyai nilai artistik yang sangat tinggi.
Pengertian dari seni rupa 2 dimensi sendiri adalah sebuah karya seni rupa yang
hanya memiliki dua sisi saja yaitu sisi lebar dan sisi panjang.
Sehingga seni rupa jenis ini tidak
memiliki ruang karena tidak adanya unsur ketebalan. Jadi hasil karya seni yang
ini hanya bisa dinikmati melalui satu sisi saja. Membahas serta mengapresiasi
suatu karya seni rupa tentu tidak lepas dari hal-hal penting yang menjadi
prinsip dasarnya.
Karena seni rupa termasuk salah satu
dari berbagai cabang seni yang hasil karyanya bisa dinikmati oleh indera
penglihatan dan perabaan. Karya seni rupa biasa juga disebut visual art yaitu
karya seni yang dapat dilihat dan mempunyai wujud nyata.
DAFTAR ISI ARTIKEL
·
Teknik-Teknik Seni Rupa 2 Dimensi
·
Penutup
Teknik-Teknik Seni Rupa 2 Dimensi
Karya seni rupa memiliki fungsi guna
menunjang kebutuhan hidup sehari-hari manusia. Oleh karena itu dalam proses
pembuatannya jenis seni rupa yang satu ini membutuhkan teknik-teknik khusus.
Berikut adalah beberapa teknik yang dapat digunakan dalam rangka pembuatan seni
rupa 2 dimensi:
1. Teknik Plakat
Jenis teknik yang satu ini adalah
yang paling sering digunakan pada saat melukis. Teknik plakat ini
biasanya menggunakan cat poster dan cat minyak akrelik dengan cara
digoreskan agak tebal. Sehingga warna yang dihasilkan benar-benar bagus sangat
padat dan pekat.
2. Teknik Kolase
Merupakan teknik melukis yaitu
caranya dengan memotong kertas kemudian kertas tersebut ditempelkan pada obyek
tertentu sehingga membentuk lukisan. Dengan teknik ini dapat menghasilkan
lukisan yang abstrak atau realis dari potongan kertas yang tadi ditempelkan.
Hasil dari karya seni rupa yang memakai teknik ini sering disebut dengan
mozaik.
3. Teknik Transparan
Teknik transparan ini adalah teknik
yang seringkali dipakai pada saat melukis atau menggambar. Pada teknik ini
biasanya menggunakan cat air namun hanya digoreskan secara tipis-tipis saja
jadi menghasilkan tekstur yang begitu transparan.
4. Teknik Melipat, Menggunting, Dan Merekat (3 M)
Teknik yang satu ini merupakan
teknik manipulasi beberapa lembaran kertas yang dirangkai sedemikian rupa
hingga membentuk sebuah karya seni rupa 2 dimensi.
Jadi untuk menghasilkan sebuah karya
seni yang indah dan disukai banyak orang pasti membutuhkan keahlian dan
teknik-teknik khusus. Sebuah karya seni tidak akan berarti apa-apa jika
didalamnya tidak mengandung nilai yang artistik. Karena itu sebelum membuat
sebuah karya seni hendaknya terlebih dulu memperhatikan teknik-tekniknya.
Contoh Seni Rupa 2 Dimensi
Hasil karya seni rupa sekarang ini
dengan mudah dan banyak sekali bisa kita jumpai dimana-mana. Hasil karya
tangan-tangan yang penuh kreatif dan imajinatif ini bisa dijadikan sebagai
lahan guna menambah penghasilan. Berikut ini beberapa contoh hasil karya seni
rupa 2 dimensi yang mempunyai nilai seni yang sangat tinggi, yaitu:
1. Gambar
Perwujudan dari gambar sendiri lebih
menekankan pada unsur bentuk, garis, dan aspek kegunaan tanpa menggunakan
ekspresi. Jadi hasil karya seni rupa dalam wujud gambar ini kelihatan lebih
nyata untuk dinikmati. Sebagai contohnya adalah seperti gambar arsitektur,
gambar ilustrasi, dekorasi, desain dan lain sebagainya.
2. Lukisan
Merupakan karya seni rupa 2 dimensi
yang dibuat dengan menggunakan media seperti kain kanvas, dinding hingga
kertas. Proses pembuatan dari lukisan itu sendiri yaitu dengan memoleskan cat
dengan menggunakan pisau palet, kuas lukis, serta peralatan jenis lain. Semua
itu dilakukan di atas media lukis hingga membentuk sebuah gambar yang
diinginkan.
Satu hal yang menarik dari sebuah
lukisan adalah nilai yang terkandung didalam lukisan tersebut. Maka dalam
pembuatannya dibutuhkan imaginasiyang tinggi serta skill (keahlian)
yang mumpuni agar menelurkan lukisan yang luar biasa.
3. Seni Grafis
Seni grafis sendiri termasuk salah
satu cabang seni rupa yang mana dalam proses pembuatannya membutuhkan alat
bantu. Sebagai contohnya adalah seni fotografi karena dalam pengerjaannya
fotografi membutuhkan alat bantu kamera. Dengan kamera ini akan menghasilkan
foto-foto yang sangat bagus sama persis dengan obyeknya.
4. Kaligrafi
Termasuk sebuah karya seni artistik
dalam bahasa arab dengan menggunakan berbagai media seperti kertas, kain
kanvas, kayu, dinding maupun kuningan. Dalam pembuatannya seni kaligrafi ini
merupakan bentuk ekspresi dalam hal keagamaan serta budaya Islam. Hasil karya
seni kaligrafi ini sering kita jumpai di masjid-masjid dan yang paling terkenal
yaitu kaligrafi sufi.
5. Seni Fotografi
Fotografi ini termasuk kedalam seni
grafis yang mana dalam perkembangannya semakin banyak diminati orang. Hal ini
tentu saja karena semakin canggih dan semakin mudahnya alat bantu yang dipakai
yaitu kamera. Apalagi sekarang ini hampir semua handphone sudah dilengkapi
dengan fitur kamera yang canggih.
Sehingga dimanapun dan kapanpun
orang bisa mengekspresikan diri dengan memakai kamera tersebut. Dengan tidak
sadar mereka itu sudah menghasilkan sebuah karya seni yakni seni fotografi.
6. Seni Mozaik
Merupakan jenis karya seni rupa yang
pembuatannya dengan cara menyusun suatu benda hingga membentuk wujud tertentu.
Wujud benda ini tentu saja mempunyai nilai estetis tinggi serta membutuhkan
bahan-bahan tertentu. Sebagai bahan utama bisa menggunakan kulit telur, pecahan
kaca, keramik, dan serpihan kayu.
7. Poster
Pembuatan poster ini biasanya diatas
kertas dan membentuk suatu wujud yang mampu memberikan suatu informasi.
Informasi yang diberikan ini bisa berupa suatu ajakan ataupun pesan propaganda.
Poster termasuk seni rupa 2 dimensi yang sangat efektif sebagai iklan dalam
mempromosikan suatu produk.
Tokoh Seni Rupa 2 Dimensi
Jika dilihat secara keseluruhan ada
banyak tokoh seni rupa yang telah menghasilkan karya-karya seni yang sangat
indah. Tokoh-tokoh itu ada yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri.
Namun ada 2 tokoh lokal dan internasional yang hingga saat ini paling terkenal
dan disegani, yaitu:
a. Raden Saleh Sjarif Boestaman
Merupakan tokoh seni rupa yang lahir
di Semarang tahun 1807 lalu meninggal tahun 1880 di Bogor Jawa Barat. Bakatnya
sudah terlihat semenjak beliau masih kecil hingga kemudian bakatnya diasah
serta didampingi pelukis keturunan Belgia, A.A.J. Payen. Dibawah asuhan
gurunya ini kemampuan melukis Raden Saleh semakin meningkat.
b. Vincent Van Gogh
Termasuk salah satu pelukis terbesar
di dalam sejarah kesenian bangsa Eropa. Vincent ini lahir pada 30 Maret 1853
dan meninggal pada 29 Juli 1890. Banyak dari hasil karyanya yang bagus-bagus
dan dikenal luas di daratan Eropa
Dengan adanya 2 tokoh seni rupa yang
berdedikasi tinggi dalam kesenian ini membuat seni rupa tidak dipandang sebelah
mata. Karena hasil karya seni rupa sudah terbukti memiliki pengaruh yang sangat
penting dalam sendi-sendi kehidupan manusia. Dengan adanya karya seni rupa
hidup manusia jadi lebih berarti dan bermakna.
Penutup
Seiring dengan perkembangan jaman
yang semakin modern pertumbuhan seni rupa 2 dimensi sekarang ini mengalami
kemajuan. Apalagi dengan dukungan teknologi canggih yang menghasilkan alat-alat
bantu modern membuat perkembangan seni rupa jauh lebih mudah. Hal ini tentu
sangat menggembirakan sekali terutama bagi pecinta seni (seniman).
Sesederhana apapun bentuk dari karya
seni rupa pasti memiliki nilai estetis sendiri. Oleh karena itu menjadi
kewajiban kita untuk terus melestarikan dan mengembangkan seni rupa itu
sendiri. Baik itu karya seni rupa lokal maupun internasional harus sama-sama
kita lestarikan keberadaannya.
Mengidentifikasi 10 Jenis
Karya Seni Rupa 2 Dimensi
1. Sketsa
Sketsa adalah rancangan yang
kasar dari suatu komposisi atau sebagian komposisi dibuat demi kepuasan
pribadi.
Pribadi
seniman ada beberapa hal yaitu skala, perbandingan, komposisi, penyinaran dan
lain sebagainya.
2. Fotografi
Fotografi adalah sebuah
kegiatan atau proses menghasilkan suatu seni gambar/foto melalui media cahaya
dengan alat yang disebut kamera dengan maksud dan tujuan tertentu.
3. Lukisan
Lukisan adalah karya seni
yang proses pembuatannya dilakukan dengan memulaskan cat dengan alat kuas
lukis, pisau palet atau peralatan lain, yaitu memulaskan berbagai warna dan
nuansa gradasi warna, dengan kedalaman warna tertentu juga komposisi warna
tertentu dari bahan warna pigmen warna dalam pelarut
(atau medium) dan gen pengikat (lem) untuk pengencer air, gen pegikat berupa minyak linen
untuk cat minyak dengan pengencer terpenthin, pada permukaan (penyangga)
seperti kertas, kanvas atau dinding.
4. Poster
Poster adalah karya seni atau desain grafis
yang memuat komposisi gambar dan huruf di
atas kertas berukuran besar. Pengaplikasiannya dengan ditempel di dinding atau
permukaan datar lainnya dengan sifat mencari perhatian mata sekuat mungkin.
Karena itu poster biasanya dibuat dengan warna-warna kontras dan kuat.
5. Seni Grafis
Seni grafis adalah cabang seni
rupa yang proses pembuatan karyanya menggunakan teknik cetak, biasanya di atas kertas.
6. Batik
Batik adalah kain bergambar yang
pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudian
pengolahannya diproses dengan cara tertentu yang memiliki kekhasan.
7. Mozaik
Mozaik adalah seni dekorasi dari kepingan bahan keras
yang disusun dan ditempelkan dengan pelekat atau bisa disebut dengan kegiatan
menata pecahan menjadi bentuk tertentu dengan berdasarkan warna.
8. Kaligrafi
Kaligrafi adalah suatu corak atau bentuk seni
menulis indah dan merupakan suatu bentuk keterampilan tangan serta dipadukan
dengan rasa seni yang terkandung dalam hati setiap penciptanya.
9. Ilustrasi
Ilustrasi adalah hasil
visualisasi dari suatu tulisan dengan teknik drawing, lukisan, fotografi, atau teknik seni rupa lainnya yang
lebih menekankan hubungan subjek dengan tulisan yang dimaksud daripada bentuk.
10. Logo
Logo adalah grafis tanda atau lambang yang digunakan
oleh perusahaan komersial, organisasi, dan bahkan individu untuk membantu dan
mempromosikan pengakuan public instant.
B. Membandingkan 10
Jenis Karya Seni Rupa 2 Dimensi
1. Sketsa
Karya diatas merupakan karya
seni rupa murni. Tekniknya adalah menggambar. Medianya adalah kertas dan
alat-alatnya pensil, spidol, penggaris, dsb. Sketsa ini biasanya menggambar
hanya bagian dasarnya saja sebagai acuan untuk menggambar yang sebenarnya.
Nilai estetis dalam karya ini adalah keindahan atau keanehan pada setiap
sketsa.
2. Fotografi
Tema dari hasil fotografi ini
adalah alam. Tekniknya adalah menggambar dengan cahaya. Medianya jika dicetak
adalah kertas foto dan tinta, sedangkan alat untuk mengambil foto adalah
kamera. Seni ini termasuk seni rupa kontemporer. Keindahan terlihat pada
hijaunya sawah dengan perpaduan para petani yang berjalan. Hal ini menggambarkan bahwa
para petani yang berjalan menuju sawah mereka untuk berladang.
3. Lukisan
Dari lukisan diatas dapat kita
ketahui ragam yang terdapat dalam karya seni tersebut. Karya seni rupa ini
termasuk kedalam karya seni rupa murni. Berdasarkan tekniknya karya ini
termasuk kedalam karya seni lukis. Dan berdasarkan perkembangannya termasuk kedalam
seni rupa zaman baru/modern. Dapat dilihat dari segi temanya adalah segerombolan kuda. Nilai estetis yang dapat kita lihat adalah
pemandangan yang indah dengan perpaduan warna yang sesuai dengan aslinya.
Medium/media untuk lukisan ini biasanya seperti kertas atau kanvas. Alat-alat
yang digunakan pun juga sederhana seperti pensil, kuas, cat warna, pena,
pastel/crayon. Dan tekniknya adalah melukis.
4. Poster
Berdasarkan tekniknya karya
seni poster biasanya adalah melukis ataupun menggambar. Seni rupa ini termasuk
seni rupa terapan. Medianya adalah kertas , dan alat-alatnya biasanya adalah
cat, tinta. Biasanya bisa langsung di media kertas dengan digambar langsung
ataupun digambar di computer terlebih dahulu. Karya seni ini merupakan karya
seni rupa modern. Nilai estetisnya bisa dilihat dari keindahan gambar yang
dibuat yang menyimbolkan sesuatu karena poster bersifat untuk mengajak
seseorang agar seseorang tahu apa yang dimaksud poster biasanya ditambahkan
tulisan ataupun gambar yang mendukung.
5. Seni Grafis
Dari contoh seni
grafis diatas, kita dapat mengetahui bahwa karya seni grafis termasuk dalam
karya seni rupa kontemporer atau modern. Karena manusia bisa membuat sesuatu
yang berlebihan sesuai dengan ide dalam pikirannya dan memperkembangkan suatu
karya sesuatu maka dari itu disebut kontemporer. Tekniknya biasanya lukis
ataupun menggambar. Termasuk seni rupa murni. Temanya adalah tumbuhan. Karya tersebut memiliki
nilai estetis tersendiri. Medianya biasanya
hanya diperlihatkan melalu media social, tetapi kadang juga dicetak di media
kertas.
6. Batik
Karya seni batik
merupakan seni rupa terapan. Menurut tekniknya adalah membatik. Medianya adalah
kain dan alat-alatnya adalah kompor, canting, wajan, timba, pensil. Bahannya
adalah berpa malam yang dipanaskan kemudian dituangkan ke kain sesuai pola.
Seni ini termasuk seni rupa modern/kontemporer. Simbol dan nilai estetis tergantung
pada batik, karena setiap daerah mempunyai symbol/desain batik yang
berbeda-beda.
7. Mozaik

Karya seni mozaik ini adalah karya seni rupa terapan. Teniknya adalah menempel. Medianya bisa bermacam-macam, seperti kain, kertas, kanvas, dll. Alat-alatnya adalah pensil, pena, lem, kepingan kecil. Karya seni ini adalah karya seni kontemporee. Adapun keindahan dalam mozaik diatas adalah uniknya gambar burung. Itulah yang disimbolkan dari karya seni rupa mozaik.
8. Kaligrafi
Dari karya
kaligrafi diatas tekniknya adalah melukis atau menggoreskan pensil agar
membentuk goresan kasar pada media yang digunakan. Merupakan seni rupa murni.
Medianya pun bisa beragam seperti kertas, kanvas, kain, dsb. Karya seni ini
termasuk dalam karya seni rupa modern. Nilai estetisnya adalah keindahan
tulisan Al-Quran tersebut yang dimodifikasi dengan sangat indah dan bisa
menyentuh kerohanian seseorang. Biasanya juga dibuat symbol sebuah pesantren
atau yang lainnya yang berbau islamiyah.
9. Ilustrasi
Karya seni ini termasuk karya
seni rupa terapan. Tekniknya adalah menggambar. Medianya jika dicetak adalah
kertas, bisa juga hanya digambar di komputer saja. Karya seni ini termasuk
karya seni rupa modern/kontemporer. Keindahannya adalah terkadang ilustrasi
dapat bergerak jika dibuat komik/kartun. Dan ilustrasi bertujuan mengajak para
pembaca/penikmat.
10. Logo
Karya seni ini
merupakan seni rupa terapan. Dan termasuk seni rupa modern. Tekniknya adalah
menggambar/mendesain. Mediumnya bisa dibuat dikomputer agar lebih indah.
Biasanya logo ini menyimbolkan suatu organisasi tertentu dan setiap organisasi
mempunyai simbol yang berbeda-beda. Seperti logo SMAN 1 Genteng menyimbolkan bahwa logo ini milik SMAN 1 Genteng.
C. Mengidentifikasikan Fungsi 10 Karya Seni Rupa 2 Dimensi
1. Sketsa
Memberi gambaran
terhadap tema, mempertajam pengamatan, meningkatkan kemampuan.
2. Fotografi
Mengabadikan
moment tertentu, hiasan dinding, dan dokumentasi acara.
3. Lukisan
Memperjelas
pengungkapan, ide, pikiran, perasaan dan lain-lain dan sebagai pajangan
di dinding rumah atau tempat lainnya.
4. Poster
Mengiklankan
barang/lainnya, media informasi, dekorasi interior, media propaganda.
5. Seni Grafis
Produksi media informasi
dan komunikasi, produksi media promosi, apresiasi seni dan kreativitas,
pekerjaan atau hobi, menambahkan nilai estetika.
6. Batik
Dekorasi interior,
untuk busana ataupun pakaian.
7. Mozaik
Hiasan dinding,
dekorasi interior, mengembangkan daya piker, ide dan kreativitas.
8. Kaligrafi
Media kerohanian, informasi penghubung masyarakat yang merupakan bagian dari sarana peralihan kebudayaan dan
peradaban.
9. Ilustrasi
Memberikan bayangan setiap karakter di dalam cerita, memberikan bayangan bentuk
alat-alat yang digunakan di dalam tulisan ilmiah, memberikan bayangan langkah
kerja, mengkomunikasikan cerita, menghubungkan tulisan dengan kreativitas dan
individualitas manusia, memberikan humor-humor tertentu untuk mengurangi rasa
bosan, dapat menerangkan konsep yang disampaikan.
10. Logo
Penanda sebuah
bisnis/lembaga, sebagai perbedaan dengan yang lain, sebagai
keunggulan dengan yang lain.
D. Membedakan Fungsi 10 Karya Seni Rupa 2 Dimensi
1. Sketsa
Seni rupa murni
2. Fotografi
Seni rupa murni
3. Lukisan
Seni rupa murni
4. Poster
Seni rupa terapan
5. Seni Grafis
Seni rupa murni
6. Batik
Seni rupa terapan
7. Mozaik
Seni rupa murni
8. Kaligrafi
Seni rupa murni
9. Ilustrasi
Seni rupa terapan
10. Logo
Seni rupa terapan
Seni rupa terapan
Seni Rupa Murni Mancanegara
Asia
Membuat karya dua dimensi yang dikembangkan dari beragam unsur seni rupa
Nusantara dan mancanegara dan diluar Asia teknik seni rupa Nusantara dan
mancanegara diluar Asia 102
seni rupa gambar karya 2 dimensi gambar karya seni rupa mancanegara gambar karya seni rupa murni gambar karya seni rupa nusantara
Memasukkan dan Memodifikasi Gambar karya seni rupa gambar karya 2 dimensi seni rupa mancanegara gambar karya seni rupa murni gambar karya seni rupa nusantara
seni rupa gambar karya 2 dimensi gambar karya seni rupa mancanegara gambar karya seni rupa murni gambar karya seni rupa nusantara
Memasukkan dan Memodifikasi Gambar karya seni rupa gambar karya 2 dimensi seni rupa mancanegara gambar karya seni rupa murni gambar karya seni rupa nusantara
Ragam Karya Seni Rupa Mancanegara
I. PERKEMBANGAN SENI
Perkembangan kesenian di seluruh dunia
tidak terlepas dari pengaruh kebudayaan masyarakatnya, tidak terkecuali dengan
bentuk kesenian yang tumbuh dan berkembang di Indonesia. Tema-tema yang
menjiwai hasil karya seni maupun gaya penyajiannya, selalu berubah dan
berkembang sesuai dengan perubahan yang terjadi di masyarakat dan kondisi
lingkungannya.
Bentuk karya seni rupa, aliran-aliran seni
rupa dan gaya penciptaan seniman terus berkembang. Munculnya aliran
romantisme (menonjolkan khayalan yang indah-indah saja) disebabkan karena
kekecewaan masyarakat terhadap Napoleon. Penemuan listrik dan teknologi
mesin memunculkan banyak bentuk karya seni seperti aliran abstak, seni cetak
sablon, desain komputer grafis dan sebagainya. Jika ditinjau dari
perkembangannya sejarah bentuk seni sekarang ini dapat dikelompokkan menjadi :
a. Perkembangan ilmu pengetahuan
-
Ditemukan atom dan nuklir
-
Orang mulai berpikir tentang konsep abstrak
-
Seniman berlomba-lomba menemukan sesuatu yang baru
b. Perkembangan kebebasan pribadi
-
Tercetusnya asas-asas demokrasi menambah kebebasan berekspresi seniman
-
Seniman mulai berani melakukan eksperimen terhadap bahan, media dan teknik
c. Perkembangan industri dan teknologi
-
Ditemukan mesin yang dapat menggandakan karya
-
Seniman dengan kreatifitas tinggi mendapat kedudukan tinggi di perusahaan untuk
membuat desain
-
Kreatifitas seniman secara perseorangan menjadi ciri utama masa ini
-
Mengapresiasi karya mulai menggunakan media foto, televisi.
-
Pameran dan galeri seni mulai banyak bermunculan
d. Perkembangan tingkat apresiasi
-
Muncul kesepakatan tentang pengertian apresiasi
-
Karya seni tradisional (primitif) mendapat tempat yang baik karena dianggap
sebagai karya seni dengan ekspresi yang murni
-
Muncul aliran seni rupa yang terinspirasi dari bentuk karya seni primitif
seperti aliran kubisme
e. Reaksi masyarakat terhadap keadaan
sekitarnya
-
Seniman mulai tidak merasa puas dengan ciptaannya dan terus mencari yang baru.
-
Karya yang diciptakan mulai meninggalkan aturan-aturan yang berlaku.
-
Kritikus seni mulai muncul dengan sikap pro dan kontra terhadap penyimpangan
seniman dalam berkarya.
-
Seniman yang tahan terhadap kritikan menjadi lebih terkenal.
II. SENI RUPA INDONESIA
Seni rupa Indonesia sudah ada sejak jaman
nenek moyang. Tema, bentuk, media dan teknik yang digunakan terus
berkembang. Perkembangan seni rupa di Indonesia secara garis besar
dapat dikelompokkan menjadi :
a. Masa Prasejarah dan Tradisional
Tema-tema yang diambil biasanya
hewan-hewan buruan, cerita pemburuan dan sebagainya dengan warna-warna sederhana
yang diperoleh dari darah, bubuk tulang atau lumpur tanah. Karya yang
dibuat masih “anonim” yaitu tidak mewakili perseorangan.
Dengan masuknya Hindu-Budha, pola yang
dibuat berkembang menjadi cerita-cerita keagamaan. Kalian dapat melihat
relief yang terdapat di sekeliling candi Borobudur. Sedangkan pengaruh
masuknya agama Islam adalah dikenalkannya bentuk wayang kulit sebagai bagian
kebudayaan Indonesia.
b. Perintisan Modern Pertama
Masa ini dimulai sejak tahun 1800 an
ketika seniman tradisi Indonesia mulai meninggalkan bentuk-bentuk lama.
Mereka mulai kreatif mencipta karya seni yang lepas dari kepercayaan.
Raden Saleh Syarif Bustaman (1807-1880)
dianggap seniman Indonesia pertama yang berkesempatan belajar teknik modern
dalam berkarya seni khususnya seni lukis.
c. Perintisan Modern Kedua
Masa ini dikenal dengan masa Indonesia
Molek (Mooi Indie) karena tema-tema yang dibuat menampilkan suasana Indonesia
yang digambarkan sangat indah, elok, hijau subur, makmur. Bentuk-bentuk
gunung, sawah, pohon kelapa dengan sungai yang jernih menjadi ciri khas masa
ini.
d. Masa Pembaharuan Dasar (Kemerdekaan)
Muncul semangat Nasionalisme yang banyak
berpengaruh pada tema dan gaya seniman waktu itu. Karya-karya seni yang
muncul sering digunakan sebagai alat atau sarana untuk memompa semangat juang
para gerilya.
e. Masa Pendudukan Jepang
Pemerintah Jepang menyediakan lembaga
untuk menampung kegiatan para seni-man. Karena mereka ingin karya seniman
Indonesia menjadi alat propaganda yang efektif dan membantu pemerintah dalam
kekuasaannya. Kelompok kesenian yang terkenal masa ini adalah Keimin
Bhunka Sidhoso yang diketuai oleh Agus Jaya.
III. SENI RUPA BARAT
Seni rupa Barat sangat besar pengaruhnya
bagi perkembangan seni rupa di Indonesia, karena sejak lama seniman dari luar
negeri datang ke Indonesia. Mereka datang berkarya lalu menetap,
berkeluarga dengan gadis Indonesia. Sehingga perlu juga kita mmepelajari
perkembangan seni rupa Barat yang diawali dengan :
a. Seni Rupa Klasik
Tema-tema yang diambil biasanya bentuk
dewa-dewa Yunani yang dibuat patungnya dengan proporsi yang sempurna.
Begitu juga dengan seni dua dimensinya, semua bentuk realis mirip dengan
aslinya menjadi sesuatu yang wajib bagi seniman. Namun jaman ini mulai
surut sejak Kristen masuk Eropa.
b. Seni Rupa Klasik Baru
Dikenal dengan jaman Renaisance dengan
tema agama yang sangat menonjol dan bentuk-bentuknya yang sangat realis. Pada
jaman ini pulalah tercipta lukisan yang sangat terkenal yaitu Monalisa karya
pelukis Leonardo Da Vinci.
c. Seni Rupa Barok
Berlaku aturan yang pasti mengenai karya
seni yang baik dan tidak baik. Jika sebuah karya menyimpang, maka
dikatakan tidak artistik. Masa Barok ini dikenal juga dengan nama masa
Klasik Akademik karena banyak bermunculkan tempat-tempat pendidikan para calon
seniman. Tema yang banyak dipilih adalah tema keagamaan, kerajaan dan
keluarganya.
IV. ALIRAN-ALIRAN SENI RUPA
Perkembangan serta gejolak yang terjadi di
masyarakat secara sosial maupun politik mem-punyai pengaruh yang besar bagi
seniman dalam berkarya. Karena me-reka berkarya dengan
mengungkapkan apa yang dipikirkan dan dirasakan. Sehingga dari waktu ke
waktu konsep dan bentuk karya seni rupa yang diciptakan selalu be-rubah dan
berkembang. Berikut ini bebe-rapa aliran seni rupa dengan para tokoh atau
pe-nganut alirannya :
a. Romantisme
Aliran yang memunculkan kisah-kisah
dramatis kepahlawanan. Tokohnya antaralain Delacroix (Perancis) dan Raden Saleh
(Indonesia).
b. Realisme
Aliran yang menampilkan karya dengan tema
apa adanya sesuai dengan kenyataan dan bertolak dari perilaku manusia.
Merupakan bentuk ketidaksetujuan dengan aliran Romantisme. Tokohnya antaralain
Gustave Coubert, Dullah dan Hendra (Indonesia).
c. Naturalisme
Hampir sama dengan aliran Realisme yang
menggambarkan bentuk-bentuk alam nyata, bedanya aliran ini lebih menampilkan
kenyataan yang indah-indah saja. Tokohnya Wahdi Sumanta, Basuki Abdullah dari
Indonesia.
d. Impresionisme
Dikenal dengan paham lukisan cepat.
Karena aliran ini menangkap keindahan yang ada pada saat tertentu yang harus
segera dipindahkan menjadi karya seni. Setiap waktu berubah, maka keadaan
ikut berubah dan keindahan yang tertangkap oleh penglihatan ikut berubah
juga. Sehingga paham ini tidak mementingkan detil melainkan kesan
sesaat. Tokohnya Monet dan Pissaro.
e. Pointilisme
Mengikuti aliran yang sudah ada yaitu
impresionisme, tetapi dengan teknik yang berbeda yaitu dengan menggunakan
titik-titik untuk menampilkan kesan yang dilihat mata. Tokoh dalam
aliran ini G. Seurat.
f. Ekspresionisme
Ungkapan kebebasan dan keberanian
berekspresi terhadap bentuk, warna sangat kuat dalam aliran ini. Tokohnya
Affandi (Indonesia), Vincent Van Gogh.
g. Kubisme
Benda-benda yang menjadi obyek karyanya
dibuat menjadi bentuk sederhana mirip bentuk-bentuk kubus. Dibedakan menjadi
kubisme analisis (obyek dipecah-pecah menjadi bentuk geometris) dan kubisme
sintetik (bentuk geometris disusun menjadi obyek). Tokohnyanya Pablo
Picasso.
h. Surealisme
Paham adanya sesuatu yang nyata dan tidak
nyata melatarbelakangi aliran ini yang menyukai gambaran alam mimpi yang
imajinatif dan kadang menakjubkan. Tokohnya Salvador Dali.
SEJARAH PERKEMBANGAN SENI RUPA
PENDAHULUAN
Kata Art (Bahasa Inggris) sering diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia
sebagai seni. Seni rupa adalah salah satu cabang seni yang diciptakan manusia
dengan menggunakan rupa sebagai medium penggungkapan gagasan seni. Yang
termasuk ke dalam seni rupa adalah garis, bidang, bentuk, huruf, angka, warn,
bahkan cahaya. Karena perbedaan rupa yang dijadikan medium inilah kemudian
dikenal cabang-cabang seni rupa seperti seni lukis, seni patung, seni grafis,
seni desain, dan sebagainya.
Sebagai karya seni, seni rupa dapat dikelompokkan dalam berbagai
kepentingan. Berdasarkan bentuknya dineal adanya karya seni rupa dua dimensi
(dwimatra) dan karya seni rupa tiga dimensi (trimatra). Karya seni rupa dua
dimensi adalah karya seni rupa yang diterakan pada bidang datar seperti gambar,
lukisan, dan sejenisnya. Sedangkan karya seni rupa tiga dimensi dalah karya
seni rupa yang menggunakan bentu-bentuk yang memiliki tiga ukuran (panjang,
lebar, tinggi) sebagai mediumnya, seperti patung, karya kriya, dan sejenisnya.
Selain penggolongan berdasarkan bentuknya, karya seni rupa juga dapat
dikelompokkan berdasarkan fungsi kegunaannya dalam konteks kehidupan manusia.
Berdasarkan kegunaannya dikenal adanya seni rupa murini (pure art/fine art) dan
seni rupa pakai (applied art) yang sering disebut dengan seni kriya.
Seni rupa murni atau seni murni adalah karya seni yang dimaksudkan untuk
penikmatan semata dan tidak memiliki kegunaan praktis dalam kehidupan
sehari-hari. Karya seni murni dapat kita temukan dalam bentuk lukisan, patung,
dan sejenisnya. Sedangkan seni rupa pakai atau seni pakai adalah karya seni
rupa yang selain sebagai karya seni rupa juga memiliki fungsi atau kegunaan
praktis dalam kehidupan s ehari-hari. Oleh karena itu, seni rupa pakai biasa
dikenal sebagai seni kriya (craft).
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kriya berarti kerajinan tangan. Jadi
dalam pengertian terbatas seni kriya dapat diartikan sebagai kerajinan tangan.
SEJARAH SENI RUPA
Perkembangan seni rupa dapat dirunut sejak zaman purbakala hingga era
modern. Secara garis besar, sejarah seni rupa terbagi dalam beberapa periode
sebagai berikut:
·
Seni Rupa Zaman
Prasejarah
Seni rupa dapat dikatakan sebagai bagian budaya yang tua. Dalam batas-batas
tertentu, seni rupa telah ada sejak manusia mengenal peradaban. Karya-karya
yang dimaksud ditemukan dalam bentuk gerabah yang diberi ornament hias
tertentu, patung-patung leluhur masyarakat prasejarah, serta catatan-catatan
(dalam bentuk gambar) yang digoreskan pada dinding-dinding goa.
Pada akhir abad ke-19 dan permulaan abad ke-20, ditemukan pada beberapa
tempat hasil seni yang dianggap orang paling tua hingga saat ini. Penemuan
tersebut merupakan lukisan-lukisan pada dinding gua-gua yang terdapat di
Perancis Selatan dan Spanyol Utara seperti di Combaralles, Font de Gaume,
Altamira, dan Alpera.
Lukisan-lukisan yang dibuat pada dinding-dinding dan langit-langit gua
tersebut dibuat dengan digurat atau dicukil dengan batu tajam. Cukilan ini
diberi warna memakai batu dangklik) dicampur dengan lemak binatang sebagai
perekatnya. Kebanyakan terdapat gambar-gambar binatang bison atau sapi hutan.
Ada juga beruang, rusa kutub, kuda liar, dan babi hutan.
·
Peradaban
Bangsa-bangsa Kuno
Bangsa-bangsa timur yang mendiami daerah Timur Tengah dan Asia Kecil serta
daerah Mesir dikenal sebagai bangsa-bangsa yang memiliki peradaban tinggi. Di
mesir kita dapat menyaksikan sisa-sisa peradaban tinggi dalam bentuk karya seni
arsitektur, patung, serta lukisan dinding yang bernilai tinggi seperti
piramida, spinx serta relief-relief dan lukisan pada dinding bagian dalamnya.
Selain bangsa Mesir, bangsa Babilonia, Asiria, dan Persia merupakan
bangsa-bangsa yang memiliki kebudayaan yang tinggi.
Bangsa Yunani dan Romawi sering dijadikan titik awal perkembangan seni rupa
di dunia. Lukisan-lukisan karya pelukis Yunani kuno menampilkan bentuk-bentuk
geometris yang diterakan pada permukaan keramik, jambangan, serta benda-benda
kerajinan tangan lainnya. Sementara itu, bangsa Romawi karyanya dapat kita
saksikan di dalam rumah-rumah bangsawan di kota Pompei.
·
Seni Rupa Zaman
Abad Pertengahan
Periode ini berlangsung mulai tahun 476 Masehi yakni pada awal perkembngan
agama Nasrani di Romawi, dan berakhir pada tahun 1492, yakni pada saat
ditemukannya benua Amerika. Karya-karya seni rupa abad pertengahan banyak
dipengaruhi oleh corak budaya Yuani Purba dan Romawi yang menganut kepercayaan
politheisme (menyembah banyak dewa) dan dicampur dengan ajaran-ajaran Nasrani.
Pada zaman ini gereja memiliki pengaruh yang sangat besar.
·
Seni Rupa Zaman
Renaissance
Zaman renaissance merupakan zaman perubahan besar-besaran dalam berbagai
bidang keilmuan dan seni budaya. Kemapanan gereja mulai terusik oleh berbagai
pertentangan serta penemuan dalam bidang-bidang
keilmuan. Penemuan-penemuan baru dalam bidang geografi, fisika,
astronomi telah dianggap sebagai hal yang menentang keberaddan da kemapanan
agama. Galileo (1564-1642), seorang ahli fisika, ahli astronomi dan juga
filsuf, ditangkap dan dipenjara dengan tanpa ditentukan batas waktunya karena
penemuannya bertentangan dengan hokum-hukum yang dipercayai gereja.
Tokoh-tokoh seni rupa yang terkenal pada periode ini adalah Leonardo da
Vinci, Michelangelo, dan Rafael Santi. Karya-karya penting pada masa ini
terdapat pada bentuk-bentuk bangunan gereja, lukisan-lukisan dinding, relief
pada pintu-pintu rumah dan bangunan gereja, serta patung-patung perunggu yang
menghiasi hampir seluruh gereja di Italia serta seluruh Eropa Barat dan Eropa
Timur.
·
Seni Rupa Zaman
Barok dan Rokoko
Kata Barok (baroque) berasal dari bahasa Romawi yang berarti “tidak
beraturan” atau “menyimpang”. Michelangelo dan Palladio dianggap sebagai
pelopor dari gerakan ini. Zaman Barok terlahir pada pertengahan abad ke-16
sebagai awal mula pengaruh seni Italia ke seluruh daratan Eropa.
Jika misi renaissance adalah melepaskan diri dari cara berpikir zaman
pertengahan dan dipenuhi pola pikir gereja, maka barok melepaskan diri dari
keterikatan tema-tema serta nuasnsa-nuansa yang terkandung pada masa
renaissance. Lukisan-lukisan pada zaman barok terkesan berlebihan dari keadaan
sebenarnya. Peter Paul Rubens (1577-1640), seorang seniman Belanda, melukiskan
tubuh-tubuh orang penuh dengan otot-otot serta tokoh-tokoh perkasa.
Rococo diambil dari kata “rocaile” yang berarti seni kulit kerang, sejenis
kesenian yang sangat digemari pada saat itu di Italia. Pada zaman inilah
bentuk-bentuk penyelewengan kaidah seni tampil meluas. Lukisan-lukisan dibuat
menjadi lebih indah dari aslinya, lebih hebat, dan menyimpang dari sebenarnya.
Karya seni menjadi barang pesanan kaum bangsawan dan saudagar yang memiliki
banyak uang. Pada zaman ini kkary seni diperjualbelikan secara salah dan
menjadi komoditas yang tidak berharga.
·
Seni Rupa Abad
ke-19
Penggalian kembali corak-corak lama, seperti yang terdapat pada gaya-gaya
Yunani Purba dan Romawi telah melahirkan aliran-aliran baru yang dikenal dengan
alisan klasik dan neo klasisme dalam seni lukis dan seni patung.
Beberapa catatan penting yang dapat disajikan dalam perkembangan seni rupa
pada abad ke-19 ini adalah sebagai berikut:
1.
Munculnya
berbagai aliran seni rupa seperti romaantisme, impresionisme, realism,
simbolisme, munumentalisme, dll.
2.
Terlepasnya
pengaruh agama, terutama gereja, dari corak, gaya serta nafas kesenian secara
umum.
3.
Para pelukis
semakin berani melakukan percobaan dengan berbagai penggunaan warna cerah
sebagai pencurahan emosi dan pemikiran.
4.
Seniman bukan
lagi dari kalangan bangsawan atau memiliki status social tinggi, melainkan juga
banyak yang berasal dari kalangan bawah.
Beberapa tokoh seniman yang terlahir pada abad ke-19 dan mewakili
aliran-aliran yang dianutnya adalah sebagai berikut:
Klasisisme : arsitek Bartholome Vignon (1762-1846), pelukis Jacques Louis David (1748-1825)
Romantisme : Raden Saleh Sjarif Bastaman, Ludwig Richter, Kasper Friederich.
Impresionisme : Jean Claude Monet, Eduard Manet dll
Neo Impresioniesme : Paul Cezanne, Paul Gauguin, dll.
Realisme : George Hendrik Breitner, Auguste Rodin, dll.
Simbolisme dan Monumentalisme : Willian Blake, Pierre Puvis de Chavannes, dll
Ekspresionisme : Vincent van Gogh, Eduard Munch, dll.
·
Seni Rupa Abad
ke-20
Dengan pecahnya Perang Dunia I, timbullah berbagai gerakan perbaikan dalam
bidang seni rupa yang meliputi fisik,
material, mental, dan spiritual. Berdirinya Negara-negara baru sebagai hasil
perjuangan negeri-negeri jajahan bangsa Eropa, telah membangkitkan semangat
baru dalam bidang seni rupa.
Aliran-aliran yang bermunculan pada abad ke-20 ini antara lain fauvism yang
dimotori oleh Henri Matisse, dll. Kubisme menampilkan pelukis Pablo Picasso,
Leo Getel, dll. Futurisme menampilkan tokoh-tokoh peuis Carlo Carra dan Buido
Severini. Absolutisme menampilakn pelukis Wassily Kadinsky.
Klasifikasi
Karya Seni Rupa
Posted
on October 10, 2009 by mazgun
Jika kita melihat karya-karya seni rupa yang berkembang pesat
dan kian beraneka ragam jenisnya terkadang membuat kita kesulitan menggolongkan
karya-karya seni rupa tersebut. Begitupun dalam menyebut atau memberi nama
sebuah karya seni rupa seringkali masih kurang tepat, bahkan jauh dari
pengertian yang sesungguhnya. Hal tersebut lebih dikacaukan lagi dengan tidak
adanya batasan dan fungsi yang pasti dalam proses pembuatannya. Sebagai contoh
karya-karya seni terapan yang pada kenyataannya tidak memiliki fungsi secara
praktis terhadap kebutuhan fisik manusia, namun hanya sekedar bertujuan
dekoratif atau menghias saja. Demikian pula pada sebagian karya seni murni yang
ternyata tidak sekedar memenuhi kebutuhan estetik semata, namun dapat berfungsi
menopang kebutuhan hidup manusia secara fisik, atau dengan kata lain memiliki
nilai pakai.
Kenyataan seperti di atas memang dapat terjadi pada sebagian
karya seni rupa. Namun, jika kita lihat pendekatan secara umum kita dapat
menggolongkan karya-karya seni rupa sebagai berikut:
1. Karya Seni Rupa Murni (fine art)
Karya seni rupa murni merupakan jenis karya seni rupa yang
dibuat dengan tujuan memenuhi kebutuhan estetik atau nilai-nilai keindahan
semata, terlepas dari fungsi praktis. Karya semacam ini dibuat untuk
kepentingan mengekspresikan emosi atau perasaan penciptanya. Yang tergolong
karya seni murni yaitu seni lukis, seni patung, dan seni grafis. Seni lukis
merupakan karya yang umumnya berbentuk dua dimensi dan dibuat di atas permukaan
kertas, kanvas, dinding, kaca dan bahan lain yang memungkinkan untuk itu. Bahan
pewarna yang digunakan dpat menggunakan cat, tinta, arang, pensil dan
lain-lain. Ada pula karya seni lukis yang dibuat pada tubuh manusia yang lazim
disebut body painting. Teknik melukis dapat beragam. Secara konvensional dengan
menyapukan bahan pewarna menggunakan alat berupa kuas, namun ada pula teknik
melukis yang memanfaatkan plototan cat dari tubenya, atau bahkan dengan sapuan
jari-jari tangan senimannya. Seni patung merupakan karya seni rupa yang
berbentuk tiga dimensi (dapat dinikmati dari beberapa arah pandang) dibuat
dengan menggunakan berbagai media seperti, kayu, batu, semen, fiber, lilin,
tanah liat atau bahkan es. Teknik membuat patung menyesuaikan dengan bahan yang
dipakai, dengan cara membentuk dengan tangan, membutsir, memahat, ataupun
dengan teknik cetak. Corak seni patung juga bermacam-macam, ada patung
naturalis yang menggambarkan benda seperti wujud asli yang ada di alam, ada
pula yang bercorak abstrak sehingga sulit dikenali bentuknya. Sedangkan seni
grafis merupakan jenis karya seni rupa yang dibuat dengan teknik cetak seperti
teknik cukil, lithografi, cap, cetak sablon dan lain-lain. Seperti halnya seni
lukis, seni grafis dibuat untuk tujuan mengekspresikan emosi dan gagasan senimannya.
2. Seni Rupa Terapan (applied-art)
Berbeda dengan seni rupa murni, seni rupa terapan dibuat dengan
mengutamakan tujuan praktis, dengan kata lain dimanfaatkan fungsi pakainya
untuk memenuhi kebutuhan fisik manusia. Namun demikian karya seni rupa
terapan diupayakan memilki nilai artistik pula. Membuat karya seni rupa terapan
tidak sebebas membuat karya seni rupa murni karena di dalamnya harus
mempertimbangkan persyaratan-persyaratan tertentu, seperti syarat keamanan
(security), kenyamanan (comfortable), dan keluwesan dalam penggunaan
(flexibility).
Mengingat banyaknya jenis karya tersebut, maka karya seni rupa
terapan dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu desain dan kriya. Desain
merupakan karya seni yang dibuat berdasarkan pesanan atau permintaan clien
(pemesan). Yang termasuk dalam karya desain yaitu; desain grafis (desain
komunikasi visual), desain arsitektur (rancang bangun), dan desain produk.
Karya desain grafis adalah karya yang dibuat untuk mengkomunikasikan pesan
tertentu kepada publik atau khalayak umum seperti poster, iklan, baliho,
selebaran, pamflet, banner, kartu ucapan, desain undangan dan lain-lain. Desain
arsitektur adalah karya seni rupa yang bertujuan memenuhi kebutuhan akan hunian
atau tempat tinggal dan fasilitas umum seperti rumah, gedung, tempat ibadah,
jembatan dan lain-lain. Sedangkan desain produk merupakan karya seni rupa yang
berupaya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari seerti perabot rumah tangga, alat
elektronik, alat komunikasi, alat transportasi, aksesoris, busana, dan
lain-lain.
Ketiga jenis desain di atas umumnya dibuat dengan menggunakan
alat-alat berteknologi modern dan mamanfaatkan bahan-bahan sintetis atau bahan
buatan. Karena dibuat dengan menggunakan mesin, maka produksinya dapat dibuat
dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang relatif singkat, namun unsur ekspresi
tidak tersampaikan secara bebas karena prosesnya tidak melibatkan sentuhan
tangan langsung dari penciptanya.
Seni kriya atau seni kerajinan memilki perbedaan dengan desain.
Kebanyakan karya seni kriya dibuat secara tradisional dengan keterampilan
tangan pembuatnya dan banyak memanfaatkan bahan-bahan alam seperti kayu, bambu,
batu, logam, tanah liat, kulit binatang, dan lain-lain. Karya seni kriya kini
banyak digemari karena unsur keasliannya, tak heran orang-orang banyak yang
merasa bangga mengoleksi barang-barang kriya daripada barang-barang buatan
pabrik. Yang termasuk dalam golongan karya seni kriya diantaranya; keramik
(gerabah), ukir kayu, kerajinan kulit, anyaman, batik, dan kerajinan logam.
Pada perkembangannya jenis seni kriya jauh lebih banyak
mengeksplorasi bahan-bahan alam seperti kulit kerang, batu-batuan, bahkan
tumbuhan. Banyak pula sebagian bahan limbah dan bahan sintetis yang kemudian
dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan seperti limbah plastik, kertas, karet, dan
lain-lain. Sekalipun memanfaatkan bahan buatan, namun karya-karya semacam ini
tetap digolongkan dalam seni kriya. Barangkali orang-orang lebih banyak
melihatnya dari segi proses membuatnya yang mengandalkan kreativitas dan
keterampilan tangan ketimbang dari segi bahan. Kini seni kriya tumbuh makin
pesat di Indonesia. Banyak daerah-daerah yang kemudian menjadi sentra-sentra
kerajinan. Kondisi geografis dan demorafi Indonesia merupakan faktor pendukung
menjamurnya seni kerajinan Nusantara.
Di bawah ini contoh beberapa karya seni rupa yang disebutkan
dalam klasifikasi karya seni rupa di atas:
Karya seni lukis

Karya seni grafis

Karya seni patung

Desain arsitektur

Desain produk

Desain grafis / desain komunikasi visual

Kriya keramik

Kriya batik

Kriya ukir kayu

Kriya logam

Kriya anyam

Kriya kulit

Kriya dengan memanfaatkan bahan limbah

Seni merupakan sebuah karya manusia yang
mengandung unsur-unsur keindahan. Seni sendiri memiliki banyak cabang, mulai
dari seni musik, seni tari, seni sastra, seni teater, hingga seni rupa.
Pembahasan
Dalam karya seni rupa, secara garis besar karya seni berdasarkan bentuk
dibagi menjadi 2, yaitu karya seni rupa 2 dimensi dan karya seni rupa 3
dimensi.
Karya seni 2 dimensi merupakan sebuah karya yang hanya memiliki batas dua
sisi, dimana karya ini hanya memiliki ukuran panjang dan lebar serta tidak
memiliki ruang. Selain itu karya ini memiliki ciri hanya bisa dinikmati dari 1
arah, medium pembuatannya berupa bidang datar, serta memiliki dimensi luas.
Contoh karya 2 dimensi seperti lukisan, karikatur, mozaik, logo, foto, dan
banner.
Karya seni 3 dimensi merupakan sebuah karya yang tidak sekedar memiliki ukuran
panjang dan lebar, namun juga memiliki ukuran volume. Selain itu karya ini
memiliki ciri dapat dinikmati dari segala arah dan menempati ruang. Contoh
karya seni 3 dimensi seperti topeng, patung, miniatur, kriya, dan guci.
Kesimpulan
5
Contoh karya seni rupa 2 dimensi, antara lain seperti :
Lukisan.
Karikatur.
Mozaik.
Logo.
Foto.
Banner
_________________________________________________________________________________
Sikap
apresiatif terhadap keunikan karya seni rupa terapan daerah dapat ditunjukkan
dengan cara berikut,kecuali
a.memuji berbagai pameran karya seni rupa
b.mengunjungi sentra-sentra industri kerajinan daerah
c.mengunjungi museum daerah
d.membuat kliping tentang karya seni rupa seniman asing
Lukisan.
Karikatur.
Mozaik.
Logo.
Foto.
Banner
_________________________________________________________________________________















Tidak ada komentar:
Posting Komentar