Sabtu, 23 Februari 2019

seni rupa 2 dimensi

Seni Rupa 2 Dimensi

Seni Rupa 2 Dimensi – Manusia hidup membutuhkan suatu seni agar tidak terasa hambar dan monoton sehingga merasa cepat bosan. Sebuah karya seni yang indah tentu bisa membuat perasaan senang dan merubah mood seseorang yang tadinya bosan jadi bersemangat.
Sebagai contohnya adalah hasil-hasil karya seni rupa 2 dimensi yang mempunyai nilai artistik yang sangat tinggi. Pengertian dari seni rupa 2 dimensi sendiri adalah sebuah karya seni rupa yang hanya memiliki dua sisi saja  yaitu sisi lebar dan sisi panjang.
Sehingga seni rupa jenis ini tidak memiliki ruang karena tidak adanya unsur ketebalan. Jadi hasil karya seni yang ini hanya bisa dinikmati melalui satu sisi saja. Membahas serta mengapresiasi suatu karya seni rupa tentu tidak lepas dari hal-hal penting yang menjadi prinsip dasarnya.
Karena seni rupa termasuk salah satu dari berbagai cabang seni yang hasil karyanya bisa dinikmati oleh indera penglihatan dan perabaan. Karya seni rupa biasa juga disebut visual art yaitu karya seni yang dapat dilihat dan mempunyai wujud nyata.

DAFTAR ISI ARTIKEL
·         Teknik-Teknik Seni Rupa 2 Dimensi
·         1. Teknik Plakat
·         2. Teknik Kolase
·         3. Teknik Transparan
·         Contoh Seni Rupa 2 Dimensi
·         1. Gambar
·         2. Lukisan
·         3. Seni Grafis
·         4. Kaligrafi
·         5. Seni Fotografi
·         6. Seni Mozaik
·         7. Poster
·         Tokoh Seni Rupa 2 Dimensi
·         b. Vincent Van Gogh
·         Penutup
Teknik-Teknik Seni Rupa 2 Dimensi
Karya seni rupa memiliki fungsi guna menunjang kebutuhan hidup sehari-hari manusia. Oleh karena itu dalam proses pembuatannya jenis seni rupa yang satu ini membutuhkan teknik-teknik khusus. Berikut adalah beberapa teknik yang dapat digunakan dalam rangka pembuatan seni rupa 2 dimensi:
1. Teknik Plakat
Jenis teknik yang satu ini adalah yang paling sering digunakan pada saat melukis. Teknik plakat ini biasanya  menggunakan cat poster dan cat minyak akrelik dengan cara digoreskan agak tebal. Sehingga warna yang dihasilkan benar-benar bagus sangat padat dan pekat.

2. Teknik Kolase
Merupakan teknik melukis yaitu caranya dengan memotong kertas kemudian kertas tersebut ditempelkan pada obyek tertentu sehingga membentuk lukisan. Dengan teknik ini dapat menghasilkan lukisan yang abstrak atau realis dari potongan kertas yang tadi ditempelkan. Hasil dari karya seni rupa yang memakai teknik ini sering disebut dengan mozaik.
3. Teknik Transparan
Teknik transparan ini adalah teknik yang seringkali dipakai pada saat melukis atau menggambar. Pada teknik ini biasanya menggunakan cat air namun hanya digoreskan secara tipis-tipis saja jadi menghasilkan tekstur yang begitu transparan.
4. Teknik Melipat, Menggunting, Dan Merekat (3 M)
Teknik yang satu ini merupakan teknik manipulasi beberapa lembaran kertas yang dirangkai sedemikian rupa hingga membentuk sebuah karya seni rupa 2 dimensi.
Jadi untuk menghasilkan sebuah karya seni yang indah dan disukai banyak orang pasti membutuhkan keahlian dan teknik-teknik khusus. Sebuah karya seni tidak akan berarti apa-apa jika didalamnya tidak mengandung nilai yang artistik. Karena itu sebelum membuat sebuah karya seni hendaknya terlebih dulu memperhatikan teknik-tekniknya.

Contoh Seni Rupa 2 Dimensi
Hasil karya seni rupa sekarang ini dengan mudah dan banyak sekali bisa kita jumpai dimana-mana. Hasil karya tangan-tangan yang penuh kreatif dan imajinatif ini bisa dijadikan sebagai lahan guna menambah penghasilan. Berikut ini beberapa contoh hasil karya seni rupa 2 dimensi yang mempunyai nilai seni yang sangat tinggi, yaitu:
1. Gambar
Perwujudan dari gambar sendiri lebih menekankan pada unsur bentuk, garis, dan aspek kegunaan tanpa menggunakan ekspresi. Jadi hasil karya seni rupa dalam wujud gambar ini kelihatan lebih nyata untuk dinikmati. Sebagai contohnya adalah seperti gambar arsitektur, gambar ilustrasi, dekorasi, desain dan lain sebagainya.
2. Lukisan
Merupakan karya seni rupa 2 dimensi yang dibuat dengan menggunakan media seperti kain kanvas, dinding hingga kertas. Proses pembuatan dari lukisan itu sendiri yaitu dengan memoleskan cat dengan menggunakan pisau palet, kuas lukis, serta peralatan jenis lain. Semua itu dilakukan di atas media lukis hingga membentuk sebuah gambar yang diinginkan.

Satu hal yang menarik dari sebuah lukisan adalah nilai yang terkandung didalam lukisan tersebut. Maka dalam pembuatannya dibutuhkan imaginasiyang tinggi serta skill (keahlian) yang mumpuni agar menelurkan lukisan yang luar biasa.
3. Seni Grafis
Seni grafis sendiri termasuk salah satu cabang seni rupa yang mana dalam proses pembuatannya membutuhkan alat bantu. Sebagai contohnya adalah seni fotografi karena dalam pengerjaannya fotografi membutuhkan alat bantu kamera. Dengan kamera ini akan menghasilkan foto-foto yang sangat bagus sama persis dengan obyeknya.
4. Kaligrafi
Termasuk sebuah karya seni artistik dalam bahasa arab dengan menggunakan berbagai media seperti kertas, kain kanvas, kayu, dinding maupun kuningan. Dalam pembuatannya seni kaligrafi ini merupakan bentuk ekspresi dalam hal keagamaan serta budaya Islam. Hasil karya seni kaligrafi ini sering kita jumpai di masjid-masjid dan yang paling terkenal yaitu kaligrafi sufi.
5. Seni Fotografi
Fotografi ini termasuk kedalam seni grafis yang mana dalam perkembangannya semakin banyak diminati orang. Hal ini tentu saja karena semakin canggih dan semakin mudahnya alat bantu yang dipakai yaitu kamera. Apalagi sekarang ini hampir semua handphone sudah dilengkapi dengan fitur kamera yang canggih.
Sehingga dimanapun dan kapanpun orang bisa mengekspresikan diri dengan memakai kamera tersebut. Dengan tidak sadar mereka itu sudah menghasilkan sebuah karya seni yakni seni fotografi.
6. Seni Mozaik
Merupakan jenis karya seni rupa yang pembuatannya dengan cara menyusun suatu benda hingga membentuk wujud tertentu. Wujud benda ini tentu saja mempunyai nilai estetis tinggi serta membutuhkan bahan-bahan tertentu. Sebagai bahan utama bisa menggunakan kulit telur, pecahan kaca, keramik, dan serpihan kayu.
7. Poster
Pembuatan poster ini biasanya diatas kertas dan membentuk suatu wujud yang mampu memberikan suatu informasi. Informasi yang diberikan ini bisa berupa suatu ajakan ataupun pesan propaganda. Poster termasuk seni rupa 2 dimensi yang sangat efektif sebagai iklan dalam mempromosikan suatu produk.


Tokoh Seni Rupa 2 Dimensi
Jika dilihat secara keseluruhan ada banyak tokoh seni rupa yang telah menghasilkan karya-karya seni yang sangat indah. Tokoh-tokoh itu ada yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Namun ada 2 tokoh lokal dan internasional yang hingga saat ini paling terkenal dan disegani, yaitu:
a. Raden Saleh Sjarif Boestaman
Merupakan tokoh seni rupa yang lahir di Semarang tahun 1807 lalu meninggal tahun 1880 di Bogor Jawa Barat. Bakatnya sudah terlihat semenjak beliau masih kecil hingga kemudian bakatnya diasah serta didampingi pelukis keturunan Belgia, A.A.J. Payen. Dibawah asuhan gurunya ini kemampuan melukis Raden Saleh semakin meningkat.
b. Vincent Van Gogh
Termasuk salah satu pelukis terbesar di dalam sejarah kesenian bangsa Eropa. Vincent ini lahir pada 30 Maret 1853 dan meninggal pada 29 Juli 1890. Banyak dari hasil karyanya yang bagus-bagus dan dikenal luas di daratan Eropa
Dengan adanya 2 tokoh seni rupa yang berdedikasi tinggi dalam kesenian ini membuat seni rupa tidak dipandang sebelah mata. Karena hasil karya seni rupa sudah terbukti memiliki pengaruh yang sangat penting dalam sendi-sendi kehidupan manusia. Dengan adanya karya seni rupa hidup manusia jadi lebih berarti dan bermakna.

Penutup
Seiring dengan perkembangan jaman yang semakin modern pertumbuhan seni rupa 2 dimensi sekarang ini mengalami kemajuan. Apalagi dengan dukungan teknologi canggih yang menghasilkan alat-alat bantu modern membuat perkembangan seni rupa jauh lebih mudah. Hal ini tentu sangat menggembirakan sekali terutama bagi pecinta seni (seniman).
Sesederhana apapun bentuk dari karya seni rupa pasti memiliki nilai estetis sendiri. Oleh karena itu menjadi kewajiban kita untuk terus melestarikan dan mengembangkan seni rupa itu sendiri. Baik itu karya seni rupa lokal maupun internasional harus sama-sama kita lestarikan keberadaannya.
Mengidentifikasi 10 Jenis Karya Seni Rupa 2 Dimensi

1.     Sketsa
Sketsa adalah rancangan yang kasar dari suatu komposisi atau sebagian komposisi dibuat demi kepuasan pribadi.      
Pribadi seniman ada beberapa hal yaitu skala, perbandingan, komposisi, penyinaran dan lain sebagainya.
2.     Fotografi
Fotografi adalah sebuah kegiatan atau proses menghasilkan suatu seni gambar/foto melalui media cahaya dengan alat yang disebut kamera dengan maksud dan tujuan tertentu.
3.     Lukisan
Lukisan adalah karya seni yang proses pembuatannya dilakukan dengan memulaskan cat dengan alat kuas lukis, pisau palet atau peralatan lain, yaitu memulaskan berbagai warna dan nuansa gradasi warna, dengan kedalaman warna tertentu juga komposisi warna tertentu dari bahan warna pigmen warna dalam pelarut (atau medium) dan gen pengikat (lem) untuk pengencer air, gen pegikat berupa minyak linen untuk cat minyak dengan pengencer terpenthin, pada permukaan (penyangga) seperti kertaskanvas atau dinding.
4.   Poster
Poster adalah karya seni atau desain grafis yang memuat komposisi gambar dan huruf di atas kertas berukuran besar. Pengaplikasiannya dengan ditempel di dinding atau permukaan datar lainnya dengan sifat mencari perhatian mata sekuat mungkin. Karena itu poster biasanya dibuat dengan warna-warna kontras dan kuat.
5.     Seni Grafis
Seni grafis adalah cabang seni rupa yang proses pembuatan karyanya menggunakan teknik cetak, biasanya di atas kertas.
6.     Batik
Batik adalah kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu yang memiliki kekhasan.
7.     Mozaik
Mozaik adalah seni dekorasi dari kepingan bahan keras yang disusun dan ditempelkan dengan pelekat atau bisa disebut dengan kegiatan menata pecahan menjadi bentuk tertentu dengan berdasarkan warna.


8.     Kaligrafi
Kaligrafi adalah suatu corak atau bentuk seni menulis indah dan merupakan suatu bentuk keterampilan tangan serta dipadukan dengan rasa seni yang terkandung dalam hati setiap penciptanya.
9.     Ilustrasi
Ilustrasi adalah hasil visualisasi dari suatu tulisan dengan teknik drawing, lukisan, fotografi, atau teknik seni rupa lainnya yang lebih menekankan hubungan subjek dengan tulisan yang dimaksud daripada bentuk.

10.                        Logo
Logo adalah grafis tanda atau lambang yang digunakan oleh perusahaan komersial, organisasi, dan bahkan individu untuk membantu dan mempromosikan pengakuan public instant.





















B. Membandingkan 10 Jenis Karya Seni Rupa 2 Dimensi

1.     Sketsa
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6yUX1J7v3ke13DskWLxdmdEM6VVqKIUcQt9XxaR5ZhKpgN6n_hzbjWUiHzLGQOKrre9qhP6bs3eskir0Yyh47xAMlEtJSCUQIMTo0spZ4HBOUC2w4A0DpiZGIkxOOCS_1QOhcTnY01hY/s320/sketsa.jpg
Karya diatas merupakan karya seni rupa murni. Tekniknya adalah menggambar. Medianya adalah kertas dan alat-alatnya pensil, spidol, penggaris, dsb. Sketsa ini biasanya menggambar hanya bagian dasarnya saja sebagai acuan untuk menggambar yang sebenarnya. Nilai estetis dalam karya ini adalah keindahan atau keanehan pada setiap sketsa.

2.     Fotografi
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGxps1q3Qo_Tob8DiTHOgMkKfMR3A-8dXqK1iySnWVgmrbLjhxa9ILBwoihcvNkmnpQbKgjxa0NmMEQiIxqsgk6cxnYYS6rh9ZtrKx6BeVOaFESaoEVIJ-nKYSSdrouP2tSv_1XN_JW5Q/s1600/fotografi.jpg
Tema dari hasil fotografi ini adalah alam. Tekniknya adalah menggambar dengan cahaya. Medianya jika dicetak adalah kertas foto dan tinta, sedangkan alat untuk mengambil foto adalah kamera. Seni ini termasuk seni rupa kontemporer. Keindahan terlihat pada hijaunya sawah dengan perpaduan para petani yang berjalan. Hal ini menggambarkan bahwa para petani yang berjalan menuju sawah mereka untuk berladang.

3.     Lukisan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPH6HQ5RcQS-p6WXlvT22KBBBAd7vV9zD1LePmutItHa679cs3qcJy6VTtFx8-QjIgTKkFblFZefdVh22AHpr3MUnHLMSa-UyxnZrZ8gWYQ8rBlyF2U6Oi0qId_R-aK6h0Br3gUJ2m0pA/s1600/lukisan.jpg
Dari lukisan diatas dapat kita ketahui ragam yang terdapat dalam karya seni tersebut. Karya seni rupa ini termasuk kedalam karya seni rupa murni. Berdasarkan tekniknya karya ini termasuk kedalam karya seni lukis. Dan berdasarkan perkembangannya termasuk kedalam seni rupa zaman baru/modern. Dapat dilihat dari segi temanya adalah segerombolan kuda. Nilai estetis yang dapat kita lihat adalah pemandangan yang indah dengan perpaduan warna yang sesuai dengan aslinya. Medium/media untuk lukisan ini biasanya seperti kertas atau kanvas. Alat-alat yang digunakan pun juga sederhana seperti pensil, kuas, cat warna, pena, pastel/crayon. Dan tekniknya adalah melukis.

4.     Poster
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi75ZTMD4XyNSKLT491Ih_D006t7PmgusauWjWmOxw_NoviN1Rz0n5ZfhASnW9EAhZ8FUDGzpo1Sh02fb_ydQ69mDu0JEG8EPNFYXLYT1QJFU6GlxkwGTwPU3IiTNgcKF6oeegXlNy5pWg/s1600/poster.jpg
Berdasarkan tekniknya karya seni poster biasanya adalah melukis ataupun menggambar. Seni rupa ini termasuk seni rupa terapan. Medianya adalah kertas , dan alat-alatnya biasanya adalah cat, tinta. Biasanya bisa langsung di media kertas dengan digambar langsung ataupun digambar di computer terlebih dahulu. Karya seni ini merupakan karya seni rupa modern. Nilai estetisnya bisa dilihat dari keindahan gambar yang dibuat yang menyimbolkan sesuatu karena poster bersifat untuk mengajak seseorang agar seseorang tahu apa yang dimaksud poster biasanya ditambahkan tulisan ataupun gambar yang mendukung.

5.     Seni Grafis
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2u1w9jSvYg_-x4q_WswwKFW_YU7UAiS55agBlt4rlF6qn3gyINc0Jtou0ubGXOPuZhZzTw62zlzq5pGLzzuUlaDQT5m9qU-W1USs79JjLzFnSH1yV8QLM3LSHoudvkJiYiwHno8f7TDs/s1600/seni+grafis.jpg
Dari contoh seni grafis diatas, kita dapat mengetahui bahwa karya seni grafis termasuk dalam karya seni rupa kontemporer atau modern. Karena manusia bisa membuat sesuatu yang berlebihan sesuai dengan ide dalam pikirannya dan memperkembangkan suatu karya sesuatu maka dari itu disebut kontemporer. Tekniknya biasanya lukis ataupun menggambar. Termasuk seni rupa murni. Temanya adalah tumbuhan. Karya tersebut memiliki nilai estetis tersendiri. Medianya biasanya hanya diperlihatkan melalu media social, tetapi kadang juga dicetak di media kertas.

6.     Batik
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmCCX9d6u727YSIzpsJgwzWoF_2OZxysazOjKWw3_lljPXCDE_GRHirzF0L5jsor3GvKQTrwOcKxm_rSGH1DAcQ7HiItMr3iU4a8FU7qPEGOm1O1FvKz7SXT9V2-E9pTb6uhXmBzWLFS0/s1600/batik.jpg
Karya seni batik merupakan seni rupa terapan. Menurut tekniknya adalah membatik. Medianya adalah kain dan alat-alatnya adalah kompor, canting, wajan, timba, pensil. Bahannya adalah berpa malam yang dipanaskan kemudian dituangkan ke kain sesuai pola. Seni ini termasuk seni rupa modern/kontemporer. Simbol dan nilai estetis tergantung pada batik, karena setiap daerah mempunyai symbol/desain batik yang berbeda-beda.

7.     Mozaik
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZichhSX0oypYDakJx8nmRVROcxPer9Q9v3JWEpHFuOykoKurmYbjKyZavRmK4NIJn53ghDU2snrV3BWU-JbNqdlH7z_S120prC821tpoDhDdOVUsNuNVofIBtPMPQ-wah73F8Ngw3pGs/s1600/mozaik.jpg
Karya seni mozaik ini adalah karya seni rupa terapan. Teniknya adalah menempel. Medianya bisa bermacam-macam, seperti kain, kertas, kanvas, dll. Alat-alatnya adalah pensil, pena, lem, kepingan kecil. Karya seni ini adalah karya seni kontemporee. Adapun keindahan dalam mozaik diatas adalah uniknya gambar burung. Itulah yang disimbolkan dari karya seni rupa mozaik.

8.     Kaligrafi

Dari karya kaligrafi diatas tekniknya adalah melukis atau menggoreskan pensil agar membentuk goresan kasar pada media yang digunakan. Merupakan seni rupa murni. Medianya pun bisa beragam seperti kertas, kanvas, kain, dsb. Karya seni ini termasuk dalam karya seni rupa modern. Nilai estetisnya adalah keindahan tulisan Al-Quran tersebut yang dimodifikasi dengan sangat indah dan bisa menyentuh kerohanian seseorang. Biasanya juga dibuat symbol sebuah pesantren atau yang lainnya yang berbau islamiyah.

  
9.     Ilustrasi
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7vS9WDzS1-yxBMCK-rTTnlBJ8aRkoxGqTC2k2Iy65ak0TiJuzmoHqkFgDzwa9BOi7ZcMF9I8l1oGzY3XdgFZ9Ly6V4AuwqnnirVTm16iKThH6dxyq7L60nhhmfasE5D9PGGQWd0HTYIk/s1600/ilustrasi.jpg
Karya seni ini termasuk karya seni rupa terapan. Tekniknya adalah menggambar. Medianya jika dicetak adalah kertas, bisa juga hanya digambar di komputer saja. Karya seni ini termasuk karya seni rupa modern/kontemporer. Keindahannya adalah terkadang ilustrasi dapat bergerak jika dibuat komik/kartun. Dan ilustrasi bertujuan mengajak para pembaca/penikmat.
10. Logo
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9goKwDFRTBbqAmYPJemjGaWPKcs8kuFHmqLN0PRNTVQxspPPY-6nhyphenhyphenQinveAs5cVBsoXjBTdEasiNGh0ogn9M1EmbZaSGQfytMnqCj3VhE8ANo-S0CXGhcjqVkTHnR8ANu_nul5LZ2Ao/s320/smansa.jpg

Karya seni ini merupakan seni rupa terapan. Dan termasuk seni rupa modern. Tekniknya adalah menggambar/mendesain. Mediumnya bisa dibuat dikomputer agar lebih indah. Biasanya logo ini menyimbolkan suatu organisasi tertentu dan setiap organisasi mempunyai simbol yang berbeda-beda. Seperti logo SMAN 1 Genteng menyimbolkan bahwa logo ini milik SMAN 1 Genteng.



C. Mengidentifikasikan Fungsi 10 Karya Seni Rupa 2 Dimensi

1.     Sketsa
Memberi gambaran terhadap tema, mempertajam pengamatan, meningkatkan kemampuan.
2.     Fotografi
Mengabadikan moment tertentu, hiasan dinding, dan dokumentasi acara.
3.     Lukisan
Memperjelas pengungkapan, ide, pikiran, perasaan dan lain-lain dan sebagai pajangan di dinding rumah atau tempat lainnya.
4.     Poster
Mengiklankan barang/lainnya, media informasi, dekorasi interior, media propaganda.
5.     Seni Grafis
Produksi media informasi dan komunikasi, produksi media promosi, apresiasi seni dan kreativitas, pekerjaan atau hobi, menambahkan nilai estetika.
6.     Batik
Dekorasi interior, untuk busana ataupun pakaian.
7.     Mozaik
Hiasan dinding, dekorasi interior, mengembangkan daya piker, ide dan kreativitas.
8.     Kaligrafi
Media kerohanian, informasi penghubung masyarakat yang merupakan bagian dari sarana peralihan kebudayaan dan peradaban.
9.     Ilustrasi
Memberikan bayangan setiap karakter di dalam ceritamemberikan bayangan bentuk alat-alat yang digunakan di dalam tulisan ilmiah, memberikan bayangan langkah kerja, mengkomunikasikan cerita, menghubungkan tulisan dengan kreativitas dan individualitas manusia, memberikan humor-humor tertentu untuk mengurangi rasa bosan, dapat menerangkan konsep yang disampaikan.
10.                        Logo
Penanda sebuah bisnis/lembaga, sebagai perbedaan dengan yang lain, sebagai keunggulan dengan yang lain.











D. Membedakan Fungsi 10 Karya Seni Rupa 2 Dimensi

1.     Sketsa
Seni rupa murni
2.     Fotografi
Seni rupa murni
3.     Lukisan
Seni rupa murni
4.     Poster
Seni rupa terapan
5.     Seni Grafis
Seni rupa murni
6.     Batik
Seni rupa terapan
7.     Mozaik
Seni rupa murni
8.     Kaligrafi
Seni rupa murni
9.     Ilustrasi
Seni rupa terapan
10. Logo
Seni rupa terapan
Seni Rupa Murni Mancanegara
_ 

Asia Membuat karya dua dimensi yang dikembangkan dari beragam unsur seni rupa Nusantara dan mancanegara dan diluar Asia teknik seni rupa Nusantara dan mancanegara diluar Asia 102

seni rupa gambar karya 2 dimensi gambar karya seni rupa mancanegara gambar karya seni rupa murni gambar karya seni rupa nusantara

Memasukkan dan Memodifikasi Gambar karya seni rupa gambar karya 2 dimensi seni rupa mancanegara gambar karya seni rupa murni gambar karya seni rupa nusantara






Ragam Karya Seni Rupa Mancanegara
I. PERKEMBANGAN SENI
Perkembangan kesenian di seluruh dunia tidak terlepas dari pengaruh kebudayaan masyarakatnya, tidak terkecuali dengan bentuk kesenian yang tumbuh dan berkembang di Indonesia.  Tema-tema yang menjiwai hasil karya seni maupun gaya penyajiannya, selalu berubah dan berkembang sesuai dengan perubahan yang terjadi di masyarakat dan kondisi lingkungannya.
Bentuk karya seni rupa, aliran-aliran seni rupa dan gaya penciptaan seniman terus berkembang.  Munculnya aliran romantisme (menonjolkan khayalan yang indah-indah saja) disebabkan karena kekecewaan masyarakat terhadap Napoleon.  Penemuan listrik dan teknologi mesin memunculkan banyak bentuk karya seni seperti aliran abstak, seni cetak sablon, desain komputer grafis dan sebagainya.  Jika ditinjau dari perkembangannya sejarah bentuk seni sekarang ini dapat dikelompokkan menjadi :
a. Perkembangan ilmu pengetahuan
-          Ditemukan atom dan nuklir
-          Orang mulai berpikir tentang konsep abstrak
-          Seniman berlomba-lomba menemukan sesuatu yang baru
b. Perkembangan kebebasan pribadi
-          Tercetusnya asas-asas demokrasi menambah kebebasan berekspresi seniman
-          Seniman mulai berani melakukan eksperimen terhadap bahan, media dan teknik
c. Perkembangan industri dan teknologi
-          Ditemukan mesin yang dapat menggandakan karya
-          Seniman dengan kreatifitas tinggi mendapat kedudukan tinggi di perusahaan untuk membuat desain
-          Kreatifitas seniman secara perseorangan menjadi ciri utama masa ini
-          Mengapresiasi karya mulai menggunakan media foto, televisi.
-          Pameran dan galeri seni mulai banyak bermunculan
d. Perkembangan tingkat apresiasi
-          Muncul kesepakatan tentang pengertian apresiasi
-          Karya seni tradisional (primitif) mendapat tempat yang baik karena dianggap sebagai karya seni dengan ekspresi yang murni
-          Muncul aliran seni rupa yang terinspirasi dari bentuk karya seni primitif seperti aliran kubisme
e. Reaksi masyarakat terhadap keadaan sekitarnya
-          Seniman mulai tidak merasa puas dengan ciptaannya dan terus mencari yang baru.
-          Karya yang diciptakan mulai meninggalkan aturan-aturan yang berlaku.
-          Kritikus seni mulai muncul dengan sikap pro dan kontra terhadap penyimpangan seniman dalam berkarya.
-          Seniman yang tahan terhadap kritikan menjadi lebih terkenal.

II. SENI RUPA INDONESIA
Seni rupa Indonesia sudah ada sejak jaman nenek moyang.  Tema, bentuk, media dan teknik yang digunakan terus berkembang.   Perkembangan seni rupa di Indonesia secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi :
a. Masa Prasejarah dan Tradisional
Tema-tema yang diambil biasanya hewan-hewan buruan, cerita pemburuan dan sebagainya dengan warna-warna sederhana yang diperoleh dari darah, bubuk tulang atau lumpur tanah.  Karya yang dibuat masih “anonim” yaitu tidak mewakili perseorangan.
Dengan masuknya Hindu-Budha, pola yang dibuat berkembang menjadi cerita-cerita keagamaan.  Kalian dapat melihat relief yang terdapat di sekeliling candi Borobudur.  Sedangkan pengaruh masuknya agama Islam adalah dikenalkannya bentuk wayang kulit sebagai bagian kebudayaan Indonesia.
b. Perintisan Modern Pertama
Masa ini dimulai sejak tahun 1800 an ketika seniman tradisi Indonesia mulai meninggalkan bentuk-bentuk lama.  Mereka mulai kreatif mencipta karya seni yang lepas dari kepercayaan.
Raden Saleh Syarif Bustaman (1807-1880) dianggap seniman Indonesia pertama yang berkesempatan belajar teknik modern dalam berkarya seni khususnya seni lukis.
c. Perintisan Modern Kedua
Masa ini dikenal dengan masa Indonesia Molek (Mooi Indie) karena tema-tema yang dibuat menampilkan suasana Indonesia yang digambarkan sangat indah, elok, hijau subur, makmur.  Bentuk-bentuk gunung, sawah, pohon kelapa dengan sungai yang jernih menjadi ciri khas masa ini.
d. Masa Pembaharuan Dasar (Kemerdekaan)
Muncul semangat Nasionalisme yang banyak berpengaruh pada tema dan gaya seniman waktu itu.  Karya-karya seni yang muncul sering digunakan sebagai alat atau sarana untuk memompa semangat juang para gerilya.
e. Masa Pendudukan Jepang
Pemerintah Jepang menyediakan lembaga untuk menampung kegiatan para seni-man.  Karena mereka ingin karya seniman Indonesia menjadi alat propaganda yang efektif dan membantu pemerintah dalam kekuasaannya.  Kelompok kesenian yang terkenal masa ini adalah Keimin Bhunka Sidhoso yang diketuai oleh Agus Jaya.
III. SENI RUPA BARAT
Seni rupa Barat sangat besar pengaruhnya bagi perkembangan seni rupa di Indonesia, karena sejak lama seniman dari luar negeri datang ke Indonesia.  Mereka datang berkarya lalu menetap, berkeluarga dengan gadis Indonesia. Sehingga perlu juga kita mmepelajari perkembangan seni rupa Barat yang diawali dengan :
a. Seni Rupa Klasik
Tema-tema yang diambil biasanya bentuk dewa-dewa Yunani yang dibuat patungnya dengan proporsi yang sempurna.  Begitu juga dengan seni dua dimensinya, semua bentuk realis mirip dengan aslinya menjadi sesuatu yang wajib bagi seniman.  Namun jaman ini mulai surut sejak Kristen masuk Eropa.
b. Seni Rupa Klasik Baru
Dikenal dengan jaman Renaisance dengan tema agama yang sangat menonjol dan bentuk-bentuknya yang sangat realis. Pada jaman ini pulalah tercipta lukisan yang sangat terkenal yaitu Monalisa karya pelukis Leonardo Da Vinci.
c. Seni Rupa Barok
Berlaku aturan yang pasti mengenai karya seni yang baik dan tidak baik.  Jika sebuah karya menyimpang, maka dikatakan tidak artistik.  Masa Barok ini dikenal juga dengan nama masa Klasik Akademik karena banyak bermunculkan tempat-tempat pendidikan para calon seniman.  Tema yang banyak dipilih adalah tema keagamaan, kerajaan dan keluarganya.
IV. ALIRAN-ALIRAN SENI RUPA
Perkembangan serta gejolak yang terjadi di masyarakat secara sosial maupun politik mem-punyai pengaruh yang besar bagi seniman dalam berkarya.  Karena me-reka  berkarya dengan mengungkapkan apa yang dipikirkan dan dirasakan.  Sehingga dari waktu ke waktu konsep dan bentuk karya seni rupa yang diciptakan selalu be-rubah dan berkembang.  Berikut ini bebe-rapa aliran seni rupa dengan para tokoh atau pe-nganut alirannya :
a. Romantisme
Aliran yang memunculkan kisah-kisah dramatis kepahlawanan. Tokohnya antaralain Delacroix (Perancis) dan Raden Saleh (Indonesia).
b. Realisme
Aliran yang menampilkan karya dengan tema apa adanya sesuai dengan kenyataan dan bertolak dari perilaku manusia.  Merupakan bentuk ketidaksetujuan dengan aliran Romantisme. Tokohnya antaralain Gustave Coubert, Dullah dan Hendra (Indonesia).
c. Naturalisme
Hampir sama dengan aliran Realisme yang menggambarkan bentuk-bentuk alam nyata, bedanya aliran ini lebih menampilkan kenyataan yang indah-indah saja. Tokohnya Wahdi Sumanta, Basuki Abdullah dari Indonesia.
d. Impresionisme
Dikenal dengan paham lukisan cepat.  Karena aliran ini menangkap keindahan yang ada pada saat tertentu yang harus segera dipindahkan menjadi karya seni.  Setiap waktu berubah, maka keadaan ikut berubah dan keindahan yang tertangkap oleh penglihatan ikut berubah juga.  Sehingga paham ini tidak mementingkan detil melainkan kesan sesaat.  Tokohnya Monet dan Pissaro.
e. Pointilisme
Mengikuti aliran yang sudah ada yaitu impresionisme, tetapi dengan teknik yang berbeda yaitu dengan menggunakan titik-titik untuk menampilkan kesan yang dilihat mata.   Tokoh dalam aliran ini G. Seurat.
f. Ekspresionisme
Ungkapan kebebasan dan keberanian berekspresi terhadap bentuk, warna sangat kuat dalam aliran ini.  Tokohnya Affandi (Indonesia), Vincent Van Gogh.

g. Kubisme
Benda-benda yang menjadi obyek karyanya dibuat menjadi bentuk sederhana mirip bentuk-bentuk kubus.  Dibedakan menjadi kubisme analisis (obyek dipecah-pecah menjadi bentuk geometris) dan kubisme sintetik (bentuk geometris disusun menjadi obyek).  Tokohnyanya Pablo Picasso.
h. Surealisme
Paham adanya sesuatu yang nyata dan tidak nyata melatarbelakangi aliran ini yang menyukai gambaran alam mimpi yang imajinatif dan kadang menakjubkan.  Tokohnya Salvador Dali.
SEJARAH PERKEMBANGAN SENI RUPA

PENDAHULUAN

Kata Art (Bahasa Inggris) sering diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai seni. Seni rupa adalah salah satu cabang seni yang diciptakan manusia dengan menggunakan rupa sebagai medium penggungkapan gagasan seni. Yang termasuk ke dalam seni rupa adalah garis, bidang, bentuk, huruf, angka, warn, bahkan cahaya. Karena perbedaan rupa yang dijadikan medium inilah kemudian dikenal cabang-cabang seni rupa seperti seni lukis, seni patung, seni grafis, seni desain, dan sebagainya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipCk1Pfatt2h14_SdRkbsTd-TT8Kl0QYh3gCjags7WdKlul9KWdmBvEkm7Pvl4S5YLc35waY-OH4RElMY74HPQCjwNsPAD2bNaO7oMKrOMkpjDLKUvCgD91OPAO0MuxM1tAm8dVQ3zJiU/s320/SBK+SMK+Terpadu+Al+Ittihad.JPG
Sebagai karya seni, seni rupa dapat dikelompokkan dalam berbagai kepentingan. Berdasarkan bentuknya dineal adanya karya seni rupa dua dimensi (dwimatra) dan karya seni rupa tiga dimensi (trimatra). Karya seni rupa dua dimensi adalah karya seni rupa yang diterakan pada bidang datar seperti gambar, lukisan, dan sejenisnya. Sedangkan karya seni rupa tiga dimensi dalah karya seni rupa yang menggunakan bentu-bentuk yang memiliki tiga ukuran (panjang, lebar, tinggi) sebagai mediumnya, seperti patung, karya kriya, dan sejenisnya.

Selain penggolongan berdasarkan bentuknya, karya seni rupa juga dapat dikelompokkan berdasarkan fungsi kegunaannya dalam konteks kehidupan manusia. Berdasarkan kegunaannya dikenal adanya seni rupa murini (pure art/fine art) dan seni rupa pakai (applied art) yang sering disebut dengan seni kriya.

Seni rupa murni atau seni murni adalah karya seni yang dimaksudkan untuk penikmatan semata dan tidak memiliki kegunaan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Karya seni murni dapat kita temukan dalam bentuk lukisan, patung, dan sejenisnya. Sedangkan seni rupa pakai atau seni pakai adalah karya seni rupa yang selain sebagai karya seni rupa juga memiliki fungsi atau kegunaan praktis dalam kehidupan s ehari-hari. Oleh karena itu, seni rupa pakai biasa dikenal sebagai seni kriya (craft).
 Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kriya berarti kerajinan tangan. Jadi dalam pengertian terbatas seni kriya dapat diartikan sebagai kerajinan tangan.



SEJARAH SENI RUPA


Perkembangan seni rupa dapat dirunut sejak zaman purbakala hingga era modern. Secara garis besar, sejarah seni rupa terbagi dalam beberapa periode sebagai berikut:

·                     Seni Rupa Zaman Prasejarah

Seni rupa dapat dikatakan sebagai bagian budaya yang tua. Dalam batas-batas tertentu, seni rupa telah ada sejak manusia mengenal peradaban. Karya-karya yang dimaksud ditemukan dalam bentuk gerabah yang diberi ornament hias tertentu, patung-patung leluhur masyarakat prasejarah, serta catatan-catatan (dalam bentuk gambar) yang digoreskan pada dinding-dinding goa.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1POdxlkPZLyFcrEVwp7tpv-cWPvhLj8Yo9pcxfeXXGqWQQtosJtoMO-h38riBpdxdKHL8-SyLF6jjHnaYc0P2xFNqMWecX7xoP_DcQLTFliioLQbmA_2Hjm7awKXyEsGz7FYTQIJF5ys/s1600/Seni+rupa+zaman+prasejarah.jpg

Pada akhir abad ke-19 dan permulaan abad ke-20, ditemukan pada beberapa tempat hasil seni yang dianggap orang paling tua hingga saat ini. Penemuan tersebut merupakan lukisan-lukisan pada dinding gua-gua yang terdapat di Perancis Selatan dan Spanyol Utara seperti di Combaralles, Font de Gaume, Altamira, dan Alpera.

Lukisan-lukisan yang dibuat pada dinding-dinding dan langit-langit gua tersebut dibuat dengan digurat atau dicukil dengan batu tajam. Cukilan ini diberi warna memakai batu dangklik) dicampur dengan lemak binatang sebagai perekatnya. Kebanyakan terdapat gambar-gambar binatang bison atau sapi hutan. Ada juga beruang, rusa kutub, kuda liar, dan babi hutan.


·                     Peradaban Bangsa-bangsa Kuno

Bangsa-bangsa timur yang mendiami daerah Timur Tengah dan Asia Kecil serta daerah Mesir dikenal sebagai bangsa-bangsa yang memiliki peradaban tinggi. Di mesir kita dapat menyaksikan sisa-sisa peradaban tinggi dalam bentuk karya seni arsitektur, patung, serta lukisan dinding yang bernilai tinggi seperti piramida, spinx serta relief-relief dan lukisan pada dinding bagian dalamnya.

Selain bangsa Mesir, bangsa Babilonia, Asiria, dan Persia merupakan bangsa-bangsa yang memiliki kebudayaan yang tinggi. 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgotjjSgwkHdUZeg4E1Q2MhnrwNRBViWJqdbcj-TUgdpA1Vo21lYGmlD0s18-wb8ZGjeep8Fo-1Oze6rTm3CKs7-n05Wx3afx7NL0SmKPNcQNioGhcup-yGmGuEVG0q5V8_av4cAbOizEE/s320/Mesir+Kuno.jpg

Bangsa Yunani dan Romawi sering dijadikan titik awal perkembangan seni rupa di dunia. Lukisan-lukisan karya pelukis Yunani kuno menampilkan bentuk-bentuk geometris yang diterakan pada permukaan keramik, jambangan, serta benda-benda kerajinan tangan lainnya. Sementara itu, bangsa Romawi karyanya dapat kita saksikan di dalam rumah-rumah bangsawan di kota Pompei.


·                     Seni Rupa Zaman Abad Pertengahan

Periode ini berlangsung mulai tahun 476 Masehi yakni pada awal perkembngan agama Nasrani di Romawi, dan berakhir pada tahun 1492, yakni pada saat ditemukannya benua Amerika. Karya-karya seni rupa abad pertengahan banyak dipengaruhi oleh corak budaya Yuani Purba dan Romawi yang menganut kepercayaan politheisme (menyembah banyak dewa) dan dicampur dengan ajaran-ajaran Nasrani. Pada zaman ini gereja memiliki pengaruh yang sangat besar.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJ1xKlPUvw11CBEsJkC7lGeHdk1YjqEQeEbu-YdRHuyWynS8NvEj4YMD2_a_Xtd_6XR_vYWldN_3ye38lX1vXiC5L5lMXfaKtCHfwDj7gZNVz2gRWeEsl_jxC-D6Ant23O3AhdCIWe0nM/s320/abad+pertengahan.jpg

·                     Seni Rupa Zaman Renaissance


Zaman renaissance merupakan zaman perubahan besar-besaran dalam berbagai bidang keilmuan dan seni budaya. Kemapanan gereja mulai terusik oleh berbagai pertentangan serta penemuan dalam bidang-bidang keilmuan.  Penemuan-penemuan baru dalam bidang geografi, fisika, astronomi telah dianggap sebagai hal yang menentang keberaddan da kemapanan agama. Galileo (1564-1642), seorang ahli fisika, ahli astronomi dan juga filsuf, ditangkap dan dipenjara dengan tanpa ditentukan batas waktunya karena penemuannya bertentangan dengan hokum-hukum yang dipercayai gereja.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCNotZ4rni4uyIIxEDdBopsUTVcRbnYnZ1Zx2HVdE3OujDrnvLIp7PFNO5fFtqMCxKPQ4kw68xgOenhKO9psX4woznRyoqgXWXmqYCcVejfaB5QRpcdQF5F_MxaWtDgeMaaQpuAC1d1Xk/s320/Mona+Lisa.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitzBDeGmTHhPKgv_iLl6eFcN7lxuuR0Pls6yyXOemRHRSnKyoU2iUc8AdaQ3da65Q0ahKyFn-qh3Fk9WP01_jcIKotWBe6PU4x0vqHoQ_vCFPxJm8md6SdVlMWzLLeFM2AAcZM94473m4/s1600/Leonardo+da+Vinci.jpg

Tokoh-tokoh seni rupa yang terkenal pada periode ini adalah Leonardo da Vinci, Michelangelo, dan Rafael Santi. Karya-karya penting pada masa ini terdapat pada bentuk-bentuk bangunan gereja, lukisan-lukisan dinding, relief pada pintu-pintu rumah dan bangunan gereja, serta patung-patung perunggu yang menghiasi hampir seluruh gereja di Italia serta seluruh Eropa Barat dan Eropa Timur.


·                     Seni Rupa Zaman Barok dan Rokoko

Kata Barok (baroque) berasal dari bahasa Romawi yang berarti “tidak beraturan” atau “menyimpang”. Michelangelo dan Palladio dianggap sebagai pelopor dari gerakan ini. Zaman Barok terlahir pada pertengahan abad ke-16 sebagai awal mula pengaruh seni Italia ke seluruh daratan Eropa.

Jika misi renaissance adalah melepaskan diri dari cara berpikir zaman pertengahan dan dipenuhi pola pikir gereja, maka barok melepaskan diri dari keterikatan tema-tema serta nuasnsa-nuansa yang terkandung pada masa renaissance. Lukisan-lukisan pada zaman barok terkesan berlebihan dari keadaan sebenarnya. Peter Paul Rubens (1577-1640), seorang seniman Belanda, melukiskan tubuh-tubuh orang penuh dengan otot-otot serta tokoh-tokoh perkasa.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlJ2GX1y_rJfdBkyheSNNHGdufGMgVBfj-w2mCSuEkOnPVqLbNoj5FIwREecBAGYPAg1XmzYzYLoyR9Gpo0VXQSdUPTHQbegKIhmAeBeGZt8WlLnznv4lcvo8J0ng_AzSOhGy3gQHMl4U/s320/sokrates_1.jpg


Rococo diambil dari kata “rocaile” yang berarti seni kulit kerang, sejenis kesenian yang sangat digemari pada saat itu di Italia. Pada zaman inilah bentuk-bentuk penyelewengan kaidah seni tampil meluas. Lukisan-lukisan dibuat menjadi lebih indah dari aslinya, lebih hebat, dan menyimpang dari sebenarnya. Karya seni menjadi barang pesanan kaum bangsawan dan saudagar yang memiliki banyak uang. Pada zaman ini kkary seni diperjualbelikan secara salah dan menjadi komoditas yang tidak berharga.


·                     Seni Rupa Abad ke-19

Penggalian kembali corak-corak lama, seperti yang terdapat pada gaya-gaya Yunani Purba dan Romawi telah melahirkan aliran-aliran baru yang dikenal dengan alisan klasik dan neo klasisme dalam seni lukis dan seni patung.

Beberapa catatan penting yang dapat disajikan dalam perkembangan seni rupa pada abad ke-19 ini adalah sebagai berikut:

1.             Munculnya berbagai aliran seni rupa seperti romaantisme, impresionisme, realism, simbolisme, munumentalisme, dll. 
2.             Terlepasnya pengaruh agama, terutama gereja, dari corak, gaya serta nafas kesenian secara umum. 
3.             Para pelukis semakin berani melakukan percobaan dengan berbagai penggunaan warna cerah sebagai pencurahan emosi dan pemikiran. 
4.             Seniman bukan lagi dari kalangan bangsawan atau memiliki status social tinggi, melainkan juga banyak yang berasal dari kalangan bawah.

Beberapa tokoh seniman yang terlahir pada abad ke-19 dan mewakili aliran-aliran yang dianutnya adalah sebagai berikut:

Klasisisme : arsitek Bartholome Vignon (1762-1846), pelukis Jacques Louis David (1748-1825)   
Romantisme : Raden Saleh Sjarif Bastaman, Ludwig Richter, Kasper Friederich.
Impresionisme : Jean Claude Monet, Eduard Manet dll 
Neo Impresioniesme : Paul Cezanne, Paul Gauguin, dll. 
Realisme  : George Hendrik Breitner, Auguste Rodin, dll. 
Simbolisme dan Monumentalisme : Willian Blake, Pierre Puvis de Chavannes, dll
Ekspresionisme : Vincent van Gogh, Eduard Munch, dll. 

·                     Seni Rupa Abad ke-20

Dengan pecahnya Perang Dunia I, timbullah berbagai gerakan perbaikan dalam bidang seni rupa yang meliputi fisik, material, mental, dan spiritual. Berdirinya Negara-negara baru sebagai hasil perjuangan negeri-negeri jajahan bangsa Eropa, telah membangkitkan semangat baru dalam bidang seni rupa.

Aliran-aliran yang bermunculan pada abad ke-20 ini antara lain fauvism yang dimotori oleh Henri Matisse, dll. Kubisme menampilkan pelukis Pablo Picasso, Leo Getel, dll. Futurisme menampilkan tokoh-tokoh peuis Carlo Carra dan Buido Severini. Absolutisme menampilakn pelukis Wassily Kadinsky.

Klasifikasi Karya Seni Rupa

Posted on  by mazgun
Jika kita melihat karya-karya seni rupa yang berkembang pesat dan kian beraneka ragam jenisnya terkadang membuat kita kesulitan menggolongkan karya-karya seni rupa tersebut. Begitupun dalam menyebut atau memberi nama sebuah karya seni rupa seringkali masih kurang tepat, bahkan jauh dari pengertian yang sesungguhnya. Hal tersebut lebih dikacaukan lagi dengan tidak adanya batasan dan fungsi yang pasti dalam proses pembuatannya. Sebagai contoh karya-karya seni terapan yang pada kenyataannya tidak memiliki fungsi secara praktis terhadap kebutuhan fisik manusia, namun hanya sekedar bertujuan dekoratif atau menghias saja. Demikian pula pada sebagian karya seni murni yang ternyata tidak sekedar memenuhi kebutuhan estetik semata, namun dapat berfungsi menopang kebutuhan hidup manusia secara fisik, atau dengan kata lain memiliki nilai pakai.
Kenyataan seperti di atas memang dapat terjadi pada sebagian karya seni rupa. Namun, jika kita lihat pendekatan secara umum kita dapat menggolongkan karya-karya seni rupa sebagai berikut:
1. Karya Seni Rupa Murni (fine art)
Karya seni rupa murni merupakan jenis karya seni rupa yang dibuat dengan tujuan memenuhi kebutuhan estetik atau nilai-nilai keindahan semata, terlepas dari fungsi praktis. Karya semacam ini dibuat untuk kepentingan mengekspresikan emosi atau perasaan penciptanya. Yang tergolong karya seni murni yaitu seni lukis, seni patung, dan seni grafis. Seni lukis merupakan karya yang umumnya berbentuk dua dimensi dan dibuat di atas permukaan kertas, kanvas, dinding, kaca dan bahan lain yang memungkinkan untuk itu. Bahan pewarna yang digunakan dpat menggunakan cat, tinta, arang, pensil dan lain-lain. Ada pula karya seni lukis yang dibuat pada tubuh manusia yang lazim disebut body painting. Teknik melukis dapat beragam. Secara konvensional dengan menyapukan bahan pewarna menggunakan alat berupa kuas, namun ada pula teknik melukis yang memanfaatkan plototan cat dari tubenya, atau bahkan dengan sapuan jari-jari tangan senimannya. Seni patung merupakan karya seni rupa yang berbentuk tiga dimensi (dapat dinikmati dari beberapa arah pandang) dibuat dengan menggunakan berbagai media seperti, kayu, batu, semen, fiber, lilin, tanah liat atau bahkan es. Teknik membuat patung menyesuaikan dengan bahan yang dipakai, dengan cara membentuk dengan tangan, membutsir, memahat, ataupun dengan teknik cetak. Corak seni patung juga bermacam-macam, ada patung naturalis yang menggambarkan benda seperti wujud asli yang ada di alam, ada pula yang bercorak abstrak sehingga sulit dikenali bentuknya. Sedangkan seni grafis merupakan jenis karya seni rupa yang dibuat dengan teknik cetak seperti teknik cukil, lithografi, cap, cetak sablon dan lain-lain. Seperti halnya seni lukis, seni grafis dibuat untuk tujuan mengekspresikan emosi dan gagasan senimannya.
2. Seni Rupa Terapan (applied-art)
Berbeda dengan seni rupa murni, seni rupa terapan dibuat dengan mengutamakan tujuan praktis, dengan kata lain dimanfaatkan fungsi pakainya untuk memenuhi kebutuhan fisik manusia.  Namun demikian karya seni rupa terapan diupayakan memilki nilai artistik pula. Membuat karya seni rupa terapan tidak sebebas membuat karya seni rupa murni karena di dalamnya harus mempertimbangkan persyaratan-persyaratan tertentu, seperti syarat keamanan (security), kenyamanan (comfortable), dan keluwesan dalam penggunaan (flexibility).
Mengingat banyaknya jenis karya tersebut, maka karya seni rupa terapan dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu desain dan kriya. Desain merupakan karya seni yang dibuat berdasarkan pesanan atau permintaan clien (pemesan). Yang termasuk dalam karya desain yaitu; desain grafis (desain komunikasi visual), desain arsitektur (rancang bangun), dan desain produk. Karya desain grafis adalah karya yang dibuat untuk mengkomunikasikan pesan tertentu kepada publik atau khalayak umum seperti poster, iklan, baliho, selebaran, pamflet, banner, kartu ucapan, desain undangan dan lain-lain. Desain arsitektur adalah karya seni rupa yang bertujuan memenuhi kebutuhan akan hunian atau tempat tinggal dan fasilitas umum seperti rumah, gedung, tempat ibadah, jembatan dan lain-lain. Sedangkan desain produk merupakan karya seni rupa yang berupaya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari seerti perabot rumah tangga, alat elektronik, alat komunikasi, alat transportasi, aksesoris, busana, dan lain-lain.
Ketiga jenis desain di atas umumnya dibuat dengan menggunakan alat-alat berteknologi modern dan mamanfaatkan bahan-bahan sintetis atau bahan buatan. Karena dibuat dengan menggunakan mesin, maka produksinya dapat dibuat dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang relatif singkat, namun unsur ekspresi tidak tersampaikan secara bebas karena prosesnya tidak melibatkan sentuhan tangan langsung dari penciptanya.
Seni kriya atau seni kerajinan memilki perbedaan dengan desain. Kebanyakan karya seni kriya dibuat secara tradisional dengan keterampilan tangan pembuatnya dan banyak memanfaatkan bahan-bahan alam seperti kayu, bambu, batu, logam, tanah liat, kulit binatang, dan lain-lain. Karya seni kriya kini banyak digemari karena unsur keasliannya, tak heran orang-orang banyak yang merasa bangga mengoleksi barang-barang kriya daripada barang-barang buatan pabrik. Yang termasuk dalam golongan karya seni kriya diantaranya; keramik (gerabah), ukir kayu, kerajinan kulit, anyaman, batik, dan kerajinan logam.
Pada perkembangannya jenis seni kriya jauh lebih banyak mengeksplorasi bahan-bahan alam seperti kulit kerang, batu-batuan, bahkan tumbuhan. Banyak pula sebagian bahan limbah dan bahan sintetis yang kemudian dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan seperti limbah plastik, kertas, karet, dan lain-lain. Sekalipun memanfaatkan bahan buatan, namun karya-karya semacam ini tetap digolongkan dalam seni kriya. Barangkali orang-orang lebih banyak melihatnya dari segi proses membuatnya yang mengandalkan kreativitas dan keterampilan tangan ketimbang dari segi bahan. Kini seni kriya tumbuh makin pesat di Indonesia. Banyak daerah-daerah yang kemudian menjadi sentra-sentra kerajinan. Kondisi geografis dan demorafi Indonesia merupakan faktor pendukung menjamurnya seni kerajinan Nusantara.
Di bawah ini contoh beberapa karya seni rupa yang disebutkan dalam klasifikasi karya seni rupa di atas:
Karya seni lukis
upload lukis
Karya seni grafis
upload grafis
Karya seni patung
upload patung
Desain arsitektur
upload arsitektur
Desain produk
upload des produk
Desain grafis / desain komunikasi visual
upload DKV
Kriya keramik
upload keramik
Kriya batik
upload batik
Kriya ukir kayu
upload ukir
Kriya logam
upload logam
Kriya anyam
upload anyam
Kriya kulit
upload kulit
Kriya dengan memanfaatkan bahan limbah
upload barang limbah
  Seni merupakan sebuah karya manusia yang mengandung unsur-unsur keindahan. Seni sendiri memiliki banyak cabang, mulai dari seni musik, seni tari, seni sastra, seni teater, hingga seni rupa.

Pembahasan
               Dalam karya seni rupa, secara garis besar karya seni berdasarkan bentuk dibagi menjadi 2, yaitu karya seni rupa 2 dimensi dan karya seni rupa 3 dimensi.

              Karya seni 2 dimensi merupakan sebuah karya yang hanya memiliki batas dua sisi, dimana karya ini hanya memiliki ukuran panjang dan lebar serta tidak memiliki ruang. Selain itu karya ini memiliki ciri hanya bisa dinikmati dari 1 arah, medium pembuatannya berupa bidang datar, serta memiliki dimensi luas. Contoh karya 2 dimensi seperti lukisan, karikatur, mozaik, logo, foto, dan banner.

             Karya seni 3 dimensi merupakan sebuah karya yang tidak sekedar memiliki ukuran panjang dan lebar, namun juga memiliki ukuran volume. Selain itu karya ini memiliki ciri dapat dinikmati dari segala arah dan menempati ruang. Contoh karya seni 3 dimensi seperti topeng, patung, miniatur, kriya, dan guci.

Kesimpulan
             5 Contoh karya seni rupa 2 dimensi, antara lain seperti :  
 Seni Rupa 2 Dimensi


Seni Rupa 2 Dimensi – Manusia hidup membutuhkan suatu seni agar tidak terasa hambar dan monoton sehingga merasa cepat bosan. Sebuah karya seni yang indah tentu bisa membuat perasaan senang dan merubah mood seseorang yang tadinya bosan jadi bersemangat.
Sebagai contohnya adalah hasil-hasil karya seni rupa 2 dimensi yang mempunyai nilai artistik yang sangat tinggi. Pengertian dari seni rupa 2 dimensi sendiri adalah sebuah karya seni rupa yang hanya memiliki dua sisi saja  yaitu sisi lebar dan sisi panjang.
Sehingga seni rupa jenis ini tidak memiliki ruang karena tidak adanya unsur ketebalan. Jadi hasil karya seni yang ini hanya bisa dinikmati melalui satu sisi saja. Membahas serta mengapresiasi suatu karya seni rupa tentu tidak lepas dari hal-hal penting yang menjadi prinsip dasarnya.
Karena seni rupa termasuk salah satu dari berbagai cabang seni yang hasil karyanya bisa dinikmati oleh indera penglihatan dan perabaan. Karya seni rupa biasa juga disebut visual art yaitu karya seni yang dapat dilihat dan mempunyai wujud nyata.

DAFTAR ISI ARTIKEL
·         Teknik-Teknik Seni Rupa 2 Dimensi
·         1. Teknik Plakat
·         2. Teknik Kolase
·         3. Teknik Transparan
·         Contoh Seni Rupa 2 Dimensi
·         1. Gambar
·         2. Lukisan
·         3. Seni Grafis
·         4. Kaligrafi
·         5. Seni Fotografi
·         6. Seni Mozaik
·         7. Poster
·         Tokoh Seni Rupa 2 Dimensi
·         b. Vincent Van Gogh
·         Penutup
Teknik-Teknik Seni Rupa 2 Dimensi
Karya seni rupa memiliki fungsi guna menunjang kebutuhan hidup sehari-hari manusia. Oleh karena itu dalam proses pembuatannya jenis seni rupa yang satu ini membutuhkan teknik-teknik khusus. Berikut adalah beberapa teknik yang dapat digunakan dalam rangka pembuatan seni rupa 2 dimensi:
1. Teknik Plakat
Jenis teknik yang satu ini adalah yang paling sering digunakan pada saat melukis. Teknik plakat ini biasanya  menggunakan cat poster dan cat minyak akrelik dengan cara digoreskan agak tebal. Sehingga warna yang dihasilkan benar-benar bagus sangat padat dan pekat.

2. Teknik Kolase
Merupakan teknik melukis yaitu caranya dengan memotong kertas kemudian kertas tersebut ditempelkan pada obyek tertentu sehingga membentuk lukisan. Dengan teknik ini dapat menghasilkan lukisan yang abstrak atau realis dari potongan kertas yang tadi ditempelkan. Hasil dari karya seni rupa yang memakai teknik ini sering disebut dengan mozaik.
3. Teknik Transparan
Teknik transparan ini adalah teknik yang seringkali dipakai pada saat melukis atau menggambar. Pada teknik ini biasanya menggunakan cat air namun hanya digoreskan secara tipis-tipis saja jadi menghasilkan tekstur yang begitu transparan.
4. Teknik Melipat, Menggunting, Dan Merekat (3 M)
Teknik yang satu ini merupakan teknik manipulasi beberapa lembaran kertas yang dirangkai sedemikian rupa hingga membentuk sebuah karya seni rupa 2 dimensi.
Jadi untuk menghasilkan sebuah karya seni yang indah dan disukai banyak orang pasti membutuhkan keahlian dan teknik-teknik khusus. Sebuah karya seni tidak akan berarti apa-apa jika didalamnya tidak mengandung nilai yang artistik. Karena itu sebelum membuat sebuah karya seni hendaknya terlebih dulu memperhatikan teknik-tekniknya.

Contoh Seni Rupa 2 Dimensi
Hasil karya seni rupa sekarang ini dengan mudah dan banyak sekali bisa kita jumpai dimana-mana. Hasil karya tangan-tangan yang penuh kreatif dan imajinatif ini bisa dijadikan sebagai lahan guna menambah penghasilan. Berikut ini beberapa contoh hasil karya seni rupa 2 dimensi yang mempunyai nilai seni yang sangat tinggi, yaitu:
1. Gambar
Perwujudan dari gambar sendiri lebih menekankan pada unsur bentuk, garis, dan aspek kegunaan tanpa menggunakan ekspresi. Jadi hasil karya seni rupa dalam wujud gambar ini kelihatan lebih nyata untuk dinikmati. Sebagai contohnya adalah seperti gambar arsitektur, gambar ilustrasi, dekorasi, desain dan lain sebagainya.
2. Lukisan
Merupakan karya seni rupa 2 dimensi yang dibuat dengan menggunakan media seperti kain kanvas, dinding hingga kertas. Proses pembuatan dari lukisan itu sendiri yaitu dengan memoleskan cat dengan menggunakan pisau palet, kuas lukis, serta peralatan jenis lain. Semua itu dilakukan di atas media lukis hingga membentuk sebuah gambar yang diinginkan.

Satu hal yang menarik dari sebuah lukisan adalah nilai yang terkandung didalam lukisan tersebut. Maka dalam pembuatannya dibutuhkan imaginasiyang tinggi serta skill (keahlian) yang mumpuni agar menelurkan lukisan yang luar biasa.
3. Seni Grafis
Seni grafis sendiri termasuk salah satu cabang seni rupa yang mana dalam proses pembuatannya membutuhkan alat bantu. Sebagai contohnya adalah seni fotografi karena dalam pengerjaannya fotografi membutuhkan alat bantu kamera. Dengan kamera ini akan menghasilkan foto-foto yang sangat bagus sama persis dengan obyeknya.
4. Kaligrafi
Termasuk sebuah karya seni artistik dalam bahasa arab dengan menggunakan berbagai media seperti kertas, kain kanvas, kayu, dinding maupun kuningan. Dalam pembuatannya seni kaligrafi ini merupakan bentuk ekspresi dalam hal keagamaan serta budaya Islam. Hasil karya seni kaligrafi ini sering kita jumpai di masjid-masjid dan yang paling terkenal yaitu kaligrafi sufi.
5. Seni Fotografi
Fotografi ini termasuk kedalam seni grafis yang mana dalam perkembangannya semakin banyak diminati orang. Hal ini tentu saja karena semakin canggih dan semakin mudahnya alat bantu yang dipakai yaitu kamera. Apalagi sekarang ini hampir semua handphone sudah dilengkapi dengan fitur kamera yang canggih.
Sehingga dimanapun dan kapanpun orang bisa mengekspresikan diri dengan memakai kamera tersebut. Dengan tidak sadar mereka itu sudah menghasilkan sebuah karya seni yakni seni fotografi.
6. Seni Mozaik
Merupakan jenis karya seni rupa yang pembuatannya dengan cara menyusun suatu benda hingga membentuk wujud tertentu. Wujud benda ini tentu saja mempunyai nilai estetis tinggi serta membutuhkan bahan-bahan tertentu. Sebagai bahan utama bisa menggunakan kulit telur, pecahan kaca, keramik, dan serpihan kayu.
7. Poster
Pembuatan poster ini biasanya diatas kertas dan membentuk suatu wujud yang mampu memberikan suatu informasi. Informasi yang diberikan ini bisa berupa suatu ajakan ataupun pesan propaganda. Poster termasuk seni rupa 2 dimensi yang sangat efektif sebagai iklan dalam mempromosikan suatu produk.


Tokoh Seni Rupa 2 Dimensi
Jika dilihat secara keseluruhan ada banyak tokoh seni rupa yang telah menghasilkan karya-karya seni yang sangat indah. Tokoh-tokoh itu ada yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Namun ada 2 tokoh lokal dan internasional yang hingga saat ini paling terkenal dan disegani, yaitu:
a. Raden Saleh Sjarif Boestaman
Merupakan tokoh seni rupa yang lahir di Semarang tahun 1807 lalu meninggal tahun 1880 di Bogor Jawa Barat. Bakatnya sudah terlihat semenjak beliau masih kecil hingga kemudian bakatnya diasah serta didampingi pelukis keturunan Belgia, A.A.J. Payen. Dibawah asuhan gurunya ini kemampuan melukis Raden Saleh semakin meningkat.
b. Vincent Van Gogh
Termasuk salah satu pelukis terbesar di dalam sejarah kesenian bangsa Eropa. Vincent ini lahir pada 30 Maret 1853 dan meninggal pada 29 Juli 1890. Banyak dari hasil karyanya yang bagus-bagus dan dikenal luas di daratan Eropa
Dengan adanya 2 tokoh seni rupa yang berdedikasi tinggi dalam kesenian ini membuat seni rupa tidak dipandang sebelah mata. Karena hasil karya seni rupa sudah terbukti memiliki pengaruh yang sangat penting dalam sendi-sendi kehidupan manusia. Dengan adanya karya seni rupa hidup manusia jadi lebih berarti dan bermakna.

Penutup
Seiring dengan perkembangan jaman yang semakin modern pertumbuhan seni rupa 2 dimensi sekarang ini mengalami kemajuan. Apalagi dengan dukungan teknologi canggih yang menghasilkan alat-alat bantu modern membuat perkembangan seni rupa jauh lebih mudah. Hal ini tentu sangat menggembirakan sekali terutama bagi pecinta seni (seniman).
Sesederhana apapun bentuk dari karya seni rupa pasti memiliki nilai estetis sendiri. Oleh karena itu menjadi kewajiban kita untuk terus melestarikan dan mengembangkan seni rupa itu sendiri. Baik itu karya seni rupa lokal maupun internasional harus sama-sama kita lestarikan keberadaannya.
Mengidentifikasi 10 Jenis Karya Seni Rupa 2 Dimensi

1.     Sketsa
Sketsa adalah rancangan yang kasar dari suatu komposisi atau sebagian komposisi dibuat demi kepuasan pribadi.      
Pribadi seniman ada beberapa hal yaitu skala, perbandingan, komposisi, penyinaran dan lain sebagainya.
2.     Fotografi
Fotografi adalah sebuah kegiatan atau proses menghasilkan suatu seni gambar/foto melalui media cahaya dengan alat yang disebut kamera dengan maksud dan tujuan tertentu.
3.     Lukisan
Lukisan adalah karya seni yang proses pembuatannya dilakukan dengan memulaskan cat dengan alat kuas lukis, pisau palet atau peralatan lain, yaitu memulaskan berbagai warna dan nuansa gradasi warna, dengan kedalaman warna tertentu juga komposisi warna tertentu dari bahan warna pigmen warna dalam pelarut (atau medium) dan gen pengikat (lem) untuk pengencer air, gen pegikat berupa minyak linen untuk cat minyak dengan pengencer terpenthin, pada permukaan (penyangga) seperti kertaskanvas atau dinding.
4.   Poster
Poster adalah karya seni atau desain grafis yang memuat komposisi gambar dan huruf di atas kertas berukuran besar. Pengaplikasiannya dengan ditempel di dinding atau permukaan datar lainnya dengan sifat mencari perhatian mata sekuat mungkin. Karena itu poster biasanya dibuat dengan warna-warna kontras dan kuat.
5.     Seni Grafis
Seni grafis adalah cabang seni rupa yang proses pembuatan karyanya menggunakan teknik cetak, biasanya di atas kertas.
6.     Batik
Batik adalah kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu yang memiliki kekhasan.
7.     Mozaik
Mozaik adalah seni dekorasi dari kepingan bahan keras yang disusun dan ditempelkan dengan pelekat atau bisa disebut dengan kegiatan menata pecahan menjadi bentuk tertentu dengan berdasarkan warna.


8.     Kaligrafi
Kaligrafi adalah suatu corak atau bentuk seni menulis indah dan merupakan suatu bentuk keterampilan tangan serta dipadukan dengan rasa seni yang terkandung dalam hati setiap penciptanya.
9.     Ilustrasi
Ilustrasi adalah hasil visualisasi dari suatu tulisan dengan teknik drawing, lukisan, fotografi, atau teknik seni rupa lainnya yang lebih menekankan hubungan subjek dengan tulisan yang dimaksud daripada bentuk.

10.                        Logo
Logo adalah grafis tanda atau lambang yang digunakan oleh perusahaan komersial, organisasi, dan bahkan individu untuk membantu dan mempromosikan pengakuan public instant.





















B. Membandingkan 10 Jenis Karya Seni Rupa 2 Dimensi

1.     Sketsa
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6yUX1J7v3ke13DskWLxdmdEM6VVqKIUcQt9XxaR5ZhKpgN6n_hzbjWUiHzLGQOKrre9qhP6bs3eskir0Yyh47xAMlEtJSCUQIMTo0spZ4HBOUC2w4A0DpiZGIkxOOCS_1QOhcTnY01hY/s320/sketsa.jpg
Karya diatas merupakan karya seni rupa murni. Tekniknya adalah menggambar. Medianya adalah kertas dan alat-alatnya pensil, spidol, penggaris, dsb. Sketsa ini biasanya menggambar hanya bagian dasarnya saja sebagai acuan untuk menggambar yang sebenarnya. Nilai estetis dalam karya ini adalah keindahan atau keanehan pada setiap sketsa.

2.     Fotografi
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGxps1q3Qo_Tob8DiTHOgMkKfMR3A-8dXqK1iySnWVgmrbLjhxa9ILBwoihcvNkmnpQbKgjxa0NmMEQiIxqsgk6cxnYYS6rh9ZtrKx6BeVOaFESaoEVIJ-nKYSSdrouP2tSv_1XN_JW5Q/s1600/fotografi.jpg
Tema dari hasil fotografi ini adalah alam. Tekniknya adalah menggambar dengan cahaya. Medianya jika dicetak adalah kertas foto dan tinta, sedangkan alat untuk mengambil foto adalah kamera. Seni ini termasuk seni rupa kontemporer. Keindahan terlihat pada hijaunya sawah dengan perpaduan para petani yang berjalan. Hal ini menggambarkan bahwa para petani yang berjalan menuju sawah mereka untuk berladang.

3.     Lukisan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPH6HQ5RcQS-p6WXlvT22KBBBAd7vV9zD1LePmutItHa679cs3qcJy6VTtFx8-QjIgTKkFblFZefdVh22AHpr3MUnHLMSa-UyxnZrZ8gWYQ8rBlyF2U6Oi0qId_R-aK6h0Br3gUJ2m0pA/s1600/lukisan.jpg
Dari lukisan diatas dapat kita ketahui ragam yang terdapat dalam karya seni tersebut. Karya seni rupa ini termasuk kedalam karya seni rupa murni. Berdasarkan tekniknya karya ini termasuk kedalam karya seni lukis. Dan berdasarkan perkembangannya termasuk kedalam seni rupa zaman baru/modern. Dapat dilihat dari segi temanya adalah segerombolan kuda. Nilai estetis yang dapat kita lihat adalah pemandangan yang indah dengan perpaduan warna yang sesuai dengan aslinya. Medium/media untuk lukisan ini biasanya seperti kertas atau kanvas. Alat-alat yang digunakan pun juga sederhana seperti pensil, kuas, cat warna, pena, pastel/crayon. Dan tekniknya adalah melukis.

4.     Poster
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi75ZTMD4XyNSKLT491Ih_D006t7PmgusauWjWmOxw_NoviN1Rz0n5ZfhASnW9EAhZ8FUDGzpo1Sh02fb_ydQ69mDu0JEG8EPNFYXLYT1QJFU6GlxkwGTwPU3IiTNgcKF6oeegXlNy5pWg/s1600/poster.jpg
Berdasarkan tekniknya karya seni poster biasanya adalah melukis ataupun menggambar. Seni rupa ini termasuk seni rupa terapan. Medianya adalah kertas , dan alat-alatnya biasanya adalah cat, tinta. Biasanya bisa langsung di media kertas dengan digambar langsung ataupun digambar di computer terlebih dahulu. Karya seni ini merupakan karya seni rupa modern. Nilai estetisnya bisa dilihat dari keindahan gambar yang dibuat yang menyimbolkan sesuatu karena poster bersifat untuk mengajak seseorang agar seseorang tahu apa yang dimaksud poster biasanya ditambahkan tulisan ataupun gambar yang mendukung.

5.     Seni Grafis
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2u1w9jSvYg_-x4q_WswwKFW_YU7UAiS55agBlt4rlF6qn3gyINc0Jtou0ubGXOPuZhZzTw62zlzq5pGLzzuUlaDQT5m9qU-W1USs79JjLzFnSH1yV8QLM3LSHoudvkJiYiwHno8f7TDs/s1600/seni+grafis.jpg
Dari contoh seni grafis diatas, kita dapat mengetahui bahwa karya seni grafis termasuk dalam karya seni rupa kontemporer atau modern. Karena manusia bisa membuat sesuatu yang berlebihan sesuai dengan ide dalam pikirannya dan memperkembangkan suatu karya sesuatu maka dari itu disebut kontemporer. Tekniknya biasanya lukis ataupun menggambar. Termasuk seni rupa murni. Temanya adalah tumbuhan. Karya tersebut memiliki nilai estetis tersendiri. Medianya biasanya hanya diperlihatkan melalu media social, tetapi kadang juga dicetak di media kertas.

6.     Batik
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmCCX9d6u727YSIzpsJgwzWoF_2OZxysazOjKWw3_lljPXCDE_GRHirzF0L5jsor3GvKQTrwOcKxm_rSGH1DAcQ7HiItMr3iU4a8FU7qPEGOm1O1FvKz7SXT9V2-E9pTb6uhXmBzWLFS0/s1600/batik.jpg
Karya seni batik merupakan seni rupa terapan. Menurut tekniknya adalah membatik. Medianya adalah kain dan alat-alatnya adalah kompor, canting, wajan, timba, pensil. Bahannya adalah berpa malam yang dipanaskan kemudian dituangkan ke kain sesuai pola. Seni ini termasuk seni rupa modern/kontemporer. Simbol dan nilai estetis tergantung pada batik, karena setiap daerah mempunyai symbol/desain batik yang berbeda-beda.

7.     Mozaik
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZichhSX0oypYDakJx8nmRVROcxPer9Q9v3JWEpHFuOykoKurmYbjKyZavRmK4NIJn53ghDU2snrV3BWU-JbNqdlH7z_S120prC821tpoDhDdOVUsNuNVofIBtPMPQ-wah73F8Ngw3pGs/s1600/mozaik.jpg
Karya seni mozaik ini adalah karya seni rupa terapan. Teniknya adalah menempel. Medianya bisa bermacam-macam, seperti kain, kertas, kanvas, dll. Alat-alatnya adalah pensil, pena, lem, kepingan kecil. Karya seni ini adalah karya seni kontemporee. Adapun keindahan dalam mozaik diatas adalah uniknya gambar burung. Itulah yang disimbolkan dari karya seni rupa mozaik.

8.     Kaligrafi

Dari karya kaligrafi diatas tekniknya adalah melukis atau menggoreskan pensil agar membentuk goresan kasar pada media yang digunakan. Merupakan seni rupa murni. Medianya pun bisa beragam seperti kertas, kanvas, kain, dsb. Karya seni ini termasuk dalam karya seni rupa modern. Nilai estetisnya adalah keindahan tulisan Al-Quran tersebut yang dimodifikasi dengan sangat indah dan bisa menyentuh kerohanian seseorang. Biasanya juga dibuat symbol sebuah pesantren atau yang lainnya yang berbau islamiyah.

  
9.     Ilustrasi
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7vS9WDzS1-yxBMCK-rTTnlBJ8aRkoxGqTC2k2Iy65ak0TiJuzmoHqkFgDzwa9BOi7ZcMF9I8l1oGzY3XdgFZ9Ly6V4AuwqnnirVTm16iKThH6dxyq7L60nhhmfasE5D9PGGQWd0HTYIk/s1600/ilustrasi.jpg
Karya seni ini termasuk karya seni rupa terapan. Tekniknya adalah menggambar. Medianya jika dicetak adalah kertas, bisa juga hanya digambar di komputer saja. Karya seni ini termasuk karya seni rupa modern/kontemporer. Keindahannya adalah terkadang ilustrasi dapat bergerak jika dibuat komik/kartun. Dan ilustrasi bertujuan mengajak para pembaca/penikmat.
10. Logo
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9goKwDFRTBbqAmYPJemjGaWPKcs8kuFHmqLN0PRNTVQxspPPY-6nhyphenhyphenQinveAs5cVBsoXjBTdEasiNGh0ogn9M1EmbZaSGQfytMnqCj3VhE8ANo-S0CXGhcjqVkTHnR8ANu_nul5LZ2Ao/s320/smansa.jpg

Karya seni ini merupakan seni rupa terapan. Dan termasuk seni rupa modern. Tekniknya adalah menggambar/mendesain. Mediumnya bisa dibuat dikomputer agar lebih indah. Biasanya logo ini menyimbolkan suatu organisasi tertentu dan setiap organisasi mempunyai simbol yang berbeda-beda. Seperti logo SMAN 1 Genteng menyimbolkan bahwa logo ini milik SMAN 1 Genteng.



C. Mengidentifikasikan Fungsi 10 Karya Seni Rupa 2 Dimensi

1.     Sketsa
Memberi gambaran terhadap tema, mempertajam pengamatan, meningkatkan kemampuan.
2.     Fotografi
Mengabadikan moment tertentu, hiasan dinding, dan dokumentasi acara.
3.     Lukisan
Memperjelas pengungkapan, ide, pikiran, perasaan dan lain-lain dan sebagai pajangan di dinding rumah atau tempat lainnya.
4.     Poster
Mengiklankan barang/lainnya, media informasi, dekorasi interior, media propaganda.
5.     Seni Grafis
Produksi media informasi dan komunikasi, produksi media promosi, apresiasi seni dan kreativitas, pekerjaan atau hobi, menambahkan nilai estetika.
6.     Batik
Dekorasi interior, untuk busana ataupun pakaian.
7.     Mozaik
Hiasan dinding, dekorasi interior, mengembangkan daya piker, ide dan kreativitas.
8.     Kaligrafi
Media kerohanian, informasi penghubung masyarakat yang merupakan bagian dari sarana peralihan kebudayaan dan peradaban.
9.     Ilustrasi
Memberikan bayangan setiap karakter di dalam ceritamemberikan bayangan bentuk alat-alat yang digunakan di dalam tulisan ilmiah, memberikan bayangan langkah kerja, mengkomunikasikan cerita, menghubungkan tulisan dengan kreativitas dan individualitas manusia, memberikan humor-humor tertentu untuk mengurangi rasa bosan, dapat menerangkan konsep yang disampaikan.
10.                        Logo
Penanda sebuah bisnis/lembaga, sebagai perbedaan dengan yang lain, sebagai keunggulan dengan yang lain.











D. Membedakan Fungsi 10 Karya Seni Rupa 2 Dimensi

1.     Sketsa
Seni rupa murni
2.     Fotografi
Seni rupa murni
3.     Lukisan
Seni rupa murni
4.     Poster
Seni rupa terapan
5.     Seni Grafis
Seni rupa murni
6.     Batik
Seni rupa terapan
7.     Mozaik
Seni rupa murni
8.     Kaligrafi
Seni rupa murni
9.     Ilustrasi
Seni rupa terapan
10. Logo
Seni rupa terapan
Seni Rupa Murni Mancanegara
_ 

Asia Membuat karya dua dimensi yang dikembangkan dari beragam unsur seni rupa Nusantara dan mancanegara dan diluar Asia teknik seni rupa Nusantara dan mancanegara diluar Asia 102

seni rupa gambar karya 2 dimensi gambar karya seni rupa mancanegara gambar karya seni rupa murni gambar karya seni rupa nusantara

Memasukkan dan Memodifikasi Gambar karya seni rupa gambar karya 2 dimensi seni rupa mancanegara gambar karya seni rupa murni gambar karya seni rupa nusantara






Ragam Karya Seni Rupa Mancanegara
I. PERKEMBANGAN SENI
Perkembangan kesenian di seluruh dunia tidak terlepas dari pengaruh kebudayaan masyarakatnya, tidak terkecuali dengan bentuk kesenian yang tumbuh dan berkembang di Indonesia.  Tema-tema yang menjiwai hasil karya seni maupun gaya penyajiannya, selalu berubah dan berkembang sesuai dengan perubahan yang terjadi di masyarakat dan kondisi lingkungannya.
Bentuk karya seni rupa, aliran-aliran seni rupa dan gaya penciptaan seniman terus berkembang.  Munculnya aliran romantisme (menonjolkan khayalan yang indah-indah saja) disebabkan karena kekecewaan masyarakat terhadap Napoleon.  Penemuan listrik dan teknologi mesin memunculkan banyak bentuk karya seni seperti aliran abstak, seni cetak sablon, desain komputer grafis dan sebagainya.  Jika ditinjau dari perkembangannya sejarah bentuk seni sekarang ini dapat dikelompokkan menjadi :
a. Perkembangan ilmu pengetahuan
-          Ditemukan atom dan nuklir
-          Orang mulai berpikir tentang konsep abstrak
-          Seniman berlomba-lomba menemukan sesuatu yang baru
b. Perkembangan kebebasan pribadi
-          Tercetusnya asas-asas demokrasi menambah kebebasan berekspresi seniman
-          Seniman mulai berani melakukan eksperimen terhadap bahan, media dan teknik
c. Perkembangan industri dan teknologi
-          Ditemukan mesin yang dapat menggandakan karya
-          Seniman dengan kreatifitas tinggi mendapat kedudukan tinggi di perusahaan untuk membuat desain
-          Kreatifitas seniman secara perseorangan menjadi ciri utama masa ini
-          Mengapresiasi karya mulai menggunakan media foto, televisi.
-          Pameran dan galeri seni mulai banyak bermunculan
d. Perkembangan tingkat apresiasi
-          Muncul kesepakatan tentang pengertian apresiasi
-          Karya seni tradisional (primitif) mendapat tempat yang baik karena dianggap sebagai karya seni dengan ekspresi yang murni
-          Muncul aliran seni rupa yang terinspirasi dari bentuk karya seni primitif seperti aliran kubisme
e. Reaksi masyarakat terhadap keadaan sekitarnya
-          Seniman mulai tidak merasa puas dengan ciptaannya dan terus mencari yang baru.
-          Karya yang diciptakan mulai meninggalkan aturan-aturan yang berlaku.
-          Kritikus seni mulai muncul dengan sikap pro dan kontra terhadap penyimpangan seniman dalam berkarya.
-          Seniman yang tahan terhadap kritikan menjadi lebih terkenal.

II. SENI RUPA INDONESIA
Seni rupa Indonesia sudah ada sejak jaman nenek moyang.  Tema, bentuk, media dan teknik yang digunakan terus berkembang.   Perkembangan seni rupa di Indonesia secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi :
a. Masa Prasejarah dan Tradisional
Tema-tema yang diambil biasanya hewan-hewan buruan, cerita pemburuan dan sebagainya dengan warna-warna sederhana yang diperoleh dari darah, bubuk tulang atau lumpur tanah.  Karya yang dibuat masih “anonim” yaitu tidak mewakili perseorangan.
Dengan masuknya Hindu-Budha, pola yang dibuat berkembang menjadi cerita-cerita keagamaan.  Kalian dapat melihat relief yang terdapat di sekeliling candi Borobudur.  Sedangkan pengaruh masuknya agama Islam adalah dikenalkannya bentuk wayang kulit sebagai bagian kebudayaan Indonesia.
b. Perintisan Modern Pertama
Masa ini dimulai sejak tahun 1800 an ketika seniman tradisi Indonesia mulai meninggalkan bentuk-bentuk lama.  Mereka mulai kreatif mencipta karya seni yang lepas dari kepercayaan.
Raden Saleh Syarif Bustaman (1807-1880) dianggap seniman Indonesia pertama yang berkesempatan belajar teknik modern dalam berkarya seni khususnya seni lukis.
c. Perintisan Modern Kedua
Masa ini dikenal dengan masa Indonesia Molek (Mooi Indie) karena tema-tema yang dibuat menampilkan suasana Indonesia yang digambarkan sangat indah, elok, hijau subur, makmur.  Bentuk-bentuk gunung, sawah, pohon kelapa dengan sungai yang jernih menjadi ciri khas masa ini.
d. Masa Pembaharuan Dasar (Kemerdekaan)
Muncul semangat Nasionalisme yang banyak berpengaruh pada tema dan gaya seniman waktu itu.  Karya-karya seni yang muncul sering digunakan sebagai alat atau sarana untuk memompa semangat juang para gerilya.
e. Masa Pendudukan Jepang
Pemerintah Jepang menyediakan lembaga untuk menampung kegiatan para seni-man.  Karena mereka ingin karya seniman Indonesia menjadi alat propaganda yang efektif dan membantu pemerintah dalam kekuasaannya.  Kelompok kesenian yang terkenal masa ini adalah Keimin Bhunka Sidhoso yang diketuai oleh Agus Jaya.
III. SENI RUPA BARAT
Seni rupa Barat sangat besar pengaruhnya bagi perkembangan seni rupa di Indonesia, karena sejak lama seniman dari luar negeri datang ke Indonesia.  Mereka datang berkarya lalu menetap, berkeluarga dengan gadis Indonesia. Sehingga perlu juga kita mmepelajari perkembangan seni rupa Barat yang diawali dengan :
a. Seni Rupa Klasik
Tema-tema yang diambil biasanya bentuk dewa-dewa Yunani yang dibuat patungnya dengan proporsi yang sempurna.  Begitu juga dengan seni dua dimensinya, semua bentuk realis mirip dengan aslinya menjadi sesuatu yang wajib bagi seniman.  Namun jaman ini mulai surut sejak Kristen masuk Eropa.
b. Seni Rupa Klasik Baru
Dikenal dengan jaman Renaisance dengan tema agama yang sangat menonjol dan bentuk-bentuknya yang sangat realis. Pada jaman ini pulalah tercipta lukisan yang sangat terkenal yaitu Monalisa karya pelukis Leonardo Da Vinci.
c. Seni Rupa Barok
Berlaku aturan yang pasti mengenai karya seni yang baik dan tidak baik.  Jika sebuah karya menyimpang, maka dikatakan tidak artistik.  Masa Barok ini dikenal juga dengan nama masa Klasik Akademik karena banyak bermunculkan tempat-tempat pendidikan para calon seniman.  Tema yang banyak dipilih adalah tema keagamaan, kerajaan dan keluarganya.
IV. ALIRAN-ALIRAN SENI RUPA
Perkembangan serta gejolak yang terjadi di masyarakat secara sosial maupun politik mem-punyai pengaruh yang besar bagi seniman dalam berkarya.  Karena me-reka  berkarya dengan mengungkapkan apa yang dipikirkan dan dirasakan.  Sehingga dari waktu ke waktu konsep dan bentuk karya seni rupa yang diciptakan selalu be-rubah dan berkembang.  Berikut ini bebe-rapa aliran seni rupa dengan para tokoh atau pe-nganut alirannya :
a. Romantisme
Aliran yang memunculkan kisah-kisah dramatis kepahlawanan. Tokohnya antaralain Delacroix (Perancis) dan Raden Saleh (Indonesia).
b. Realisme
Aliran yang menampilkan karya dengan tema apa adanya sesuai dengan kenyataan dan bertolak dari perilaku manusia.  Merupakan bentuk ketidaksetujuan dengan aliran Romantisme. Tokohnya antaralain Gustave Coubert, Dullah dan Hendra (Indonesia).
c. Naturalisme
Hampir sama dengan aliran Realisme yang menggambarkan bentuk-bentuk alam nyata, bedanya aliran ini lebih menampilkan kenyataan yang indah-indah saja. Tokohnya Wahdi Sumanta, Basuki Abdullah dari Indonesia.
d. Impresionisme
Dikenal dengan paham lukisan cepat.  Karena aliran ini menangkap keindahan yang ada pada saat tertentu yang harus segera dipindahkan menjadi karya seni.  Setiap waktu berubah, maka keadaan ikut berubah dan keindahan yang tertangkap oleh penglihatan ikut berubah juga.  Sehingga paham ini tidak mementingkan detil melainkan kesan sesaat.  Tokohnya Monet dan Pissaro.
e. Pointilisme
Mengikuti aliran yang sudah ada yaitu impresionisme, tetapi dengan teknik yang berbeda yaitu dengan menggunakan titik-titik untuk menampilkan kesan yang dilihat mata.   Tokoh dalam aliran ini G. Seurat.
f. Ekspresionisme
Ungkapan kebebasan dan keberanian berekspresi terhadap bentuk, warna sangat kuat dalam aliran ini.  Tokohnya Affandi (Indonesia), Vincent Van Gogh.

g. Kubisme
Benda-benda yang menjadi obyek karyanya dibuat menjadi bentuk sederhana mirip bentuk-bentuk kubus.  Dibedakan menjadi kubisme analisis (obyek dipecah-pecah menjadi bentuk geometris) dan kubisme sintetik (bentuk geometris disusun menjadi obyek).  Tokohnyanya Pablo Picasso.
h. Surealisme
Paham adanya sesuatu yang nyata dan tidak nyata melatarbelakangi aliran ini yang menyukai gambaran alam mimpi yang imajinatif dan kadang menakjubkan.  Tokohnya Salvador Dali.
SEJARAH PERKEMBANGAN SENI RUPA

PENDAHULUAN

Kata Art (Bahasa Inggris) sering diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai seni. Seni rupa adalah salah satu cabang seni yang diciptakan manusia dengan menggunakan rupa sebagai medium penggungkapan gagasan seni. Yang termasuk ke dalam seni rupa adalah garis, bidang, bentuk, huruf, angka, warn, bahkan cahaya. Karena perbedaan rupa yang dijadikan medium inilah kemudian dikenal cabang-cabang seni rupa seperti seni lukis, seni patung, seni grafis, seni desain, dan sebagainya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipCk1Pfatt2h14_SdRkbsTd-TT8Kl0QYh3gCjags7WdKlul9KWdmBvEkm7Pvl4S5YLc35waY-OH4RElMY74HPQCjwNsPAD2bNaO7oMKrOMkpjDLKUvCgD91OPAO0MuxM1tAm8dVQ3zJiU/s320/SBK+SMK+Terpadu+Al+Ittihad.JPG
Sebagai karya seni, seni rupa dapat dikelompokkan dalam berbagai kepentingan. Berdasarkan bentuknya dineal adanya karya seni rupa dua dimensi (dwimatra) dan karya seni rupa tiga dimensi (trimatra). Karya seni rupa dua dimensi adalah karya seni rupa yang diterakan pada bidang datar seperti gambar, lukisan, dan sejenisnya. Sedangkan karya seni rupa tiga dimensi dalah karya seni rupa yang menggunakan bentu-bentuk yang memiliki tiga ukuran (panjang, lebar, tinggi) sebagai mediumnya, seperti patung, karya kriya, dan sejenisnya.

Selain penggolongan berdasarkan bentuknya, karya seni rupa juga dapat dikelompokkan berdasarkan fungsi kegunaannya dalam konteks kehidupan manusia. Berdasarkan kegunaannya dikenal adanya seni rupa murini (pure art/fine art) dan seni rupa pakai (applied art) yang sering disebut dengan seni kriya.

Seni rupa murni atau seni murni adalah karya seni yang dimaksudkan untuk penikmatan semata dan tidak memiliki kegunaan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Karya seni murni dapat kita temukan dalam bentuk lukisan, patung, dan sejenisnya. Sedangkan seni rupa pakai atau seni pakai adalah karya seni rupa yang selain sebagai karya seni rupa juga memiliki fungsi atau kegunaan praktis dalam kehidupan s ehari-hari. Oleh karena itu, seni rupa pakai biasa dikenal sebagai seni kriya (craft).
 Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kriya berarti kerajinan tangan. Jadi dalam pengertian terbatas seni kriya dapat diartikan sebagai kerajinan tangan.



SEJARAH SENI RUPA


Perkembangan seni rupa dapat dirunut sejak zaman purbakala hingga era modern. Secara garis besar, sejarah seni rupa terbagi dalam beberapa periode sebagai berikut:

·                     Seni Rupa Zaman Prasejarah

Seni rupa dapat dikatakan sebagai bagian budaya yang tua. Dalam batas-batas tertentu, seni rupa telah ada sejak manusia mengenal peradaban. Karya-karya yang dimaksud ditemukan dalam bentuk gerabah yang diberi ornament hias tertentu, patung-patung leluhur masyarakat prasejarah, serta catatan-catatan (dalam bentuk gambar) yang digoreskan pada dinding-dinding goa.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1POdxlkPZLyFcrEVwp7tpv-cWPvhLj8Yo9pcxfeXXGqWQQtosJtoMO-h38riBpdxdKHL8-SyLF6jjHnaYc0P2xFNqMWecX7xoP_DcQLTFliioLQbmA_2Hjm7awKXyEsGz7FYTQIJF5ys/s1600/Seni+rupa+zaman+prasejarah.jpg

Pada akhir abad ke-19 dan permulaan abad ke-20, ditemukan pada beberapa tempat hasil seni yang dianggap orang paling tua hingga saat ini. Penemuan tersebut merupakan lukisan-lukisan pada dinding gua-gua yang terdapat di Perancis Selatan dan Spanyol Utara seperti di Combaralles, Font de Gaume, Altamira, dan Alpera.

Lukisan-lukisan yang dibuat pada dinding-dinding dan langit-langit gua tersebut dibuat dengan digurat atau dicukil dengan batu tajam. Cukilan ini diberi warna memakai batu dangklik) dicampur dengan lemak binatang sebagai perekatnya. Kebanyakan terdapat gambar-gambar binatang bison atau sapi hutan. Ada juga beruang, rusa kutub, kuda liar, dan babi hutan.


·                     Peradaban Bangsa-bangsa Kuno

Bangsa-bangsa timur yang mendiami daerah Timur Tengah dan Asia Kecil serta daerah Mesir dikenal sebagai bangsa-bangsa yang memiliki peradaban tinggi. Di mesir kita dapat menyaksikan sisa-sisa peradaban tinggi dalam bentuk karya seni arsitektur, patung, serta lukisan dinding yang bernilai tinggi seperti piramida, spinx serta relief-relief dan lukisan pada dinding bagian dalamnya.

Selain bangsa Mesir, bangsa Babilonia, Asiria, dan Persia merupakan bangsa-bangsa yang memiliki kebudayaan yang tinggi. 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgotjjSgwkHdUZeg4E1Q2MhnrwNRBViWJqdbcj-TUgdpA1Vo21lYGmlD0s18-wb8ZGjeep8Fo-1Oze6rTm3CKs7-n05Wx3afx7NL0SmKPNcQNioGhcup-yGmGuEVG0q5V8_av4cAbOizEE/s320/Mesir+Kuno.jpg

Bangsa Yunani dan Romawi sering dijadikan titik awal perkembangan seni rupa di dunia. Lukisan-lukisan karya pelukis Yunani kuno menampilkan bentuk-bentuk geometris yang diterakan pada permukaan keramik, jambangan, serta benda-benda kerajinan tangan lainnya. Sementara itu, bangsa Romawi karyanya dapat kita saksikan di dalam rumah-rumah bangsawan di kota Pompei.


·                     Seni Rupa Zaman Abad Pertengahan

Periode ini berlangsung mulai tahun 476 Masehi yakni pada awal perkembngan agama Nasrani di Romawi, dan berakhir pada tahun 1492, yakni pada saat ditemukannya benua Amerika. Karya-karya seni rupa abad pertengahan banyak dipengaruhi oleh corak budaya Yuani Purba dan Romawi yang menganut kepercayaan politheisme (menyembah banyak dewa) dan dicampur dengan ajaran-ajaran Nasrani. Pada zaman ini gereja memiliki pengaruh yang sangat besar.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJ1xKlPUvw11CBEsJkC7lGeHdk1YjqEQeEbu-YdRHuyWynS8NvEj4YMD2_a_Xtd_6XR_vYWldN_3ye38lX1vXiC5L5lMXfaKtCHfwDj7gZNVz2gRWeEsl_jxC-D6Ant23O3AhdCIWe0nM/s320/abad+pertengahan.jpg

·                     Seni Rupa Zaman Renaissance


Zaman renaissance merupakan zaman perubahan besar-besaran dalam berbagai bidang keilmuan dan seni budaya. Kemapanan gereja mulai terusik oleh berbagai pertentangan serta penemuan dalam bidang-bidang keilmuan.  Penemuan-penemuan baru dalam bidang geografi, fisika, astronomi telah dianggap sebagai hal yang menentang keberaddan da kemapanan agama. Galileo (1564-1642), seorang ahli fisika, ahli astronomi dan juga filsuf, ditangkap dan dipenjara dengan tanpa ditentukan batas waktunya karena penemuannya bertentangan dengan hokum-hukum yang dipercayai gereja.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCNotZ4rni4uyIIxEDdBopsUTVcRbnYnZ1Zx2HVdE3OujDrnvLIp7PFNO5fFtqMCxKPQ4kw68xgOenhKO9psX4woznRyoqgXWXmqYCcVejfaB5QRpcdQF5F_MxaWtDgeMaaQpuAC1d1Xk/s320/Mona+Lisa.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitzBDeGmTHhPKgv_iLl6eFcN7lxuuR0Pls6yyXOemRHRSnKyoU2iUc8AdaQ3da65Q0ahKyFn-qh3Fk9WP01_jcIKotWBe6PU4x0vqHoQ_vCFPxJm8md6SdVlMWzLLeFM2AAcZM94473m4/s1600/Leonardo+da+Vinci.jpg

Tokoh-tokoh seni rupa yang terkenal pada periode ini adalah Leonardo da Vinci, Michelangelo, dan Rafael Santi. Karya-karya penting pada masa ini terdapat pada bentuk-bentuk bangunan gereja, lukisan-lukisan dinding, relief pada pintu-pintu rumah dan bangunan gereja, serta patung-patung perunggu yang menghiasi hampir seluruh gereja di Italia serta seluruh Eropa Barat dan Eropa Timur.


·                     Seni Rupa Zaman Barok dan Rokoko

Kata Barok (baroque) berasal dari bahasa Romawi yang berarti “tidak beraturan” atau “menyimpang”. Michelangelo dan Palladio dianggap sebagai pelopor dari gerakan ini. Zaman Barok terlahir pada pertengahan abad ke-16 sebagai awal mula pengaruh seni Italia ke seluruh daratan Eropa.

Jika misi renaissance adalah melepaskan diri dari cara berpikir zaman pertengahan dan dipenuhi pola pikir gereja, maka barok melepaskan diri dari keterikatan tema-tema serta nuasnsa-nuansa yang terkandung pada masa renaissance. Lukisan-lukisan pada zaman barok terkesan berlebihan dari keadaan sebenarnya. Peter Paul Rubens (1577-1640), seorang seniman Belanda, melukiskan tubuh-tubuh orang penuh dengan otot-otot serta tokoh-tokoh perkasa.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlJ2GX1y_rJfdBkyheSNNHGdufGMgVBfj-w2mCSuEkOnPVqLbNoj5FIwREecBAGYPAg1XmzYzYLoyR9Gpo0VXQSdUPTHQbegKIhmAeBeGZt8WlLnznv4lcvo8J0ng_AzSOhGy3gQHMl4U/s320/sokrates_1.jpg


Rococo diambil dari kata “rocaile” yang berarti seni kulit kerang, sejenis kesenian yang sangat digemari pada saat itu di Italia. Pada zaman inilah bentuk-bentuk penyelewengan kaidah seni tampil meluas. Lukisan-lukisan dibuat menjadi lebih indah dari aslinya, lebih hebat, dan menyimpang dari sebenarnya. Karya seni menjadi barang pesanan kaum bangsawan dan saudagar yang memiliki banyak uang. Pada zaman ini kkary seni diperjualbelikan secara salah dan menjadi komoditas yang tidak berharga.


·                     Seni Rupa Abad ke-19

Penggalian kembali corak-corak lama, seperti yang terdapat pada gaya-gaya Yunani Purba dan Romawi telah melahirkan aliran-aliran baru yang dikenal dengan alisan klasik dan neo klasisme dalam seni lukis dan seni patung.

Beberapa catatan penting yang dapat disajikan dalam perkembangan seni rupa pada abad ke-19 ini adalah sebagai berikut:

1.             Munculnya berbagai aliran seni rupa seperti romaantisme, impresionisme, realism, simbolisme, munumentalisme, dll. 
2.             Terlepasnya pengaruh agama, terutama gereja, dari corak, gaya serta nafas kesenian secara umum. 
3.             Para pelukis semakin berani melakukan percobaan dengan berbagai penggunaan warna cerah sebagai pencurahan emosi dan pemikiran. 
4.             Seniman bukan lagi dari kalangan bangsawan atau memiliki status social tinggi, melainkan juga banyak yang berasal dari kalangan bawah.

Beberapa tokoh seniman yang terlahir pada abad ke-19 dan mewakili aliran-aliran yang dianutnya adalah sebagai berikut:

Klasisisme : arsitek Bartholome Vignon (1762-1846), pelukis Jacques Louis David (1748-1825)   
Romantisme : Raden Saleh Sjarif Bastaman, Ludwig Richter, Kasper Friederich.
Impresionisme : Jean Claude Monet, Eduard Manet dll 
Neo Impresioniesme : Paul Cezanne, Paul Gauguin, dll. 
Realisme  : George Hendrik Breitner, Auguste Rodin, dll. 
Simbolisme dan Monumentalisme : Willian Blake, Pierre Puvis de Chavannes, dll
Ekspresionisme : Vincent van Gogh, Eduard Munch, dll. 

·                     Seni Rupa Abad ke-20

Dengan pecahnya Perang Dunia I, timbullah berbagai gerakan perbaikan dalam bidang seni rupa yang meliputi fisik, material, mental, dan spiritual. Berdirinya Negara-negara baru sebagai hasil perjuangan negeri-negeri jajahan bangsa Eropa, telah membangkitkan semangat baru dalam bidang seni rupa.

Aliran-aliran yang bermunculan pada abad ke-20 ini antara lain fauvism yang dimotori oleh Henri Matisse, dll. Kubisme menampilkan pelukis Pablo Picasso, Leo Getel, dll. Futurisme menampilkan tokoh-tokoh peuis Carlo Carra dan Buido Severini. Absolutisme menampilakn pelukis Wassily Kadinsky.

Klasifikasi Karya Seni Rupa

Posted on  by mazgun
Jika kita melihat karya-karya seni rupa yang berkembang pesat dan kian beraneka ragam jenisnya terkadang membuat kita kesulitan menggolongkan karya-karya seni rupa tersebut. Begitupun dalam menyebut atau memberi nama sebuah karya seni rupa seringkali masih kurang tepat, bahkan jauh dari pengertian yang sesungguhnya. Hal tersebut lebih dikacaukan lagi dengan tidak adanya batasan dan fungsi yang pasti dalam proses pembuatannya. Sebagai contoh karya-karya seni terapan yang pada kenyataannya tidak memiliki fungsi secara praktis terhadap kebutuhan fisik manusia, namun hanya sekedar bertujuan dekoratif atau menghias saja. Demikian pula pada sebagian karya seni murni yang ternyata tidak sekedar memenuhi kebutuhan estetik semata, namun dapat berfungsi menopang kebutuhan hidup manusia secara fisik, atau dengan kata lain memiliki nilai pakai.
Kenyataan seperti di atas memang dapat terjadi pada sebagian karya seni rupa. Namun, jika kita lihat pendekatan secara umum kita dapat menggolongkan karya-karya seni rupa sebagai berikut:
1. Karya Seni Rupa Murni (fine art)
Karya seni rupa murni merupakan jenis karya seni rupa yang dibuat dengan tujuan memenuhi kebutuhan estetik atau nilai-nilai keindahan semata, terlepas dari fungsi praktis. Karya semacam ini dibuat untuk kepentingan mengekspresikan emosi atau perasaan penciptanya. Yang tergolong karya seni murni yaitu seni lukis, seni patung, dan seni grafis. Seni lukis merupakan karya yang umumnya berbentuk dua dimensi dan dibuat di atas permukaan kertas, kanvas, dinding, kaca dan bahan lain yang memungkinkan untuk itu. Bahan pewarna yang digunakan dpat menggunakan cat, tinta, arang, pensil dan lain-lain. Ada pula karya seni lukis yang dibuat pada tubuh manusia yang lazim disebut body painting. Teknik melukis dapat beragam. Secara konvensional dengan menyapukan bahan pewarna menggunakan alat berupa kuas, namun ada pula teknik melukis yang memanfaatkan plototan cat dari tubenya, atau bahkan dengan sapuan jari-jari tangan senimannya. Seni patung merupakan karya seni rupa yang berbentuk tiga dimensi (dapat dinikmati dari beberapa arah pandang) dibuat dengan menggunakan berbagai media seperti, kayu, batu, semen, fiber, lilin, tanah liat atau bahkan es. Teknik membuat patung menyesuaikan dengan bahan yang dipakai, dengan cara membentuk dengan tangan, membutsir, memahat, ataupun dengan teknik cetak. Corak seni patung juga bermacam-macam, ada patung naturalis yang menggambarkan benda seperti wujud asli yang ada di alam, ada pula yang bercorak abstrak sehingga sulit dikenali bentuknya. Sedangkan seni grafis merupakan jenis karya seni rupa yang dibuat dengan teknik cetak seperti teknik cukil, lithografi, cap, cetak sablon dan lain-lain. Seperti halnya seni lukis, seni grafis dibuat untuk tujuan mengekspresikan emosi dan gagasan senimannya.
2. Seni Rupa Terapan (applied-art)
Berbeda dengan seni rupa murni, seni rupa terapan dibuat dengan mengutamakan tujuan praktis, dengan kata lain dimanfaatkan fungsi pakainya untuk memenuhi kebutuhan fisik manusia.  Namun demikian karya seni rupa terapan diupayakan memilki nilai artistik pula. Membuat karya seni rupa terapan tidak sebebas membuat karya seni rupa murni karena di dalamnya harus mempertimbangkan persyaratan-persyaratan tertentu, seperti syarat keamanan (security), kenyamanan (comfortable), dan keluwesan dalam penggunaan (flexibility).
Mengingat banyaknya jenis karya tersebut, maka karya seni rupa terapan dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu desain dan kriya. Desain merupakan karya seni yang dibuat berdasarkan pesanan atau permintaan clien (pemesan). Yang termasuk dalam karya desain yaitu; desain grafis (desain komunikasi visual), desain arsitektur (rancang bangun), dan desain produk. Karya desain grafis adalah karya yang dibuat untuk mengkomunikasikan pesan tertentu kepada publik atau khalayak umum seperti poster, iklan, baliho, selebaran, pamflet, banner, kartu ucapan, desain undangan dan lain-lain. Desain arsitektur adalah karya seni rupa yang bertujuan memenuhi kebutuhan akan hunian atau tempat tinggal dan fasilitas umum seperti rumah, gedung, tempat ibadah, jembatan dan lain-lain. Sedangkan desain produk merupakan karya seni rupa yang berupaya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari seerti perabot rumah tangga, alat elektronik, alat komunikasi, alat transportasi, aksesoris, busana, dan lain-lain.
Ketiga jenis desain di atas umumnya dibuat dengan menggunakan alat-alat berteknologi modern dan mamanfaatkan bahan-bahan sintetis atau bahan buatan. Karena dibuat dengan menggunakan mesin, maka produksinya dapat dibuat dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang relatif singkat, namun unsur ekspresi tidak tersampaikan secara bebas karena prosesnya tidak melibatkan sentuhan tangan langsung dari penciptanya.
Seni kriya atau seni kerajinan memilki perbedaan dengan desain. Kebanyakan karya seni kriya dibuat secara tradisional dengan keterampilan tangan pembuatnya dan banyak memanfaatkan bahan-bahan alam seperti kayu, bambu, batu, logam, tanah liat, kulit binatang, dan lain-lain. Karya seni kriya kini banyak digemari karena unsur keasliannya, tak heran orang-orang banyak yang merasa bangga mengoleksi barang-barang kriya daripada barang-barang buatan pabrik. Yang termasuk dalam golongan karya seni kriya diantaranya; keramik (gerabah), ukir kayu, kerajinan kulit, anyaman, batik, dan kerajinan logam.
Pada perkembangannya jenis seni kriya jauh lebih banyak mengeksplorasi bahan-bahan alam seperti kulit kerang, batu-batuan, bahkan tumbuhan. Banyak pula sebagian bahan limbah dan bahan sintetis yang kemudian dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan seperti limbah plastik, kertas, karet, dan lain-lain. Sekalipun memanfaatkan bahan buatan, namun karya-karya semacam ini tetap digolongkan dalam seni kriya. Barangkali orang-orang lebih banyak melihatnya dari segi proses membuatnya yang mengandalkan kreativitas dan keterampilan tangan ketimbang dari segi bahan. Kini seni kriya tumbuh makin pesat di Indonesia. Banyak daerah-daerah yang kemudian menjadi sentra-sentra kerajinan. Kondisi geografis dan demorafi Indonesia merupakan faktor pendukung menjamurnya seni kerajinan Nusantara.
Di bawah ini contoh beberapa karya seni rupa yang disebutkan dalam klasifikasi karya seni rupa di atas:
Karya seni lukis
upload lukis
Karya seni grafis
upload grafis
Karya seni patung
upload patung
Desain arsitektur
upload arsitektur
Desain produk
upload des produk
Desain grafis / desain komunikasi visual
upload DKV
Kriya keramik
upload keramik
Kriya batik
upload batik
Kriya ukir kayu
upload ukir
Kriya logam
upload logam
Kriya anyam
upload anyam
Kriya kulit
upload kulit
Kriya dengan memanfaatkan bahan limbah
upload barang limbah
  Seni merupakan sebuah karya manusia yang mengandung unsur-unsur keindahan. Seni sendiri memiliki banyak cabang, mulai dari seni musik, seni tari, seni sastra, seni teater, hingga seni rupa.

Pembahasan
               Dalam karya seni rupa, secara garis besar karya seni berdasarkan bentuk dibagi menjadi 2, yaitu karya seni rupa 2 dimensi dan karya seni rupa 3 dimensi.

              Karya seni 2 dimensi merupakan sebuah karya yang hanya memiliki batas dua sisi, dimana karya ini hanya memiliki ukuran panjang dan lebar serta tidak memiliki ruang. Selain itu karya ini memiliki ciri hanya bisa dinikmati dari 1 arah, medium pembuatannya berupa bidang datar, serta memiliki dimensi luas. Contoh karya 2 dimensi seperti lukisan, karikatur, mozaik, logo, foto, dan banner.

             Karya seni 3 dimensi merupakan sebuah karya yang tidak sekedar memiliki ukuran panjang dan lebar, namun juga memiliki ukuran volume. Selain itu karya ini memiliki ciri dapat dinikmati dari segala arah dan menempati ruang. Contoh karya seni 3 dimensi seperti topeng, patung, miniatur, kriya, dan guci.

Kesimpulan
             5 Contoh karya seni rupa 2 dimensi, antara lain seperti :  

Lukisan.
Karikatur.
Mozaik.
Logo.
Foto.
Banner
_________________________________________________________________________________

Sikap apresiatif terhadap keunikan karya seni rupa terapan daerah dapat ditunjukkan dengan cara berikut,kecuali 
a.memuji berbagai pameran karya seni rupa
b.mengunjungi sentra-sentra industri kerajinan daerah
c.mengunjungi museum daerah
d.membuat kliping tentang karya seni rupa seniman asing



Lukisan.
Karikatur.
Mozaik.
Logo.
Foto.
Banner
_________________________________________________________________________________

Sikap apresiatif terhadap keunikan karya seni rupa terapan daerah dapat ditunjukkan dengan cara berikut,kecuali 
a.memuji berbagai pameran karya seni rupa
b.mengunjungi sentra-sentra industri kerajinan daerah
c.mengunjungi museum daerah
d.membuat kliping tentang karya seni rupa seniman asing




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

seni rupa 2 dimensi

Seni Rupa 2 Dimensi Seni Rupa 2 Dimensi  – Manusia hidup membutuhkan suatu seni agar tidak terasa hambar dan  monoton  sehingga meras...